udah (S2)

1.7K 114 23
                                        

"sakuya sayang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"sakuya sayang....." langkah kaki Yushi bergema di rumah kediaman jeno dan jaemin.

ceklek

Yushi melangkah ke kasur milik Sakuya, anak umur 5 tahun itu masih tertidur dengan pulasnya, bahkan tubuhnya sudah tak menentu karena sering tidur berputar menjamah seluruh inti kasur.

Yushi duduk diranjang itu dan mengusap lembut kepala sakuya kecil "ayoo bangun kesayangan bunda,hari ini kan sekolah...." bukanya bangun sakuya kecil malah membalikkan badannya memungguni Yushi.

Yushi menggeleng dan langsung berdiri, ia menuju cendela yang ada dikamar sakuya, membiarkan sinar sang surya menerangi seluruh kamar "heum.... padahal bunda udah buatin ayam kecap, tapi kayanya bakal habis deh sama logan" ledek Yushi yang akan pergi dari kamar itu.

dan benar saja, mata sakuya langsung terbuka dan melihat ke arah bundanya itu "bundaa~" dengan nada sedihnya sakuya memanggil bundanya. Yushi tersenyum dan langsung membalikkan badannya, senyuman Yushi seketika hilang, saat melihat sakuya yang lemas terduduk dan menundukkan wajahnya.

Yushi langsung menghampiri sakuya, dan mejatuhkan tubuh kecil sakuya kedalam pangguannya. wajah sakuya terpampang jelas didepannya "anak bunda kenapa hum? mimpi buruk ya?" sakuya menggeleng dengan masih menampilkan wajah sedihnya.

"perut saku sakit? atau kepalanya sakit" tangan Yushi langsung terulur memeriksa jidat dan leher sakuya, panik.

tapi sakuya terus menggeleng "sakuya ga mau berangkat sekolah? ada yang nakalin saku?" tanya Yushi sekali lagi, tapi sayangnya si kecil masih diam "yaudah gapapa kalau saku ga mau sek-" ujapan Yushi terpotong karena sakuya malah menangis, hal itu membuat Yushi reflek memeluk sakuya, dan mengusap usap punggung si kecil..." iya sayang... ga usah berangkat sekolah dulu ngga papa oke...." tapi sakuya malah menggeleng didalam pelukan yushi walaupun di aliri dengan tangisan.

Yushi melepas pelukannya, membiarkan anaknya itu bicara "hiks.. b-bunda....s-saku mau sekolah bunda~ tapi sakuya sedih.... hiks" Yushi tak mencoba memotong ucapan sakuya, ia hanya mengusap air mata sakuya yang berderai di wajah si kecil.

"sedih bunda.... mama sama ayah hiks~ mereka kok udah ga ada..."

deg

hati Yushi ikut sakit mendengarnya, ia bahkan langsung memeluk sakuya kembali "sayangnya bunda.... mama sama ayah udah tenang disana, sekarang sakuya sama bunda sama halmoni sama halboji, biarin ayah sama mama lele main si surga" sakuya menggeleng dengan keras "ndak bunda ndakk.... kemarin ayah sama mama ada kenapa tadi malam gada bunda... hiks ndak.... sakuya mau bunda...." Yushi hanya bisa memeluk sakuya dengan sangat erat, ia bingung harus bagaimana, bunda juga butuh bundanya.

"hiks... saku ga bisa tidur dari semalam..... sakuya udah coba bunda~ sakuya tutup mata sakuya, tadi ga bisa... kenapa mama ndakada tadi malam bunda.... biasanya mama ada buat senyum ke sakuya" didalam hatinya Yusi benar benar ingin teriak rasanya, ini semua diluar kendalinya, tanpa disadari dirinya juga sudah menangis.

OM SION?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang