22. Don't Look For Trouble!

2K 184 6
                                        

"Kau benar-benar meninggalkan unnie mu ini, eoh.."

Ini adalah berita yang begitu besar. Seonho seperti di hidupkan kembali dengan kebahagiaan yang lebih besar, hatinya seperti banyak kupu-kupu yang berterbangan.

"Kau benar-benar membuat Appa mu yang tua ini berada dalam banyak kebahagiaan. Appa tidak tahu harus mengatakan apa lagi... Putri ku, kau harus banyak istirahat mulai sekarang, ah lupakan... Lisa pasti sudah melakukannya tanpa harus perlu aku katakan.."

Kebahagiaan yang bertubi-tubi ini membuat Seonho tidak hentinya tersenyum. Jiwon yang berada di samping, ini pertama kalinya dia melihat Appa-Nya tersenyum begitu tulus setelah sekian lama; terakhir saat masih ada sang eomma di sisinya.

"Itu bagus. Anak ku jadi punya teman saat aku membawanya ke Korea setelah ini.."

Mereka makan dengan cepat dan langsung pulang. Seonho dan Jiwon, keduanya sama-sama berada dalam suasana hati yang begitu bahagia sampai tidak henti tersenyum.
___

Stardom Entertainment..

"Appa dan anak itu benar-benar bodoh... Mereka sangat berani menentang keluarga Kim yang merupakan seorang pejabat penting Korea Selatan. Betapa bodohnya.."

"Bagaimana menurut mu? Apa aku bisa mendapatkan putri kesayangan Kim Seonho itu? Dari rumor, walaupun tidak ada foto resmi yang menyatakan namanya, tapi orang-orang mengatakan jika putri kesayangan Kim Seonho itu sangat cantik.."

Assistennya berdiri dengan canggung, dia membenarkan kacamata berbingkai; "Kurasa itu bukan hal yang bagus. Presiden Oh, itu akan membuat posisi mu terancam bila Nyonya Oh Yeonso mengetahuinya.." assisten kecil itu memperingatkan. Saat ini, pikiran assisten kecil itu terlihat lebih jernih dari sang atasan yang kini nampak sedikit kesal.

"Eoh.. bagaimana menurut mu? Jika kau diam, Yeonso tidak akan mengetahuinya. Aku mempunyai rencana besar.."

Dia berjalan ke arah kaca yang memperlihatkan pemandangan bangunan kota Seoul sambil tersenyum licik.

"Stardom terlalu bergerak di alur yang membosankan dan para penggemar banyak yang mengeluh tentang hal itu... Aku mempunyai sesuatu yang berbeda, bukankah Kim Seonho memiliki dua putri cantik? Jika aku mendapatkan salah satunya, dengan latar belakangnya, aku bisa membuat Stardom ke tingkat berikutnya.." ujarnya dengan tatapan penuh ambisi.

Assisten di belakang, sedikit tidak setuju dengan ambil tersebut. Menurutnya, sangat tidak baik berjudi dengan Stardom dan Kim Seonho, jika hal tidak berjalan dengan yang di inginkan, bukan hanya Stardom, tapi seluruh industri hiburan akan memusuhi mereka karena tidak ingin mengambil resiko menyinggung seorang keluarga pejabat negara.

Tapi, tentu dia tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya seorang assisten kecil dan tidak memiliki pengaruh apapun. Jadi, dia secara alami mengikuti atasannya.
___

00.00

Malam terasa dingin saat butiran salju turun. Suasana malam dingin ini tidak membuat gadis cantik yang tengah hamil itu kedinginan saat sang suami membalut tubuhnya dengan pelukan hangat.

"Aku ingin bermain salju.."

Tatapan matanya menatap setiap butiran salju yang turun dari atas balkon kamar.

"Kau bisa bermain salju besok setelah pemeriksaan.. baby, apa kau ingat? Kau biasanya sering keluar tengah malam saat salju turun dan bermain di belakang rumah.."

Jennie mengangkat kepalanya, menatap Lisa dengan tatapan penasaran bertanya-tanya; bagaimana dia tahu tentang dirinya yang dulu sering keluar di tengah hari hanya untuk bermain salju karena Appa-Nya melarangnya keluar rumah jika salju turun? Tentu saja itu adalah karena Seonho takut putrinya kedinginan, tapi bagaimana Lisa tahu hal itu?

"Apartment lama ku tidak jauh dari rumah keluarga Kim. Saat aku berjalan ke balkon, aku akan langsung melihat mu yang mengendap-endap seperti seekor kucing kecil yang ingin mencuri sepotong ikan.."

"Aniyo... Aku bukan kucing kecil.."

"Baiklah. Kau bukan kucing kecil, tapi bayi kecil yang suka keluar di malam hari untuk bermain salju.."

Jennie tersenyum manis, menampilkan kedua pipinya yang terlihat mengembul saat tersenyum, membuat Lisa ikut tersenyum melihatnya. Betapa menggemaskan gadis yang berada dalam pelukannya ini.

"Waktunya tidur..." Lisa mengangkat perlahan dengan hati-hati tubuh Jennie dan membaringkannya di tempat tidur, menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.

Jennie tersenyum tipis saat mengubur dirinya dalam pelukan hangat Lisa, mencari kenyamanan saat perlahan matanya begitu berat.
_____

Pagi yang dingin, awan terlihat gelap seperti akan terjadi hujan.

Kali ini, setelah selesai dengan masalah mereka dan semuanya sudah seperti seharusnya, Chaeyoung dan Jisoo berencana kembali ke Australia. Pulang kembali ke rumah, mereka masih belum bisa membawa sang anak ke Korea karena kondisinya yang masih terlalu kecil.

Dengan mengantar pasangan itu; Jiwon menatap keduanya yang kini akan segera pergi.

"Aku akan menunggu kembali kedatangan kalian berdua.."

"Eoh, pastikan saat kami kembali unnie sudah memiliki anak untuk menjadi teman bermain anak ku.."

"Jika menemukan yang cocok.." balas Jiwon sambil tertawa.

"Itu harus. Lihatlah adik mu yang kini sudah akan memiliki anak. Apa kau ingin di tinggal sejauh itu, huh? Unnie, terima kasih. Sampai jumpa lagi.."

"Eoh.. sampai jumpa. Pastikan untuk menceritakan tentang ku pada anak kalian itu!" Jiwon melambaikan tangannya pada pasangan yang mulai menjauh itu.

Dia bernafas lega. Melihat banyak kebahagiaan yang datang, hatinya terasa begitu berbunga-bunga. Sekarang, bukankah waktunya dia mencari pasangan juga?
_____

13.44

Pada akhirnya, assisten kecil itu mengikuti rencana terselubung atasannya saat dia dengan sabar menghubungi assisten Kim Seonho berkali-kali.

Tentu saja, dengan dirinya yang hanya seorang assisten kecil dari sebuah perusahaan hiburan menengah, tidak akan mudah menarik perhatian Kim Seonho. Tapi, setelah beberapa kali mencoba, akhirnya dia bisa berbicara dengan assisten Kim Seonho.

"Bisakah aku mendapatkan janji untuk bertemu dengan Tuan Kim Seonho? Presiden kami sangat ingin bertemu dengannya untuk beberapa hal menguntungkan.."

"Siapa? Siapa nama presiden mu? Kau seharusnya mengetahui jika saat ini Tuan Kim sedang dalam kesibukan yang tidak bisa di ganggu dengan alasan apapun."

Assisten kecil itu tertegun sejenak mendapatkan balasan dingin. Dia sedikit canggung saat kata-katanya yang keluar dari bibirnya sedikit bergetar.

"Presiden Oh Sehun.. "

"Oh Sehun? Baiklah, aku akan menghubungimu kembali jika Tuan Kim menyetujuinya.." Sambungan terputus begitu saja, assisten Seonho menatap Seonho yang kini tengah menikmati hari bahagianya dengan menemani sang putri yang tengah mengandung cucu pertamanya.

Melihat tatapan kebahagiaan dari kedua mata Seonho, assisten itu tidak mengatakan apapun. Karena dia tahu, saat ini Seonho memang pasti akan mengabaikan hal-hal yang tidak penting mengganggu waktu istirahatnya yang menemani sang putri.

"Appa, kapan suami ku akan pulang? Ini sudah siang hari dan dia meninggalkan ku sedari pagi.." tanyanya dengan wajah yang cemberut.

"Suami mu sedang bekerja untuk mu dan bayi kalian berdua. Dia akan pulang sebelum makan malam. Bukankah sudah ada Appa yang menamai, huh? Apa Appa tidak di anggap lagi oleh putri kesayangan Appa ini.." Seonho berkata dengan nada yang dia buat sedih-sedihkan untuk menggoda gadis yang sedari tadi cemberut itu.

"Aaaa... Appa.."

Suara tawa keduanya lepas. Asisten Seonho, ikut tertawa melihat interaksi keduanya, apalagi melihat Seonho yang seperti anak kecil yang tengah menghibur putrinya itu.

Betapa bahagianya.
______________________________________

Mager bet up-_
Ini juga udh 5 hari gak selesai-selesai 🗿
Jangan lupa vote dan komen!

See you!

Domino ImpactTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang