13

430 112 29
                                        

Sorry for typo because typo is manusiawi🙏

Argan mengernyit bingung kala dirinya kini berdiri pada luasnya taman penuh pohon dan juga banyak bunga tumbuh menyebar di segala penjuru taman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Argan mengernyit bingung kala dirinya kini berdiri pada luasnya taman penuh pohon dan juga banyak bunga tumbuh menyebar di segala penjuru taman. Padahal seingatnya dia baru saja mengalami kecelakaan, lantas bagaimana dirinya bisa tiba-tiba ada di taman ini.

"Daddy! Kenapa cuma berdiri saja?" teriak seorang anak kecil yang mungkin masih seusai Erga sekarang. Argan menoleh ke arah sumber suara, dapat ia lihat anak perempuan itu melambaikan tangan ke arahnya.

Tanpa pikir panjang, Argan berjalan mendekati anak perempuan yang memanggilnya tadi.

"Ayo, sini duduk!" ajak anak itu dan langsung dituruti oleh Argan.

Argan dudukkan dirinya di atas rerumputan yang terasa lembut itu. "Kenapa kamu memanggilku, Daddy?" Jelas pertanyaan itu Argan layangkan karena merasa bingung dengan situasi yang ia alami sekarang.

Anak kecil itu menoleh, lantas ia ulas senyum manis ke arah Argan. "Kata Mommy, Daddy itu kan ayahku," balasnya riang.

Argan terdiam sejenak. Ia tatap lamat-lamat setiap inci wajah ceria anak kecil dihadapannya.

"Lalu, di mana Mommy yang kamu maksud?" Pertanyaan Argan membuat anak kecil itu mendadak membuat gestur berpikir, sebelum akhirnya tangan mungilnya menunjuk ke arah belakang Argan. Sontak dirinya menoleh ke belakang dan dapat ia lihat, seseorang yang sangat ia kenal berjalan ringan mendekat ke arahnya.

Dia adalah Atha. Orang yang membuat perasaannya selalu tak menentu akhir-akhir ini. Orang yang selama ini ia cari, kini berjalan mendekat ke arahnya.

Sebelum Argan berdiri, anak kecil di sampingan justru lebih cekatan. "Mommy!" Teriakan anak itu sungguh riang, terbukti dengan dirinya yang kini berlari dan langsung memeluk kaki jenjang ibunya.

"Ya ampun, hahaha," tawa Atha sebagai respon kala melihat tingkah laku putrinya pun tak luput dari arah pandang Argan yang terkejut.

"Atha?" lirih Argan yang masih bingung mencerna setiap kejadian yang ada.

"Mommy, lihat! Daddy datang ke sini!" Atha menolehkan kepalanya ke arah Argan. Dirinya tersenyum kecil, lantas berjalan mendekati Argan sembari menggandeng tangan putrinya.

"I-ini beneran Atha?" Pertanyaan itu jelas membuat Atha terkekeh ringan.

"Memangnya siapa lagi kalau bukan Atha," jawaban itu cukup meyakinkan diri Argan jika orang yang ada di hadapannya ini adalah Atha.

Argan menatap Atha dan gadis kecil yang kini berlarian sendirian tak tentu arah secara bergantian. Gadis kecil itu memanggil Atha dengan sebutan 'mommy', jadi apakah dia sungguh anaknya. Seolah mengerti kebingungan Argan, Atha mengulas senyum simpul.

"Dia anak kamu," ujar Atha meyakinkan Argan.

"Dia anak kita? Anak yang kamu kandung?" Atha mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Argan.

Little ErgaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang