Pengumuman!! semua sifat tokoh di dalam cerita adalah karangan author, lebih bijak dan jangan membuat ujaran kebencian di real life terutama terhadap seluruh idol di cerita baik protagonis,antagonis ataupun sekedar tokoh pendukung di dalam cerita!!
_______________________________________________
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
18+
Yushi terus mencoba menenangkan dirinya sendiri, ia tidak boleh egois mungkin saja om nya itu hanya khilaf. Semua yang terjadi juga karena salahnya, jika ia tidak terus menerus terpuruk mungkin saja ini tak akan terjadi.
"yuyu harus tenang.... bunaa doain yuyu, yuyu kuat..." Yushi pun menarik nafasnya dengan perlahan lalu membuangnya. Ia tidak ingin merusak malam ini.
Yushi ambil ponsel Sion yang tadinya jatuh dan ia letakkan ditempat semula dengan tangan yang sedikit gemetar.
ceklek
pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Sion yang mengenakan handuk di pinggangnya.
Yushi yang terkejut pun mencoba menampilkan senyuman sebisanya.
Sion mendekat ke arah Yushi melingkarkan tangannya di pinggang milik Yushi.
cup
"sayang....." panggilan yang Sion utarakan seperti permohonan agar dirinya bisa bersama istrinya lagi.
Yushi yang mengerti pun hanya bisa mengangguk pasrah.
cup
cup
ciuman yang lama kelamaan menjadi sebuah lumatan satu sama lain, menyalurkan cinta yang telah lama redup oleh kesedihan, sekarang tumbuh kembali.
Sion peluk pinggang ramping Yushi dengan erat, serta tangan si cantik yang melingkar indah di leher Sion.
sedikit demi sedikit mereka berjalan mundur, hingga tubuh Yushi terjatuh diatas kasur milik keduanya.
"babe, kayanya punya kamu sempit banget?" Yushi hanya bisa memalingkan wajahnya yang memerah menahan malu itu.
bukannya diam Sion malah terkekeh dan mencium leher Yushi yang terpampang jelas dibawahnya itu.