TITIK TEMU

96 16 8
                                        

I love you more than anything

Happy reading!

Sesampainya di rumah sakit, Keira dan Raisa dengan sigap membawa Sarah masuk ke ruang UGD. Sarah segera ditangani oleh dokter, sementara keduanya menunggu dengan cemas di luar.

Beberapa menit berlalu. Seorang dokter keluar dari ruangan sambil membuka masker medisnya.

"Lukanya nggak terlalu dalam. Teman kalian sudah bisa dijenguk sekarang," ucapnya ramah.

"Terima kasih, Dok." Keira dan Raisa membungkukkan badan ringan, lalu segera masuk ke ruang rawat tempat Sarah berbaring.

"Sar..." Keira mendekat ke sisi ranjang, menatap sahabatnya penuh rasa bersalah. "Gue minta maaf, ya. Gue nggak nyangka semuanya bakal runyam kayak gini."

Sarah menghela napas, lalu tersenyum lemah. "Ini bukan salah lo, Kei. Serius. Tapi... lo sendiri gimana? Beneran nggak papa?"

Keira menggeleng sambil mengembuskan napas pelan. "Alhamdulillah, gue baik-baik aja. Lo lapar nggak? Gue bisa beliin makanan ke kantin."

"Nggak usah repot, Kei. Gue masih kenyang drama," sahut Sarah sambil terkekeh kecil.

Sarah lalu menoleh ke arah Raisa. "By the way, dokter bilang apa, Rai?"

"Luka lo aman. Nggak dalam, dan penanganan tadi juga cepat. Sekarang tinggal nunggu obat jalan doang," jawab Raisa meyakinkan.

Tak lama, pintu terbuka. Elina dan Gabby masuk dengan wajah cemas.

"Salma mana, El? Gab?" tanya Keira begitu melihat mereka.

"Udah kita anterin pulang barusan, Kei. Ini kita sekalian mau jemput lo, biar bisa pulang bareng," jawab Elina.

Gabby memperhatikan wajah Sarah yang pucat, namun terlihat lebih tenang.

"Kei, kalau lo mau pulang bareng mereka, pulang aja. Biar gue yang urus Sarah sampai balik. Kebetulan dia tinggal di apartemen gue juga," ujar Raisa sambil menepuk bahu Keira.

"Iya Kei, nggak usah khawatir. Dokter bilang gue udah boleh pulang kok. Tinggal nunggu antibiotik aja," timpal Sarah.

Keira menggenggam tangan Sarah sebentar. "Sar, makasih banget ya… dan maaf juga. Kalau bukan karena lo, mungkin gue sekarang—"

"Gue yang harus bilang makasih. Lo udah mau jadi sahabat gue aja, itu lebih dari cukup buat gue," potong Sarah, suaranya bergetar.

Keira tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca. "Gue balik dulu ya. Rai, gue pamit."

Saat Keira baru melangkah ke ambang pintu, suara lembut Sarah memanggil.

"Kei..."

Keira menoleh, sedikit bingung.

"Lo harus hati-hati sama Jessica. Gue nggak tahu dia bakal ngelakuin apa, tapi dia benci banget sama lo. Lo harus waspada, ya?"

Keira mengangguk, wajahnya serius. "Makasih ya, Sar… udah jagain gue diam-diam."

---

SEMESTA & LUKANYA (COMPLETE)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang