LUKA YANG KURINDU

85 21 0
                                        

"Lelah ku menangis terluka karena mu, ini kekalahanku."

Happy reading!

[Taman Belakang Kampus - Tempat Sepi dan Jarang Dilalui]

Keira mengikuti langkah tiga mahasiswi itu melewati lorong kampus yang sunyi, hingga akhirnya mereka berhenti di taman belakang-area sepi yang nyaris tak pernah dilewati mahasiswa lain.

Keira menatap sekitar, mulai merasa ada yang janggal. "Ini... ada apa ya? Kenapa bawa aku ke sini?"

Salah satu dari mereka melipat tangan di dada. "Tenang aja. Kita cuma mau ngobrol, Keira."

"Ngobrol?" Keira menatap mereka satu per satu, gelisah.

"Iya. Tentang lo yang tiba-tiba naik daun banget akhir-akhir ini," ujar salah satu dari mereka dengan nada tajam.

"Dari Farrel, terus Kenzo... sampai bisa-bisanya bikin dua cowok itu hampir ribut. Hebat juga lo," tambah yang lain dengan senyum menyindir.

Keira mundur selangkah, suaranya mulai bergetar, "Gue gak ngerti maksud kalian."

"Oh please, Keira. Lo pikir dengan tampang lugu dan gaya sok polos bisa ngebohongin satu kampus? Semua orang udah tahu siapa lo. Cewek murahan."

PLAK!
Tamparan keras mendarat di pipi Keira. Ia terhuyung, menahan sakitnya.

"Lo pikir lo pantas jalan sama cowok-cowok sekelas mereka?" ejek satu lagi sambil menarik rambut Keira kasar.

"Aduh! Sakit!" teriak Keira, nadanya tegas meski tubuhnya bergetar. "Lo semua gak kenal gue. Gak tahu cerita gue. Jadi jangan sok tahu tentang hidup gue!"

Tawa mengejek justru terdengar sebagai balasan.

"Mulut lo tajam juga ya," cibir mahasiswi lain, lalu menghantam perut Keira dengan tendangan. Keira terjatuh, menggigit bibir menahan rasa sakit.

"Gue kasih peringatan, jangan pernah deket-deket Kenzo lagi. Atau lo bakal ngalamin lebih parah dari ini!" bentaknya.

"WOI!!"

Teriakan lantang terdengar dari arah belakang. Ketiganya menoleh-kaget melihat Farrel datang dengan wajah penuh amarah.

Farrel segera menghampiri, sorot matanya tajam. "Gila lo semua?! Ini kampus, bukan tempat buat nyiksa orang!"

"Kita cuma ngajarin anak kampung ini biar tau diri," sahut salah satu dengan nada congkak.

"Bangs*t lo! Keira salah apa?! Lo pikir dengan senioritas bisa main kasar gitu?!"

Farrel langsung berlutut, memeriksa Keira yang masih terduduk di tanah.

"Kalau sampai Keira kenapa-kenapa, gue cari lo semua sampai dapat!" ancamnya. Ketiga mahasiswi itu akhirnya pergi, menahan geram.

Farrel menatap Keira khawatir. "Kita ke UKK ya sekarang."

"Aku bisa sendiri," tolak Keira pelan sambil mencoba bangkit. Namun kakinya lemas dan ia hampir jatuh lagi.

SEMESTA & LUKANYA (COMPLETE)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang