Service Lion (S2)

3.2K 113 25
                                        

14 Tahun sudah berlalu, anak anak sudah semakin besar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

14 Tahun sudah berlalu, anak anak sudah semakin besar. begitupun dengan Sion dan Yushi yang sudah berkepala tiga.

Anak anak tumbuh dengan tampan, sakuya bahkan sudah berumur 20 tahun, Lion 18 tahun dan Lior 15 tahun.

Sering kali Yushi tak menyangka ternyata anaknya sudah remaja, begitupun Sion yang semakin bekerja dengan Giat untuk memenuhi kebutuhan anak anak.

Pagi itu rumah keluarga kecil milik Sion dan Yushi kembali dipenuhi suara-suara yang tidak pernah gagal mengisi hari-hari mereka. Bukan suara burung atau angin semilir yang menenangkan, tapi suara has dari anak-anak mereka yang-entah kenapa-selalu punya energi buat bikin drama sejak matahari terbit.

Sakuya yang kini sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir dengan gayanya yang selalu artsy dan nyentrik, berlari-lari kecil dari kamarnya. Langkahnya cepat menuju kamar sang adik sambil mengibaskan rambutnya yang masih dibalut hair roller warna pink.

"Adek!!" seru Sakuya dengan nada tinggi khasnya, membuka pintu kamar Lior tanpa mengetuk, "Baju pink cherry blossom koleksi aku kamu ambil lagi ya?!"

Lior yang masih meringkuk di bawah selimut, dengan mata setengah terbuka dan rambut berantakan, langsung bangun kaget. "I-itu bukan aku! Aku nggak ambil!" jawabnya cepat dengan suara masih serak bangun tidur. Tapi tangannya diam-diam mencubit selimut seolah menyembunyikan sesuatu.

Sakuya menatapnya penuh kecurigaan, lalu menoleh tajam. "Adek, itu baju limited edition, Sakuya Style Vol. 3, you know?!"

Sementara itu, suara langkah kaki Lion terdengar dari arah lorong. Dengan ekspresi datar dan rambut yang rapi sempurna sejak subuh, ia berjalan tenang ke meja makan. "Kalau baju pink itu bener-bener penting, kenapa kamu taruh di sofa minggu lalu waktu kamu maskeran?" ucapnya tanpa menoleh, suaranya datar tapi cukup menusuk. Khas Lion si anak kedua yang dingin tapi selalu memperhatikan.

Sakuya langsung diam. Matanya membesar, mencoba mengingat

Sion, sang Papa, tiba-tiba muncul dari dapur sambil membawa seelas susu kedelai dan satu potong nugget dingin. Wajahnya masih setengah mengantuk tapi senyumnya penuh kejahilan.

"Papa aja deh yang ngaku. Papa ambil buat lap kaca mobil kemarin, Sakuya," ucapnya dengan nada iseng sambil mengedipkan mata.

Sakuya mematung. Lior yang tadi ketakutan langsung membusungkan dada kecilnya sambil berkata, "Tuh kan! Aku nggak salah!"

Yushi yang sejak tadi mengaduk bubur di dapur akhirnya menghela napas panjang. "Tiap pagi kayak sinetron," gumamnya pelan. Ia meletakkan panci di atas meja, lalu menatap ketiganya satu per satu.

"Kalau ada yang bikin adek nangis pagi ini, semua nyuci piring dan ngepel sore nanti. Termasuk kamu, Papa," ucap Yushi tegas, tapi wajahnya tetap hangat. Sebagai bunda yang paling sering melerai perang antar anak-anak, Yushi sudah hafal ritme keluarga ini seperti hafal nada tangisan Lior waktu bayi.

OM SION?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang