Yuuta dan Pekerjaannya

132 11 5
                                        

Hari minggu ini seharusnya Yuuta pakai untuk berleha-leha di rumah, menonton film bersama Toge, atau membuat rumah gaduh dengan bermain game bersama Ryuuta atau Satoru. Namun ia sudah berjanji untuk bergantian menjaga toko roti karena Panda sudah banyak mengisi shiftnya yang banyak bolong. Dan disinilah ia sekarang, melihat banyak orang berlalu lalang. Pengunjung toko lumayan banyak di hari libur ini, bahkan belum mencapai tengah hari saja, setengah dari rak roti sudah terjual habis.

"Bosan sekali mukanya nak Yuuta" Sapa lelaki yang menjadi patisserie di toko roti tempat Yuuta bekerja. Yuuta melempar senyum datarnya dan menghela napas.

"Agak capek sedikit hehe tapi baik-baik aja kok pak. Kakak Bakernya udah pulang ya?" Tanya Yuuta. Karena jika patisserie ini sudah menampakkan wujudnya disini, itu artinya pembuat roti sudah selesai tugasnya.

"Iya. Berkat Panda jadi bisa ngakalin begini lho Yuuta, Roti itu memang lebih larisnya pagi ke siang. Nah kalo pasrty baru bisa dari siang ke sore" Ucap lelaki itu dan memasuki dapur setelah memakai celemeknya. Yuuta mengangguk setuju.

Ditengah kebosanan yang melanda Yuuta, sepasang pengunjung baru saja masuk dan ia sambut dengan senyum yang sedikit bingung. Seorang gadis kecil yang sepertinya pernah ia lihat entah dimana dan begitu mata mereka bertemu, gadis itu langsung melepas genggaman tangannya pada pasangannya yang bingung menatap si gadis yang nampak takut.

"Kamu kenapa Na?" Tanya si lelaki, panik.

"Hehehe g-gak apa-apa, aku mau lihat yang sebelah sana yaaa...kamu kesitu aja gapapa" Ucap si gadis dan lelakinya mengangguk kemudian hilang dibalik rak-rak sebelah kanan. Yuuta tak ambil pusing, hanya saja ia seperti tak asing dengan gadis yang kini berjalan ke arahnya itu.

"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Yuuta sambil mengerutkan dahi.

"Lu pacarnya kak Toge kan?" Tanya gadis itu, membuat Yuuta mengangkat kedua alisnya.

"He? Kok kenal Toge? Lu siapa?" Tanya Yuuta balik.

"Pikun! Nanako! Adeknya kak Suguru" Ucap gadis itu sedikit memajukan bibirnya, merajuk.

"HAHAHA OOOHH!! SI RESE INI SUDAH GEDE YA SEKARANG? DUUUH BAWA SIAPA TUH TADI? PACARNYA YAAA?!" Goda Yuuta sambil mengacak surai gadis yang tengah panik dan langsung mendekat menutup mulut Yuuta.

"IH SUMPAH LU BISING BANGET SIH KAK! Bukan...pacar itu, temen" Jawab Nanako dengan ekspresi sedihnya. Yuuta tersenyum kecil.

"Belum...apa bukan??" Tanya Yuuta lagi.

"Mau dibilang belum juga, gak bakal suka gue sih kak..." Ucap Nanako.

"Ya sih, lu rese soalnya...hahahaha!" Ucapp Yuuta dan satu pukulan cukup keras diterimanya di bagian lengan membuat Yuuta mengaduh sakit.

"Dah ah...malesin banget lu! Beda sama kak Toge yang ganteng dan baik" Ucap Nanako sambil tersenyum mengejek.

"Dih, pacar gua itu! Ya udah pasti oke lah!" Ucap Yuuta, menyunggingkan senyum sombongnya.

"Ya makanya, kasian kak Toge dapet yang kayak orang-orangan sawah mata panda" Ejek Nanako. Tertawa dan pergi menjauh sebelum Yuuta sempat menempelengnya. Yuuta menggigit bibir bawahnya dan menahan tawa, sebal dengan salah satu adik perempuan Suguru itu. Dikeluarkannya ponselnya dan memotret Nanako diam-diam.

 Dikeluarkannya ponselnya dan memotret Nanako diam-diam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yuuta mengantongi ponselnya saat ia lihat lelaki yang datang bersama Nanako berjalan ke arah kasir

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yuuta mengantongi ponselnya saat ia lihat lelaki yang datang bersama Nanako berjalan ke arah kasir. Nanako memutuskan untuk menunggunya diluar. Setelah selesai membayar, Yuuta menghela napas menatap lelaki yang ada dihadapannya ini.

"Temennya Nana?" Tanya Yuuta, lelaki itu terkejut.

"Eh...abang kenal Nanako? Hehe iya bang" Ucap lelaki itu sambil menggaruk belakang lehernya.

"Iya, saya temen abangnya Nana...kamu suka mont blanc?" Tanya Yuuta sambil mengecek uang kembalian.

"Oh itu punya Nanako, kalau Baguette punya Mimiko...terus cinnamon roll punya Nanako juga" Ucap lelaki itu sambil menunjuk satu per satu roti yang ada dalam plastik belanjanya.

"Kamu gak beli?" Tanya Yuuta.

"Lagi nyoba untuk suka roti bang, saya gak suka sebenarnya. Tapi Nanako suka banget...jujur gak banyak tahu tentang roti" Ucap lelaki itu. Yuuta tersenyum puas.

"Kalo gak begitu suka yang manis, boleh coba Sourdough. Itu agak asem dikit terus biasanya dimakan bareng keju atau telur. Kayak cuma jadi basenya aja. Atau kalau mau yang berasa dikit boleh Ciabatta atau Focaccia. Atau kalau mau yang agak manis dikit ada pretzel nah tapi kalo itu, adanya cuma di hari kamis disini...kalau mau dimakan bareng ngopi, bisa croissant atau bagel tuh...itu setiap hari ada disini kalau mau beli hehe...moga suka ya sama Nanako" Ucap Yuuta. Lelaki di hadapan Yuuta menundukkan wajahnya kala kalimat akhir Yuuta masuk indera pendengarannya. Rona merah menjalari wajahnya hingga ke telinga.

"Waduh...kelihatan banget ya bang?" Tanya lelaki ini agak sedikit berbisik, senyumnya tak hilang dari wajahnya. Kelihatan jelas begooo, batin Yuuta.

"Haha...moga lancar ya, nanti kalo udah pacaran sering-sering kesini" Ucap Yuuta. Si lelaki ini tersenyum salah tingkah dan mengangguk kemudian pergi dari hadapan Yuuta, menyusul Nanako yang terheran mengapa ia lama sekali berbicara dengan Yuuta. Nanako mengacungkan tinjunya pada Yuuta dari luar toko, dibalas juluran lidah jahil oleh Yuuta.

"Hehehe lucu banget anak muda" Ucapnya.

"Kayak udah tua aja kamu" Ucap Suguru yang entah kapan berada disana, membuat Yuuta hampir jatuh dari kursi yang baru saja didudukinya.

"KAPAN LU MASUK WOI?! Kayak setan tiba-tiba ada disini" Ucap Yuuta sambil mengelus dadanya.

"Beli apa adek gua, Ta?" Tanya Suguru sambil menopang dagunya di meja kasir Yuuta.

"Gak lu, gak Satoru...sama aja, ngintilin adeknya kemana-mana" Ejek Yuuta.

"Lelaki sekarang gak bisa dipercaya Ta..." Jawab Suguru.

"Lu kan laki juga sih? Lagian yang tadi keliatannya baik kok, Coba biarin aja sih" Ucap Yuuta.

"Lu...lu pasti udah macem-macemin adek ganteng gua ya" Ucap Suguru sambil mengusak surai hitam Yuuta.

"Tadi bahas Nanako lho, Nanako" Ucap Yuuta sambil menahan tangan Suguru agar tak mengacak rambutnya lagi.

"Bosen gak sih Ta?" Tanya Suguru.

"Ya ampun orang tua ini, sana pergi sama pacarlu! Ada dua masa dua-duanya gak bisa diajak keluar?" Tanya Yuuta sedikit kesal.

"Sicantik lagi shoping di toko depan" Ucap Suguru sambil melihat-lihat ponsel Yuuta yang entah sejak kapan berada di tangannya.

"Yang tinggi kayak tiang listrik itu mana?" Tanya Yuuta.

"Suguru...boleh satu lagi gak yang manis?" Tanya Satoru yang entah sudah sejak kapan berada di deretan dessert box . Yuuta hanya bisa menggelengkan kepalanya heran.

"Tuh satu lagi, percayalah...lebih sulit jagain yang ini dari pada yang satu lagi...bentar yak, Sayaaang...yang tadi kamu makan tuh manis juga lho...satu aja yaa" Ucap Suguru sambil berjalan ke arah Satoru.

"Ge...abang-abang kamu aneh semua, kayak setan bisa tiba-tiba ada disini" Bisik Yuuta sambil menyugar rambutnya.


      ── ✦── to be continue ── ✦── 



Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 28, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Undeniable FeelingsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang