Melihat kebahagiaan orang yang kita cintai
Happy reading!
Di Ruang Rawat Kenzo
Suasana di kamar rawat itu sunyi dan hangat. Kenzo perlahan membuka matanya. Pandangannya masih buram, tapi siluet empat sosok segera terlihat-Keira, Gabby, Elina, dan Salma.
"Akhirnya sadar juga lo," ujar Gabby, tersenyum lega.
"Alhamdulillah, Ken." Keira menimpali pelan. Wajahnya terlihat tenang, tapi matanya menyimpan kelegaan yang tak bisa disembunyikan.
Kenzo menoleh lemah ke arah Keira. "Lo nggak apa-apa, Kei?" tanyanya lirih.
Keira menggeleng pelan, lalu membalas dengan senyum tipis. "Aku baik-baik aja."
Kenzo mengedarkan pandangan, lalu melirik ke arah jam dinding. Jarumnya menunjukkan pukul 08.30 WIB. "Eh, kalian... gak telat ke kampus?"
"Iya, Kak, kita emang mau berangkat," sahut Elina cepat.
Salma mendekat sedikit. "Tapi lo beneran udah mendingan, Ken? Gimana kondisi lo sekarang?"
"Lumayan lah... udah lebih enak," jawab Kenzo, lalu kembali menatap Keira yang duduk di sisi ranjangnya.
"Kei, kamu gak mau ikut mereka ke kampus? Mumpung masih pagi."
"Aku udah izin dari kampus hari ini. Mau nemenin kamu dulu," jawab Keira lembut.
Salma lalu menyodorkan kantong plastik. "Oh ya, kita bawain makanan buat kamu berdua. Jangan sampai sakit tapi perut kosong."
"Makasih banyak ya," ucap Kenzo tulus.
Salma menyengir nakal. "Cepet sembuh! Jangan kebanyakan tidur! Ntar otot lo kaku."
"Haha... noted, Ketua BEM," balas Kenzo sambil tersenyum lemah.
"Duluan ya, Kei, Kak," pamit Gabby dan Elina sambil melambaikan tangan. Tak lama kemudian, mereka pun meninggalkan ruangan.
---
Di Ruang Farrel
Di sisi lain rumah sakit, suasana kamar Farrel tak kalah serius. Mike duduk di tepi ranjang, menatap Farrel yang masih terbaring dengan infus di tangan.
"Rel, gue mau nanya serius. Lo masih punya perasaan nggak sih sama Keira?"
Farrel menghela napas. "Masih... tapi percuma. Keira udah gak mau berurusan sama gue. Sekarang gue cuma bisa jagain dia... dari jauh."
"Lo salah," potong Bima, yang duduk santai di sofa. "Tadi malam, waktu dokter udah izinin kita masuk... Keira masuk ke ruangan lo duluan, bahkan sebelum nengokin Kenzo."
Farrel langsung menoleh. "Serius, Bim?"
Reynald mengangguk pelan. "Gue juga lihat. Dia kecup kening lo waktu lo belum sadar. Dia masih sayang sama lo, Rel."
Farrel terdiam. Pandangannya menerawang. "Rey... gue harus gimana? Gue beneran gak bisa bohong. Gue sayang banget sama Keira."
"Ngomong baik-baik sama dia. Terbuka. Jujur," saran Reynald.
"Betul!" sahut Bima bersemangat. "Kalo gue seganteng lo, udah gue rebut tuh hati Keira. Sayangnya... ganteng gue terbatas."
Mike tertawa. "Tenang, Bim. Gue kasih lo rahasia skincare Korea gue. Dijamin naik level!"
Reynald berdiri. "Rel, kita pamit ya. Gue udah suruh sopir bokap buat anter lo pulang. Dokter juga udah gue tanyain soal waktu pulangnya lo."
"Thank you banget, Rey."
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA & LUKANYA (COMPLETE)
Teen FictionSEMESTA bertemu dengannya adalah ketidaksengajaan yang membuat saya ingin mengenalnya lebih jauh. apakah luka ini sudah benar benar sembuh? ntahlah rasanya ia ada ruang tersendiri di dalamnya. Semesta kumohon, pertemuan pertama yang membuatku jatuhc...
