19. Jarak menipis

10 0 0
                                        

Jangan lupa tekan bintang⭐
Sebelum membaca

                     Happy Reading ❣️

        Semakin hari semakin ku sadar
            Kalau perasaan ini nyata
    Bukan hanya sekedar kebimbangan
       
            ~Alkayzo Rega Avergio~

Semenjak kejadian di rooftop, Kayzo semakin menempel pada Aqila. Hal ini membuat teman-temannya heran tapi senang karena akhirnya mereka semakin dekat.

Begitu pun saat dikantin, Kayzo bahkan duduk tepat disamping Aqila memakan makanannya sambil sesekali melirik ke arah Aqila.

"Si Qila gak bakalan hilang Kay" ucap Dion membuat yang lain terkekeh.

"Tau tuh, takut banget si Qila hilang dari pandangan" kata Revan.

"Kelakuan orang lagi jatuh cinta mah gitu" ceketuk Risky.

Saat ini teman-teman Kay dan Aqila bergabung satu tempat untuk makan dikantin. Aqila yang dari tadi di goda oleh teman-temannya hanya bisa tersenyum, sedangkan Kayzo mah bodoh amat.

"Sirik aja kalian, makan aja makanan kalian" kata Kayzo.

"Makanan lo aja belum seberapa tuh yang habis karena lo negelirik mulu sama si Aqila" ucap Gama.

Kayzo menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. Melihat hal itu yang lain tertawa melihat tingkah laku Kayzo.

"Udah, jangan usil kalian" ucap Aqila.

"Ehh pawangnya buka suara akhirnya" ucap Varel membuat Aqila salah tingkah.

"Ihh, Qila cantik salting ya?" Goda Vreya.

"Gak, apaan sih" ucap Aqila.

"Udah, gak usah goda dia" ucap Kayzo.

                            _______
  
Saat dirumah, Aqila terus memikirkan Kayzo. Dia berusaha menyibukkan diri dengan membaca novel tapi tetap saja bayangan Kayzo menghantui pikirannya.

"Wah, bisa gila gue! Ini gue beneran suka sama dia?" Tanyanya pada diri sendiri.

Aqila akhirnya memutuskan untuk turun menemui keluarganya. Saat turun dia melihat Ayla sedang ikut menggambar dengan Aga adik bungsunya.
Aqila mendekati Aga dan mencium pipi bocah tersebut dan menggelitiknya.

"Ihh, kak Ila nakal" Aga tertawa karena geli.

Aqila menyudahi gelitikannya dsn ikut bergabung dengan dua adiknya itu."Soalnya Aga kan lucu, jadi Kak Ila suka".

"Hehe, iya Aga kan lucu ya" bocah itu tersenyum setelah memuji dirinya sendiri.

"Malah muji diri sendiri" Ayla mencubit pipi adiknya.

"Kak Aya juga nakal".

"Biarin" ucap Ayla.

"Ohhh iya, Aga lagi gambar apa nih?" Aqila menatap gambar Aga.

"Aga gambar ayah, bunda, Aga, Kak Aya, Sama Kak Ila" ucap bocah itu dengan semangat.

Aqila tersenyum. "Wah bagus banget gambarnya". Aqila mengelus kepala adiknya itu.

"Eh, Aga lupa! Bentar ya Aga gambar dulu" ucap Aga lalu sibuk menggambar lagi di samping gambar yang diakuinya sebagai Aqila.

Aqila dan Ayla yang penasaran akhirnya menunggu Aga sampai selesai dia menggambar. Tidak lama kemudian akhirnya gambar itu selesai. Aga mengangkat kertas itu dan menunjukkan kepada kedua kakaknya.

"Taraa, udah jadi gambarnya Aga" ucap Aga.

Aqila menatap satu orang laginyang digambar Aga didekat gambar dirinya. Aqila menyadari kalau itu gambar seorang laki-laki.

"Itu siapa?" Tanya Ayla.

"Ini abang Kay, kakak ganteng yang waktu itu kesini" ucap Aga.

Aqila terdiam, niat dirinya bergabung dengan kedua adiknya untuk menepis Kayzo dari pikirannya. Namun, ternyata Aga membuat pikiran itu datang lagi. Ditatapnya gambar Aga, lalu menatap Aga dengan senyuman.

"Wah, Aga jago gambar deh" puji Aqila.

"Kak Ila, kakak ganteng kenapa gak main kesini lagi?" Tanya Bocah itu.

"Kakak gantengnya lagi sibuk belajar mungkin" Aqila sedikit geli ketika menyebut Kayzo dengan sebutan kakak ganteng.

"Nanti kalau dia punya waktu pasti datang kesini kok".

"Ya udah deh" ucap Aga.

"Aga, ayo mandi dulu sayang!" Seru Naya yang muncul dari arah dapur.

"Bunda! Bunda! Lihat nih gambarnya Aga bagus kan?" Bocah itu melompat-lompat kegirangan menunjukkan gambarnya.

"Wah, bagusnya gambar jagoan papa" Arta yang baru muncul langsung menghampiri Aga dan mengangkat lalu memeluknya.

"Iya bagus sayang" ucap Naya.

"Ini ayah, bunda, Aga, kak Aya, Kak Ila, dan ini abang Kay" seru Aga menunjuk satu persatu orang yang digambarnya.

Arta dan Naya sontak menatap putri sulungnya itu. Sedangkan, yang ditatap hanya bisa tersenyum salah tingkah.

"Wah, ada orang baru nih" ucap Arta.

"Kata Kak Ila, Kakak ganteng bakalan datang kesini kalau dia gak sibuk".

"Iya nanti abang Kay nya datang kesini kalau kangen sama kak Ila" ucap Naya lalu mengambil alih memeluk Aga.

"Bunda!" Aqila terlihat makin malu.

"Cie, kak Ila salting" goda Ayla.

Arta dan Naya tertawa melihat putri sulungnya itu terlihat salah tingkah.

"Cie, pipinya merah" goda Arta.

"Ayahhh!".

                                ****

TBC...




            

ALKAYZO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang