Jangan lupa tekan bintang⭐
Sebelum membaca
Happy Reading ❣️
"Aishh, susah banget sih luluhin hatinya Kayzo" Nabilla membanting bantal diatas kasurnya.
Dirinya benar-benar kesal karena Kayzo memberikan kue yang dengan susah payahnya dia buat kepada teman-temannya. Makin kesal dia karena mengetahui Kayzo dan Aqila menjadi lebih dekat.
"Karena kesal gue jadi lapar" Nabilla akhirnya beranjak meninggalkan kamarnya menuju dapur.
Saat menuruni tangga, Nabilla melihat Oma nya sedang duduk memegang sebuah buku. Timbul rasa penasaran sehingga membuat Aqila mendekati Oma nya itu. Semakin dekat dan Nabilla melihat Oma nya sedang meilhat buku album foto, namun yang menjadi fokus tatapan Oma nya adalah foto seorang bayi perempuan.
Nabilla heran melihat foto bayi itu karena dia menyadari bahwa foto itu bukan dirinya melainkan wajah yang sangat asing buat dirinya.
"Oma itu foto siapa?" Tanya Nabilla duduk disamping Oma nya.
Mira kaget karena kehadiran Nabilla cucunya. Hal yang selama ini dia sembunyikan mau tidak mau harus dia jelaskan hari ini.
"Perasaan ini bukan foto aku deh" Nabilla mengambil alih album itu.
"Oma, kok diam sih? Ini siapa Oma?" Nabilla menatap Mira.
"Itu adik kamu".
"Hah? Adik? Oma jangan bercanda deh, setahu aku nih mama tuh ninggalin kita dari waktu aku masih bayi, jadi gimana aku bisa punya adik?".
"Bentar, jangan bilang kalau ini anaknya papa dari perempuan lain iya?"
"Gak Billa, itu adik kandung kamu". Mira berusaha menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Oma serius? Gimana ceritanya coba? Kok bisa aku punya adik yang bahkan aku gak pernah tahu".
"Dan satu lagi Oma, aku selalu ingin tahu hal ini tapi aku gak berani nanya. Dari kecil, Oma cuma bilang mama ninggalin kita karena sesuatu hal tapi aku gak pernah tahu sesuatu itu apa. Sebenarnya apa alasan mama pergi dari rumah?" Tanya Billa lagi.
"Waktu umur kamu sekitar satu tahun, papa kamu ketahuan bersama perempuan lain. Hal itu yang buat mama kamu kecewa dan ninggalin rumah ini".
"Waktu mama kamu pergi dari rumah dia sedang hamil empat bulan. Waktu itu Oma marah sama papa kamu dan nyuruh dia buat cari mama kamu, tapi gak pernah ketemu".
"Sampai akhirnya, sekitar lima bulan kemudian, ada nomor asing yang ngirim foto bayi dan itu ternyata dari mama kamu. Oma menelpon nomor itu, tapi ternyata udah gak aktif lagi setelah ngirim foto itu".
"Papa pernah selingkuh? Aku gak nyangka papa tega ngelakuin itu sama mama". Nabilla sangat terkejut dengan fakta yang baru didengarnya.
"Waktu itu Oma juga sangat marah sama papa kamu. Tapi Billa, tolong jangan benci papamu! Saat mama kamu pergi, papa kamu benar-benar menyesal dan terus mencari mama kamu". Mira menggenggam tangan cucunya itu.
Nabilla memang kini hanya tinggal dengan Oma nya sebab papanya sudah meninggal waktu dia kelas 4 SD. Dan hari ini dia harus menerima kenyataan baru yang sama sekali belum pernah dia ketahui sebelumnya. Kecewa, sedih, serta bingung adalah hal yang dia rasakan sekarang.
"Tapi kenapa Oma baru cerita ke aku sekarang? Aku kayak orang asing yang bahkan gak tahu apa-apa".
"Bahkan, aku pernah ngerasa benci sama mama aku sendiri tanpa tahu yang sebenarnya". Nabilla mulai berkaca-kaca matanya.
"Maafin Oma Billa, Oma selalu ingin bicara sama kamu tapi Oma takut kamu membenci Oma dan papamu".
Nabilla menghela nafas. "Apa gak ada sama sekali kabar tentang mama sama adik aku?".
"Gak ada Billa".
"Aku gak benci sama papa, tapi jujur ada rasa kecewa waktu aku tahu ini. Gimana nasib mama? Terus gimana nasib adik aku? Dia gak tahu ayahnya siapa, dan bahkan keadaannya sekarang pun aku gak tahu". Luruh sudah pertahanan Nabilla. Air mata itu perlahan turun membasahi pipinya.
"Maaf Billa". Mira memeluk Nabilla erat.
Nabilla melepaskan pelukan itu dan mengusap air matanya. Dirinya menatap kembali foto bayi itu dan mengeluarkan dari dalam album.
Nabilla membalikkan foto itu dan dibelakang tertulis beberapa angka yang Nabilla duga adalah tanggal lahir adiknya. Dia kembali menatap foto itu dan kemudian sadar bahwa ada sebuah kalung dileher bayi itu.
Menyadari tatapan Nabilla, Oma nya ikut menatap ke arah kalung itu.
"Itu kalung yang papa kasih ke mama kamu".
"Sepertinya kalung itu ada sama bayi ini. Oh iya kalau dilihat dari tanggal lahirnya, Billa pikir dia sekarang SMA lebih adek kelas dari aku".
"Sepertinya begitu, tapi Oma gak tahu apa mereka ada di kota ini atau nggak karena gak ada sama sekali informasi tentang mereka.
"Aku harus cari mereka".
****
TBC...
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKAYZO
Teen Fictionini kisah tentang seorang remaja laki-laki bernama Alkayzo Rega Avergio. Hidup berkelimpahan harta tak menjamin adanya kebahagiaan. Hidup ditengah keluarga yang hancur karena perceraian dan akhirnya ditinggalkan oleh bundanya untuk selama-lamanya me...
