Kekacauan yang ditimbulkan masalalu
Happy reading!
Pintu kamar Nayla terbuka dengan suara berdecit pelan. di depannya, berdiri Farrel dengan wajah penuh amarah, dan Reynald yang terlihat tidak kalah tegang, serta Rani yang tampak gugup. di belakang mereka, bi Inah terlihat dengan cemas. keheningan mendadak menyelimuti suasana, tapi hanya sesaat, sebelum Nayla menghempaskan napas dan memulai konfrontasi.
“Lo apaan sih, Rel? Bikin kegaduhan di rumah gue!” sergah Nayla dengan nada penuh emosi.
Farrel melangkah maju, matanya tajam menusuk ke arah Nayla. “Gausah pura-pura bego, Nay! Semua kejadian hari ini, lo kan yang ngerencanain!” tuduhnya tegas.
Tuduhan itu membuat Nayla terdiam sesaat. namun, di balik ekspresi datarnya, hatinya bergolak. ketakutan, gelisah, dan rasa bersalah bercampur aduk. bagaimana kalau Farrel benar-benar tahu? Bagaimana kalau semua rencananya terbongkar?
“LO ADA BUKTI GA?” Nayla akhirnya membuka suara, sehingga suaranya naik satu oktaf. “JANGAN KARENA KITA PERNAH PACARAN, TERUS LO PIKIR GUE YANG NGELAKUIN ITU!" bentaknya, mencoba menyembunyikan kepanikan.
“Kalau bukan lo, terus siapa yang obses pengen sama Farrel?” Reynald ikut angkat bicara, suaranya sinis dan menyudutkan.
“OKE, FINE!” Nayla akhirnya berteriak, suaranya pecah oleh emosi. “Gue emang obses sama Farrel! Tapi gue ga akan melakukan hal murahan kayak gini!” katanya lagi, dengan menyangkal keras. ia menatap Farrel dan Reynald dengan tajam, mencoba mengalihkan perhatian. “Bisa jadi musuhnya Keira, kan?”
Tuduhan itu tidak membuat Farrel gentar. justru, ia semakin mendekat dan menunjuk Nayla dengan tatapan dingin. “Kalau bukan lo pelakunya, kenapa Rani bohong sama kita kalo lo ga ada di kamar?”
Mendengar namanya disebut, Rani terdiam. tubuhnya tegang, dan matanya menyapu wajah semua orang di ruangan itu. jelas, dia takut. 'Mampus gue, ke seret juga kan gara-gara lo, Nay!' gumam Rani pelan dalam hati.
Dengan suara bergetar, Rani akhirnya buka suara. “Guys, sumpah, gue ga tau apa-apa tentang Nayla melakukan itu.” Ia mencoba meyakinkan, meskipun jelas ada keraguan dalam suaranya. “Gue bohong sama kalian tadi karena gue takut kebawa permasalahan lo berdua, makanya gue bilang Nayla ga ada di kamar.”
Farrel menatap Nayla tajam sekali lagi. “Gue emang belum punya bukti yang kuat,” katanya dingin. “Tapi gue pastiin, kalau emang lo pelaku di balik ini semua, gue ga akan segan-segan ngasih lo pelajaran.”
Ucapannya menggantung di udara, membawa ketegangan yang semakin memuncak di antara mereka semua.
Akhirnya Farrel memutuskan untuk pergi dari rumah Nayla bersama Reynald, setidaknya amarah yang ada pada dirinya tersampaikan.
-------
(Rumahsakit)
Saat semuanya sedang sibuk mengkhawatirkan keadaan Keira, ponsel milik Kenzo berdering, ternyata telepon dari ibunya Keira. Ia mengabarkan bahwa ayah Keira mengalami kecelakaan saat menuju pulang ke rumah.
"Nyokapnya Keira, gimana ini?"sahut Kenzo, saat melihat notifikasi ponsel miliknya berdering.
"Mending Lo jujur aja sama dia Ken, daripada Lo tutup tutupi keadaan Keira."sahut Elina.
"Gue takut nyokap nya shock, dan yang lebih parahnya lagi Keira bisa dipindahkan ke kampus lain."balas Kenzo, sambil melihat layar ponsel.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA & LUKANYA (COMPLETE)
Novela JuvenilSEMESTA bertemu dengannya adalah ketidaksengajaan yang membuat saya ingin mengenalnya lebih jauh. apakah luka ini sudah benar benar sembuh? ntahlah rasanya ia ada ruang tersendiri di dalamnya. Semesta kumohon, pertemuan pertama yang membuatku jatuhc...
