with my love(S2)

2.9K 96 20
                                        

Sejak pagi Sion sudah menggandeng tangan Yushi, menuruni lift kaca raksasa yang perlahan menanjak ke puncak gunung Tiongkok

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sejak pagi Sion sudah menggandeng tangan Yushi, menuruni lift kaca raksasa yang perlahan menanjak ke puncak gunung Tiongkok. Kabut putih melayang-layang di lembah, membuat suasana seakan dunia lain.

Sion menunduk sedikit, tersenyum pada kekasihnya.
“Yuyu… lihat deh, indah banget ya? Honeymoon kita kayak di film.”

Yushi menempel erat di lengannya, wajahnya memerah.
“Om jangan ngomong seenaknya, aku masih takut lihat jurang di bawah.”

Sion tertawa kecil lalu merangkul pinggang Yushi.
“Kalau gitu peluk aja aku lebih kenceng. Aku malah seneng kalau Yuyu nempel terus begini.”

Mereka melangkah di jalur kaca yang menempel di tebing. Sesekali Sion usil menginjak bagian transparan, membuat Yushi terlonjak dan buru-buru memeluk lebih erat.

“Om! Jangan nakut-nakutin gitu, sumpah aku deg-degan.”

“Hahaha, lucunya Yuyu kalau panik. Nih, peluk lagi. Aku nggak bakal lepasin.”

Siangnya mereka makan di restoran hotel mewah yang menempel di tebing. Dari balik kaca bening terlihat pemandangan lembah luas. Sion menyodorkan sumpit berisi dim sum ke bibir Yushi.

“Ayo buka mulut, Bunda manis.”

“Om! Jangan panggil aku gitu di tempat ramai,” Yushi langsung mencubit lengannya.

Sion terkekeh puas.
“Biar semua orang tahu kalau aku punya Bunda dari anak anakku yang paling cantik di dunia ini.”

Meski protes, akhirnya Yushi tetap membuka mulutnya. Sion tersenyum penuh cinta, lalu mengusap pipinya lembut.

Setelah makan, mereka kembali ke kamar hotel yang mewah. Balkon kaca dengan sofa empuk jadi tempat bersantai. Yushi duduk sambil menarik selimut tipis, dan Sion langsung ikut duduk, memeluk dari belakang.

“Yuyu… dingin ya? Tapi pelukan kita bikin hangat,” bisik Sion, dagunya bertumpu di bahu Yushi.

Yushi terkekeh pelan.
“makasih om”

"untuk?"

"untuk semuanya~ ahhh aku jadi pengin peluk om seumur hidup"

“ peluk aku lebih erat lagi sayang.....” jawab Sion cepat, membuat Yushi tertawa kecil sambil mengeratkan genggamannya.

Mereka lama berdiam, hanya mendengar angin gunung dan suara burung. Sesekali Sion nakal mencium leher Yushi, membuat Yushi meringis geli.

“Om! Hahaha jangan gitu, geli tahu.”

“Aku suka soalnya Yuyu jadi makin nempel,” balas Sion sambil memeluk makin kencang.

Sore tiba, cahaya matahari keemasan menembus kabut. Pemandangan seperti lukisan terbentang di depan mata. Yushi bersandar di dada Sion, merasakan detak jantung hangat itu.

Namun tiba-tiba, senyum Yushi menghilang. Matanya menerawang jauh ke lembah.
“Om…”

Sion mengecup pipinya lembut.
“Hm? Kenapa Yuyu?”

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 29, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

OM SION?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang