you are mine (S2)

2.1K 76 11
                                        

legal age only!!!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

legal age only!!!!

Sakuya Ryo umur keduanya sudah menginjak 20 tahun. Legal age!

Ryo menjatukan kepalanya diatas meja temapt berada diruang tamu, menatap wajah tampan sakuya yang sedang fokus membantu mengerjakan tugasnya.

Ryo terkesima dengan wajah imut tetapi tak meninggalkan kesan tampan di wajah sakuya.
Ryo menarik bibirnya tersenyum hangat.

sakuya yang merasakan diperhatikan itupun melirik kearah kekasihnya. "kenapa?" tanya sakuya bingung "malam ini ya?" Sakuya menyipitkan matanya dan menghela nafas "bakal sakit loh yang"

"ngga masalah" ucap Ryo enteng membuat Sakuya menggeleng "aku ngga mau" Sakuya kembali mengerjakan tugas kekasihnya itu, membuat Ryo menjatuhkan kembali wajahnya, ia seperti orang menangis, ternyata memang menangis membuat sakuya meletakkan buku yang ia baca, dan berbalik menenangkan Ryo.

"sayang hey dengerin aku, aku cuma ngga mau kamu kesakitan" Ryo mengangkat wajahnya yang sudah basah oleh air mata itu.

"kenapa? aku ngga cantik? aku kurang sexy? atau kamu ngga cukup tegang liat tubuh aku?"

Sial, batin sakuya.

"ini perkara waktu yang belum tepat oke?" sakuya membenarkan poni Ryo agar tak menutupi mata cantik itu.

"terus kenapa kamu nawarin aku tadi?" Sakuya diam menatap Ryo yang sedang mengamuk lucu. Sakuya lebih memilik berbalik kembali dan mengerjakan tugas Ryo.

Ryo yang geram pun langsung saja mendudukkan tubuhnya diatas pangkuan Sakuya, membuat sakuya melotot.

Bagaimana tidak? anak itu mengenakan celana sangat pendek sampai menampilkan paha bagian dalamnya, anak itu juga sedang membuka kancing bajunya agar bisa ia pamerkan ke kekasihnya.

Sakuya menelan ludahnya kasar saat melihat puting berwarna pink itu menjulang keluar.

Nafas Sakuya semakin kasar dibuatnya, apalagi dengan jailnya Ryo menggesekkan area bawahnya diatas rudal milik Sakuya.

"kamu yang minta"

"emang"

"jangan nangis oke?" Ryo menggeleng semangat.

Ryo memainkan jari jarimya di dada bidang Sakuya, ia juga membuka baju Sakuya perlahan, menghirup aroma vanila dari tubuh sakuya.

Ryo mencium leher sakuya, membuat sakuya diam sejenak.

"sayang tunggu" titah Sakuya membuat Ryo memanyunkan bibirnya sambil mengalungkan tangannya dileher sakuya.

"eung?" jawabnya

"emang kamu ada pelumas?" Ryo mengangguk, sakuya menyipitkan matanya meledek kekasihnya itu "kok bisa~"

Ryo menepuk kecil dada bidang sakuya "aku udah siapin semuanya nungguin kamu sayang, tapi kamu selalu ngga mau, ngga mau terus" Sakuya terkekeh melihat Ryo yang bergumanan karena kesal.

OM SION?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang