Jangan lupa tekan bintang⭐
Sebelum membaca
Happy Reading ❣️
Kayzo menatap jam yang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Dirinya dengan cepat menuju ruang makan untuk sarapan. Sampai disana, terlihat Keyla sudah menunggunya.
Mereka pun memulai sarapan bersama pagi itu seperti biasa. Setelah selesai Kayzo bergegas menuju sekolahnya.
"Senang banget lihatnya, kalau kamu gak telat ke sekolah".
"Hati-hati ya bawa motornya" ucap Keyla yang diangguki Kayzo.
"Kayzo pamit dulu" Kayzo menyalami tangan kakaknya.
Saat perjalanan, dari jauh terlihat Aqila yang sedang mengendarai motornya. Kayzo menambah kecepatan berusaha menyusul Aqila.
Dirinya berusaha untuk tetap berada di belakang Aqila. Hal itu dia lakukan sampai mereka tiba disekolah.
Setelah melewati perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai disekolah. Saat itu juga bertepatan dengan datangnya Dion.
"Gue lihat-lihat kalian berdua makin dekat aja" ucap Dion yang baru turun dari motornya.
Qila yang mendengar itu jadi sedikit canggung. "Kita cuma kebetulan sampainya barengan kak".
"Hati-hati sama dia, jangan sampai lo cuma permainannya dia" ucap Dion terkekeh.
"Jaga ucapan lo, Yon!". Kayzo mulai tersulut emosi.
"Kenapa? Lo takut keburukan lo kebongkar?" Kayzo tersenyum sinis.
"Stop Yon, gue capek kayak gini terus. Ini udah sekitar tiga tahun dan masa lalu kita Yon, lo cuma salah paham".
"SALAH PAHAM? Andai lo jawab telpon itu, pasti Syerli gak meninggal Kay!".
Siswa-siswi yang berada disekitar parkiran mulai menatap kearah Kayzo, Dion, dan Aqila. Sedangkan Aqila, gadis itu hanya bisa berdiri bingung dengan apa yang dibahas dua laki-laki itu.
"Gue gak megang handphone waktu itu Yon. Itu udah takdirnya Yon".
"Banyak alasan lo! Syerli selalu ada buat lo, tapi apa? Saat dia butuh bantuan, lo gak ada Kay". Dion berkata sambil berkaca-kaca matanya.
"Andai waktu itu dia nelpon gue, pasti gak akan jadi gini. Tapi ternyata waktu itu dia lebih butuh lo Kay".
"Syerli sukanya sama Lo Yon".
"Mau putar balik cerita lo?". Dion beralih menatap Aqila.
"Hati-hati sama dia! Jangan sampai perasaan lo sia-sia" Dion melangkah meninggalkan parkiran.
🍒🍒🍒
Saat jam istirahat, Aqila beranjak meninggalkan kelas. Ketiga sahabatnya yang lain terlihat heran karena Aqila keluar sendiri.
"Sayang, Qila mau kemana tuh?" Tanya Risky kepada Vreya.
"Gak tahu tuh. Lo tahu Rel?"
"Gak. Udah biarin aja, kan jarang juga dia keluar kelas sendiri".
Sementara itu Aqila berjalan menuju kelas Kayzo. Selama melewati gedung kelas 12, banyak mata yang memandangnya. Aqila akhirnya sampai di kelas XII IPA 2.
"Lo Aqila kan?" Tanya gadis yang baru saja keluar kelas.
"Iya kak".
"Lo ingat kita kan?" Tanya gadis yang satunya lagi.
"Kak Selena sama Kak Tasya kan?".
"Ingatan lo bagus". Selena tersenyum.
"Mau apa kesini?" Tanya Tasya.
Belum sempat Aqila menjawab, Gama dan Revan mendatangi mereka.
"Eh Qila cantik, cari siapa nih?" Tanya Revan yang baru muncul bersama Gama.
"Kak Kayzo ada gak?" Aqila menatap ke berbagai arah mencari keberadaan Kayzo.
"Di rooftop kayaknya" Gama menjawab.
"Okey, makasih ya kak". Aqila berbalik meninggalkan kelas itu.
"Lah, gitu doang?" Revan menatap Gama.
"Biarin aja, itu urusan mereka". Gama berkata.
"Mereka pacaran?" Tanya Selena.
"Kepo lu berdua" sindir Revan.
"Dih, cuma nanya juga" Tasya kesal.
"Intinya itu urusan mereka, kita gak boleh ikut campur" final Gama.
Sementara itu di rooftop, Kayzo menghembuskan asap dari rokoknya. Dirinya menikmati kesendirian itu dengan rokok ditangannya. Dirinya sampai tidak sadar kalau Aqila perlahan sudah mendekati dirinya.
"Kak" Kazyo menoleh ke belakang.
"Ngapain?" Tanya Kayzo.
Aqila tidak langsung menjawab, dirinya menatap ke arah tangan Kayzo yang memegang rokok itu. Kayzo yang sadar, menghela nafas dan mematikan rokoknya.
"Ngapain disini?" Kayzo mengulangi pertanyaan lagi.
"Gue cuma ngerasa lo ada di masa sulit kak". Aqila beralih menatap langit.
"Gue gak tahu pasti apa masalah kalian, api yang pasti kalian punya kisah yang menyakitkan di masa lalu kan kak?".
"Pasti ada alasan makanya kalian berdua saling gak akur".
"Apa itu ada hubungannya sama Syerli? Nama yang disebutin kak Dion?".
Kayzo menghela nafas. "Lo gak perlu ikut campur".
"Tapi lo juga udah capek gini terus kan kak? Lo gak mau berantem terus sama kak Dion kan?".
Aqila menatap Kayzo dalam. "Perbaiki apa yang lo mau perbaiki kak".
Terjadi keheningan beberapa saat antara mereka. Kayzo terlihat memikirkan ucapan Aqila. Memori tentang masa lalunya terputar jelas di otaknya menyisakan kenangan menyakitkan.
"Dulu gue, Dion, sama Syerli itu teman baik dari SMP sampai satu SMA". Kayzo tersenyum menatap langit.
"Kita teman baik sampai kejadian itu, kejadian dimana kita berdua kehilangan Syerli".
****
TBC...
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKAYZO
Fiksi Remajaini kisah tentang seorang remaja laki-laki bernama Alkayzo Rega Avergio. Hidup berkelimpahan harta tak menjamin adanya kebahagiaan. Hidup ditengah keluarga yang hancur karena perceraian dan akhirnya ditinggalkan oleh bundanya untuk selama-lamanya me...
