PILIHAN TERBAIK?!

89 25 0
                                        

Tidak mudah mengambil keputusan yang sebenarnya bukan keinginannya.

Happy reading!

Suara notifikasi WhatsApp memecah keheningan kamar.

Rony:
(Foto: Kenzo dan Keira berpegangan tangan)
“Gimana? Cukup jelas kan? Gue pengen bayaran mahal buat ini. 50 juta. Langsung transfer ke rekening gue.”

Nayla yang tengah rebahan santai di atas ranjangnya—masih mengenakan dress hitam usai bertemu ayah Farrel—tersenyum miring. Jemarinya gesit mengetuk layar ponsel. Tanpa pikir panjang, ia langsung membuka aplikasi mobile banking dan mentransfer uang sesuai permintaan.

“Worth it,” gumamnya pelan.

Ia lalu bangkit dari kasur, duduk tegak di depan meja belajarnya, membuka laptop dengan cepat. Setelah membuka akun anonim yang sudah lama ia siapkan, ia mulai mengunggah foto itu ke media sosial kampus, menyelipkannya dalam narasi provokatif dan penuh insinuasi.

“Pacar siapa nih yang udah move on ke pelukan cowok lain? Atau jangan-jangan dari dulu mereka emang main belakang?”

Unggahan itu dilengkapi dengan tagar-tagar sinis yang mengarah ke Keira—cukup untuk menyulut bara gosip dalam hitungan menit.

Tatapan Nayla menusuk layar laptop dengan sorot dingin.

“Ini baru tahap awal, Keira…” bisiknya pelan, hampir seperti mantra.

Wajahnya menegang. Tidak ada senyum, hanya mata penuh amarah dan dendam.

“Gue bakal bikin hidup lo hancur. Hancur kayak hidup gue waktu Farrel milih lo.” lanjutnya, suaranya nyaris bergetar karena emosi.

Tangannya mengepal pelan di atas meja, sebelum akhirnya menyandarkan tubuh ke kursi, puas dengan satu langkah awal balas dendam yang telah dimulai.

------

Keesokan harinya.

Langit kampus tampak kelabu, awan menggantung berat seperti menyimpan badai. Farrel berjalan bersama Mike, Bima, dan Reynald menyusuri koridor fakultas. Tapi sejak awal langkah, suasana terasa janggal.

Tatapan demi tatapan mampir ke arah mereka. Bisik-bisik terdengar samar. Beberapa mahasiswa bahkan menahan senyum sinis.

“Lo ngerasa nggak sih, orang-orang ngeliatin kita?” bisik Mike, alisnya mengerut.

“Dari tadi juga gue ngerasa,” sahut Bima, matanya waspada.

Reynald langsung mengambil ponsel, membuka sosial media kampus—dan saat itu juga wajahnya mengeras.

“Rel…” bisiknya sambil menyodorkan layar.

Farrel menghentikan langkah. Di layar itu, terpampang foto Kenzo dan Keira berpegangan tangan. Caption-nya menyakitkan:

> "Si paling setia ternyata nggak sedingin itu ya hatinya. Baru putus, eh… langsung gandengan."

Beberapa detik Farrel terdiam. Matanya menajam, rahang mengeras. Lalu...

SEMESTA & LUKANYA (COMPLETE)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang