"Presiden Oh dari Stardom Entertainment baru saja mengubungi dan menanyakan apakah Tuan Kim dapat meluangkan waktunya untuk makan siang hari ini.."
Seonho melirik assistennya dan kembali menatap putrinya yang tertidur. Tatapannya begitu serius saat menanggapi assistennya.
"Katakan tidak."
"Presiden Oh sebaiknya menjaga garis bawahnya jika tidak ingin menarik musuh.."
Itu jelas. Seonho bisa menebak apa yang di inginkan Oh Sehun – Presiden Stardom Entertainment – itu. Status kedua putrinya, nama keluarga Kim serta masalah yang baru saja membuat semua orang gempar adalah titik penjualan besar yang pasti di inginkan banyak pengusaha dari industri hiburan.
Dia menolak dengan tegas.
Assistennya, segera menghubungi Stardom dan mengatakan jika Kim Seonho tidak ingin bertemu. Tentu saja, awalnya assisten kecil itu masih berusaha membujuk untuk bisa mendapatkan janji bertemu kapanpun, tapi Seonho menyuruh assistennya untuk menolak apapun yang di katakan Assisten maupun Presiden Stardom itu dengan tegas.
Mendapatkan penolakan yang terang-terangan, Sehun menggeram dengan marah. Dengan marah membanting tangannya.
"Sialan! Hanya karena dia pejabat penting, dia berani mengancam ku!"
"Presiden Oh, sebaiknya kita tidak memaksa. Jika sampai Nyonya Oh Yeonso mengetahui hal ini, tidak dapat di pungkiri jika dia akan segera mengambil alih pergerakan Stardom Entertainment.." assisten itu memperingatkan Sehun agar tidak terlalu menunjukkan keinginannya.
"Dalam beberapa hari lagi, akan ada pertemuan antar pengusaha dan Stardom mendapatkan undangan. Itu bisa menjadi kesempatan bagus karena Kim Seonho juga mendapatkan undangan yang sama. Tapi, akan sulit karena Nyonya Oh Yeonso juga di pastikan akan datang."
Mendengar itu, Sehun seperti mendapatkan kembali nyawa dari ambisi besarnya.
"Tentang apa acara itu?"
"Tentang pewaris keluarga Manoban yang akan secara resmi mengambil alih perusahaan. Semua orang-orang penting mendapatkan undangan dari perusahaan keluarga Manoban, termasuk Stardom. Ini bisa menjadi kesempatan bagus jika ingin menjalin hubungan dengan banyak perusahaan lain.."
Ini seperti dua kali dia di jatuhi keberuntungan, "Pastikan untuk mengingatkan ku untuk datang. Ini adalah hal yang ku tunggu-tunggu.."
Pengalihan pemegang perusahaan akan berganti, itu artinya jika dia mendapatkan wajah baik di hadapan pewaris, dia bisa mendapatkan banyak keuntungan.
___
Dua hari sebelum acara dimulai...
Sehun tidak lagi mencoba menghubungi Kim Seonho ataupun mencari tahu tentang kedua Kim yang lebih muda itu. Bukan karena dia tidak ingin mencarinya, tapi itu karena Oh Yeonso selalu berada di sisinya menempel.
Itu membuat Sehun tidak bisa melakukan apapun selain mengikutinya dengan sabar.
"Kau benar-benar tidak melakukan sesuatu di belakang ku? Kau tahu, tingkat mu sedikit mencurigakan akhir-akhir ini.." Yeonso memicingkan matanya dengan curigai. Dia yang paling mengenal laki-laki yang saat ini bersamanya ini, dia tahu pasti.
"Aku tidak melakukan apapun... Aku hanya bekerja seperti biasa. Rapat, menandatangani dokumen, dan rapat lagi. Hanya seperti itu.."
Assisten kecil di samping merasa sangat ingin tertawa melihat bagaimana Sehun yang begitu tertekan dan mengalah di samping Yeonso; seperti anak kecil yang penurut.
"Karena dua hari lagi kita akan menghadiri acara keluarga Manoban, bagaimana jika kita pergi mencari pakaian yang akan kita kenakan nanti?" Ujar Sehun. Dia bersusah payah mencari cara agar Yeonso mengalihkan perhatian dari dirinya.
Mendengar tentang itu, Yeonso menanggapi dengan semangat.
Bukankah itu acara penting? Pengusaha lain juga pasti datang dengan penampilan terbaik mereka. Bukankah dia harus tampil dengan menarik juga?
"Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang.."
Tapi yang tidak di harapkan adalah, mereka secara tidak sengaja bertemu dengan Seonho dan Jennie di tempat yang sama.
Jennie di sini mencari pakaian yang akan dia kenakan saat acara, dan tentunya untuk Lisa juga. Dia menggunakan baju yang sedikit kebesaran untuk menutupi dan melindungi perutnya yang mulai sedikit membesar agar tidak tertekan.
Jika bertanya tentang Lisa, dia tengah berada dalam kesibukan yang padat saat harus berhadapan dengan banyak dokumen serta Marco yang baru kembali. Itu lah alasan kenapa dia tidak menemani Jennie dan Seonho lah yang menemaninya.
Tapi tidak seperti biasa, karena moodnya yang sering berubah-ubah, ini membuat Seonho dan assisten yang menemaninya harus lebih banyak bersabar menghadapi wanita hamil.
"Appa, bagaimana menurut mu? Tapi aku ingin sesuatu yang lebih indah dari ini.." Bibirnya cemberut.
Seonho menghela nafas, dia benar-benar menggunakan seluruh kesabarannya. "Bagaimana jika kita meminta Lisa agar memesan pakaian bagus agar tidak telat pergi memeriksa kandungan mu?"
Jennie berpikir sejenak sebelum mengangguk setuju, "Tapi Appa yang bilang. Aku juga ingin pakaian couple untuk itu!"
"Ne.. Appa yang akan mengatakannya. Sekarang kita pergi ke rumah sakit lalu makan siang.."
Assistennya dengan cepat menyiapkan mobil. Sementara Seonho menuntun putrinya keluar.
Tapi, Sehun yang baru datang dan tidak sengaja melihatnya, dia tidak menghampirinya. Yeonso yang melihatnya ingin menghampirinya untuk menyapa, tapi Sehun menahannya.
"Sepertinya Tuan Kim sedang bersama putrinya, dia paling tidak suka saat orang menganggu waktunya dengan putrinya.."
Akhirnya, keduanya menyaksikan Seonho dan Jennie yang pergi.
_____
Manoban Corporation.
Para pemegang saham berkumpul. Mereka dengan tenang dan suka cita menyambut pewaris yang akan mengambil alih kursi kepemimpinan.
Seluruh pemegang saham sangat di yakinkan oleh kinerja Lisa. Apalagi, sebelum Marco memutuskan untuk secara resmi mengumumkannya untuk mengambil alih, dia meminta Lisa untuk beberapa bulan mengambil alih perusahaan dan itu memiliki dampak yang positif. Saham perusahaan terus menaik dan mendapatkan banyak keuntungan. Mungkin karena cara dan pemikiran Lisa lebih modern, dia dengan cepat mendapatkan banyak keuntungan untuk perusahaan.
Ini benar-benar membuat para pemegang saham diam dan sangat mendukung keputusan Marco.
Tidak ada sedikitpun keraguan!
"Sebenarnya, aku sudah menyiapkan banyak alasan agar kalian percaya dan menerima. Tapi siapa sangka, kalian semua langsung setuju seperti ini.."
"Kurasa itu tidak perlu. Kami sudah melihat sendiri kinerja pewaris dan itu luar biasa. Itu di luar ekspektasi yang kami semua perkirakan.."
"Kami berharap setidaknya dia bisa menjaga kestabilan. Tapi, alih-alih tetap dalam stabil, dia menerobos dan menanjak dengan sangat meyakinkan.. kurasa, tidak ada alasan untuk tidak mempercayai keputusan mu.."
Para pemegang saham memuji. Ini membuat Marco senang. Anak itu benar-benar memenuhi harapannya. Dan bahkan melebihi dirinya.
"Acara pengumuman harus mewah. Kami ingin menunjukkan bakat luar biasa sepertinya dengan bangga. Ini akan membuat Manoban Corporation semakin kuat dalam persaingan dan dominasi.."
"Eoh, aku pasti akan melakukannya dengan mewah.."
Di saat para pemegang saham memuji namanya. Orang yang sedari tadi menjadi pembicaraan tengah tertidur pulas di ruangannya dengan setumpuk dokumen yang berserakan.
Dia benar-benar berkelahi dengan setumpuk dokumen yang menunggu.
______________________________________
KAMU SEDANG MEMBACA
Domino Impact
Fanfiction"Shut up! I will control everything!!!" _________________________________________ WARNING!!! Content Only For Adults!
