Keputusan yang salah
Happy reading!
Universitas wrexham
"KEIRA."tegur salahsatu pria yang memanggil Keira dari kejauhan. Langkah kami Keira terhenti dan menoleh ke belakang dan mencari suara yang memanggilnya.
"Kamu Keira kan ya?"tegurnya lagi.
"Iya kak, ada apa ya?"
"Bisa ikut kita sebentar engga? Ada hal yang gue pengen bicarakan."balas Pria B. Gadis itu mengiyakan ajakan 2 laki laki dan mengikutinya dari belakang.
Saat perempatan jalan dari pintu masuk, dirinya bertanya dalam hati. "Ini mau kemana ya."gumam Keira, sambil memperhatikan keadaan sekitar.
"Kak, sebenarnya kita mau kemana ya?"kata Keira, dengan kondisi bingung menatap 2 laki laki tersebut.
Tiba di depan mobil berwarna putih, 2 laki laki tersebut saling menoleh satu sama lain, untuk memastikan bahwa di sekitar aman dan membawa Keira keluar dari kampus.
Kedua laki laki tersebut, memegang tangan Keira kiri kanan, gadis itu sempat memberontak beberapa kali namun genggaman tangannya sangat kuat hingga tidak bisa terlepas.
Keira berhasil di bawa masuk ke dalam mobil berwarna putih dan melaju keluar dari kampus.
-----
"Keira belum datang, El?"tanya Salma pada Elina, saat masuk ke dalam kelas.
"Belum kayaknya Sal, lagi di jalan mungkin. Apa Keira sama Farrel?"sahut Elina, kemudian Salma duduk di kursinya sambil memperhatikan pintu kelas.
-----
"Bim, Lo pakai parfum kebanyakan anjir."gerutu Mike, mengendus ke baju milik Bima.
"Apaan sih Lo norak!"sahut Bima.
"Ini tuh parfum limited edition ya, gue jastip dari jepang."kata Bima, sambil mengambil parfum di tas.
"Rel."tegur Reynald.
"Gimana kabar Keira? Dia udah keluar belum dari cookies store milik Nayla?"
"Harusnya sih udah, tapi belum gue pastiin lagi."balas Farrel.
"Lo berdua tuh pacaran ga sih? Masa begitu aja engga tau Rel, Rel.."cibir Bima.
"Gue tuh takut dia risih Bim, makanya gue engga terlalu banyak nanya masalah kerjaan dia."
"Udah lah Rel, Lo nanggapi omongan Bima, dia aja ngejar Novi belum dapat dapat."sahut Mike.
"Ini lagi! Pojok'in aja terus gue Mike."gerutu Bima.
Saat mereka berempat keluar dari area parkir mobil, tiba tiba motor sport melintasi Mereka berempat. Membuat mereka terdiam dan fokus kepada motor yang di bawa oleh laki laki hingga berhenti di lobby.
"Berani banget songong di depan kita kita, belum tau aja kalo kita udah beraksi."cibir Bima, sambil memperhatikan motor sport.
"Kenzo?"kata Farrel, saat Kenzo melepas helm berwarna hitam metalik dari motor sport yang melintasi Mereka berempat.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA & LUKANYA (COMPLETE)
Teen FictionSEMESTA bertemu dengannya adalah ketidaksengajaan yang membuat saya ingin mengenalnya lebih jauh. apakah luka ini sudah benar benar sembuh? ntahlah rasanya ia ada ruang tersendiri di dalamnya. Semesta kumohon, pertemuan pertama yang membuatku jatuhc...
