"Gue gak mau tahu! Pokoknya lo yang urus ini bocah!"
"Lah, anjir? Ini gimana ngurusnya? Gue belum pernah ngurus bokem anjir."
Dan dari situlah semua masalah dimulai.
.
.
.
Tertarik? Yuk langsung baca, jangan lupa vote and komen yah😉
[DON'T COPY]...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari ini adalah akhir pekan. Biasanya diakhir pekan seperti ini, Erga akan mengajak Nevan dan juga Argan untuk pergi ke taman. Namun, kali ini bukan mengajak ke taman, si kecil Erga terus merengek untuk pergi berenang.
Hal ini bermula dari Erga yang melihat tayangan kartun robot kucing dan teman manusianya tengah berenang di pantai. Melihat hal itu, jelas Erga penasaran dan dengan polosnya dia berkata ingin seperti yang sedang ditampilkan dalam serial kartun tersebut alias berenang.
Nevan sendiri hanya bisa menghela nafas lelah. Ini masih pukul tujuh lewat lima belas, bukankah terlalu pagi untuk berenang, pikirnya.
"Ega mau cepelti itu!" Tangannya sibuk menunjuk televisi, padahal televisi menyala itu sudah menampilkan iklan.
"Iya, iya, tapi kita berenang di kolam renang aja ya?" Tawaran Nevan jelas tak sepenuhnya dipahami oleh si kecil.
"Ada itan?"
"Nggak ada ikan kalau di kolam renang," jelas Nevan tentu membuat si kecil Erga kecewa.
Padahal niatnya ingin berenang karena ingin melihat ikan.
"Ega mau liyat itan..." lirih si kecil dengan bibir yang melengkung ke bawah. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca, seolah siap menumpahkan kekecewaannya.
Tidak perlu menunggu lama, tangis itu pun pecah seketika. Nevan dibuat menghela nafas lagi-lagi. Bertepatan saat Nevan hendak mengangkat tubuh Erga untuk digendongnya, suara pintu terbuka berhasil mengalihkan pandangannya pada sesosok lelaki yang kini tengah memasuki rumahnya.
Lelaki itu menaikkan sebelah alisnya bingung, kemudian menatap Nevan seolah bertanya, apa yang terjadi di sini.
"Anak lo nangis minta berenang sambil lihat ikan," ujar Nevan malas.
Lelaki itu mengangguk paham tanda mengerti. Dia adalah Argan. Ya walau hubungan persahabatannya bersama Nevan sudah tidak seperti dulu, namun ia tetap berusaha untuk membagi waktunya saat akhir pekan agar bisa menemani Erga. Ia juga berusaha agar bisa kembali dekat seperti dulu dengan Nevan, namun rasanya Nevan seolah membangun dinding tak kasat mata, membuat Argan sulit untuk sekedar berbicara santai dengannya.
"Erga mau berenang sama lihat ikan?" tanya Argan lembut sembari mengangkat Erga dalam gendongannya.
"Em! Ega mau cepelti di itu," tangan kecilnya menunjuk televisi yang tengah menyala. Argan mengernyit tidak mengerti, lantas dirinya menatap Nevan dengan pandangan bertanya.
"Lihat film doraemon tadi, habis itu tiba-tiba minta berenang sama lihat ikan." Penjelasan itu lagi-lagi dipahami baik oleh Argan.
"Emm, gimana kalau kita ke Aquarium Safari? Katanya di sana juga ada kolam renang sama pantainya kan?" Argan menatap Nevan, meminta izin juga persetujuan agar boleh membawa Erga pergi ke sana.