Moment paling berkesan dalam hidup
Happy reading!
MALAM SEBELUM KENZO BERANGKAT
Di depan rumah Salma.
Salma membuka pagar depan rumah ketika mendengar suara motor berhenti.
"Ken? Tumben banget lo dateng tanpa kabar dulu," ucap Salma sambil tersenyum kecil.
"Gue nggak punya banyak waktu, Sal. Gue ke sini buat pamitan."
"Pamitan? Emangnya mau ke mana?"
Kenzo menarik napas dalam. "Gue ke Belanda. Ambil S2 lewat beasiswa."
"Serius? Lo udah keterima?" Mata Salma membelalak.
"Belum. Minggu depan tes tertulisnya," jawab Kenzo sambil tersenyum.
"Kapan berangkat?"
Kenzo melirik jam tangannya. "Jam delapan besok pagi, gue harus udah di bandara."
"Hati-hati ya, Ken. Gue doain semoga semua lancar," ucap Salma tulus.
"Makasih, Sal."
Salma terdiam sejenak, lalu memberanikan diri bertanya, "Ken... lo beneran ikhlas ngelepas Keira balik ke Farrel?"
Kenzo tersenyum hambar. "Keira bahagia sama Farrel. Dan kalau dia bahagia, gue juga harusnya bahagia."
Salma menatapnya dalam. "Apa ini... pelarian lo, Ken?"
"Salah satunya," jawab Kenzo jujur. "Tapi tolong, jangan bilang Keira. Gue gak mau dia merasa bersalah atas pilihan hatinya."
"Kita juga udah ngomong baik-baik. Gue gak bisa hidup sama orang yang gak cinta balik sama gue," lanjut Kenzo dengan tenang.
"Iya, gue ngerti..." jawab Salma pelan.
"Gue ke rumah Keira dulu ya. Sekalian pamit."
"Hati-hati, Ken."
---
Rumah Keira - Pukul 21.20
Keira membuka pintu setelah bel berbunyi.
"Kenzo?" tanyanya kaget.
"Lo belum tidur?" tanya Kenzo.
"Belum. Lagi beresin tugas statistik," jawab Keira sambil tersenyum. "Lo gak biasanya datang malam gini."
"Gue gak sempat ngabarin... gue ke sini mau pamit."
"Mau pamit?" Keira menoleh penuh tanya.
"Mama nyaranin gue ambil S2 di Belanda. Gue berangkat besok pagi."
Keira menutup mulutnya. "Wow! Itu kabar baik, Ken! Gue bangga banget."
"Makasih, Kei."
Saat mereka berjabat tangan, Keira refleks menggenggam erat. "Maaf... gue kelepasan. Gue seneng banget buat lo."
Kenzo hanya tersenyum, lalu mengusap pelan poni Keira ke samping. "Jaga diri lo ya, Kei."
Keira tertawa kecil, "Lo juga! Jangan lupa minum obat kalau sakit. Jangan sok kuat. Cuaca sana beda."
"Gue pulang ya..."
"Masih sore, santai aja sih!" canda Keira.
"Enggak, gue ada keperluan ke supermarket juga," bohong Kenzo sambil menunduk.
"Tunggu... gue ambil sesuatu dulu."
Keira masuk ke dalam, lalu kembali dengan boneka beruang kecil.
"Ini buat lo. Emang gak cocok sih, tapi lo harus simpan! Kalau kangen gue, liatin itu sambil manggil nama gue tiga kali!"
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA & LUKANYA (COMPLETE)
Teen FictionSEMESTA bertemu dengannya adalah ketidaksengajaan yang membuat saya ingin mengenalnya lebih jauh. apakah luka ini sudah benar benar sembuh? ntahlah rasanya ia ada ruang tersendiri di dalamnya. Semesta kumohon, pertemuan pertama yang membuatku jatuhc...
