Menempuh di perempatan jalan
Happy reading!
Keira berdiam diri, menatap langit malam yang penuh bintang dengan mata yang nanar dan hati yang berat. Ia sedang memikirkan hubungannya dengan Farrel, mempertimbangkan hubungan yang sudah diambang batas, dengan rasa kegelisahan yang menghantui pikirannya.
"Kei," tegur Salma, mendekati Keira sambil memegang gelas yang berisi jus jeruk segar. Keira menoleh ke arahnya, dan mengambil gelas yang dikasih oleh Salma dengan tangannya yang gemetar. "Makasih ya Sal," ucapnya dengan suara yang lembut.
"Kei, gue tau gue ga bermaksud buat ikut campur hubungan Lo sama Farrel," ujar Salma dengan nada yang penuh kekhawatiran. "Tapi setelah gue tau semua yang udah terjadi belakangan ini sama keluarga Lo, dan itu ulah dari bokapnya Farrel yang licik dan kejam. Lebih baik Lo putus aja sama dia, Kei," lanjut Salma, memandang wajah Keira dengan penuh kekhawatiran.
"Iya Sal," balas Keira dengan menghela napas berat yang terasa begitu melelahkan. "Gue juga bingung Sal, gue ga mau libatkan orangtua gue sejauh ini karena hubungan gue sama Farrel. Di sisi lain, gue sayang sama dia Sal, tapi di sisi lain gue ga mau bokap sama nyokap gue terkena imbasnya," lanjut Keira dengan suara yang penuh kekhawatiran.
"Terus gimana sama pekerjaan Lo yang sekarang Kei? Lo beneran udah keluar kan dari cookies store punya Nayla?" tanya Salma pada Keira dengan nada yang penuh penasaran.
"Udah, gue juga udah gamau berurusan sama Nayla lagi," balas Keira dengan tegas. "Sal, menurut Lo gue ambil tawaran Reynald apa Kenzo ya. Gue bingung banget kalo harus tolak salah satu di antara mereka," lanjut Keira dengan wajah yang penuh kebingungan.
"Tapi kalo boleh jujur, mending Lo ambil ajakan Kenzo aja Kei. Lagipula kalian berdua kan udah lama saling kenal, keluarga besar kalian juga udah saling tau kan," ujar Salma dengan nada yang penuh persuasi.
"Gue takut Farrel salah paham sama gue Sal, Lo tau sendiri Farrel ga suka kalo Kenzo dekat-dekat sama gue," balas Keira dengan suara yang penuh kekhawatiran.
"Iya juga sih, coba kali ya gue tanya sama bokap gue dulu, kali di perusahaan dia lagi buka lowongan gitu," balas Salma pada Keira.
(Rumah Reynald)
"Rel," tegur Mike pada Farrel yang sedang melamun memandang ponsel yang berisi wallpaper foto Keira dengan mata yang nanar dan hati yang berat. Farrel hanya menoleh ke arahnya, tanpa berbicara satu katapun, seperti sebuah patung yang diam dan tak bergerak.
"Lo lagi mikirin Keira ya? Gue tau ini berat buat Lo di situasi kayak gini, tapi gue yakin kok, Lo bisa lewati ini semua," balas Mike, tersenyum lebar sambil menepuk bahu Farrel dengan penuh dukungan dan kepercayaan.
"Kalo gue sih udah pasti bisa Mike, tapi yang gue khawatirkan Keira, gue takut dia ga kuat buat berada di situasi ini yang penuh tantangan dan kesulitan," sahut Farrel dengan suara yang penuh kekhawatiran dan kesedihan.
"Menurut gue, perempuan itu tergantung laki-lakinya. Kalo Lo merasa yakin bisa lewati ini semua, gue yakin kok Keira juga bisa lewati ini bareng-bareng sama Lo, seperti sebuah tim yang solid dan kuat," sahut Reynald, saat masuk ke dalam kamar dengan langkah yang percaya diri.
"Lo juga ga usah khawatir kalo Nayla mengusik hubungan Lo lagi. Biar itu urusan kita, mending Lo fokus aja hubungan Lo sama Keira," lanjut Reynald dengan nada yang penuh keyakinan dan kepercayaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA & LUKANYA (COMPLETE)
Teen FictionSEMESTA bertemu dengannya adalah ketidaksengajaan yang membuat saya ingin mengenalnya lebih jauh. apakah luka ini sudah benar benar sembuh? ntahlah rasanya ia ada ruang tersendiri di dalamnya. Semesta kumohon, pertemuan pertama yang membuatku jatuhc...
