13. Toko Buku

14 2 0
                                        

Jangan lupa tekan bintang⭐
Sebelum membaca

                  Happy Reading ❣️

       

"Kak, tolong ambilin buku itu!" Seru Qila menunjuk buku di rak atas.

"Makanya jangan pendek".

Kayzo mengambil buku itu dan memberikannya pada Qila. Sedangkan, Qila hanya bisa memasang mimik muka kesal.

"Raknya ketinggian kak".

Kayzo terkekeh mendengar tuturan gadis didepannya ini. Kayzo menatap lama Qila. Dirinya seakan terhipnotis untuk terus memandang gadis didepannya ini.

"Kenapa lihat-lihat?" Qila memecah kesunyian."Gue tahu kalau gue cantik kok".

"Cantik tapi bawel" Seru Kayzo.

"Heh" Qila memukul lengan Kayzo dengan buku yang dipegangnya.

"KDRT Lo?" Kayzo mengusap lengan bekas pukulan buku itu.

"Dih, memangnya situ suami gue?".

"Kali aja jodoh" Kayzo terkekeh diakhir kalimatnya.

"Kalau dilihat-lihat Lo ganteng juga sih kak, lumayan buat keturunan gue"

"Dih berharap Lo?" Seru Kayzo.

"Jodoh gak ada yang tahu kan kak".

"Terserah Lo deh. Stop! Gue capek ngomong".

"Ayo bayar bukunya!" Kayzo berbalik meninggalkan Qila.

"Eh, tunggu kak!".

Setelah membayar buku itu, mereka berdua keluar dari toko buku itu menuju motor Kayzo.

"Mau kemana lagi?" Tanya Kayzo sambil memakai helmnya.

"Mau beli donatnya kak Keyla".

"Donat mulu, pantas pipi Lo gembul" Kayzo berkata sambil memasangkan helm di kepala gadis itu.

"Dih, biarin. Harusnya Lo tuh bersyukur kak karena gue salah satu pembeli kue di toko kue keluarga Lo".

"Ya udah, makasih" Kayzo menurunkan kaca helm Qila.

"Usil banget sih" gerutu Qila.

"Naik atau gue tinggal" ucap Kayzo yang sudah di atas motor.

"Dasar cowok!".

                             🍒🍒🍒

"Hai kak Keyla" sapa Qila begitu masuk ke toko kue.

Keyla menatap Qila sambil tersenyum lebar. Dirinya berjalan menuju Qila dan memeluk gadis itu.

"Hai cantik".

"Adik sendiri dicuekin" sindir Kayzo.

"Sirik aja kamu ini" celetuk Keyla yang membuat Qila terkekeh.

"Gue mau beli donatnya kak, kayak biasa".

"Cokelat sama strawberry masing-masing tiga?" Tebak Keyla yang dibenarkan oleh Qila.

"Wah hebat, kak Keyla udah tahu".

"Kesukaannya adik ipar kan harus diingat dong" Kata Keyla yang membuat dua manusia didepannya terdiam.

"Udah jangan didengerin, kak Keyla kalau ngomong emang selalu ngawur"  Kayzo berkata.

Keyla tertawa. "Tunggu sebentar ya!".

Tidak lama kemudian, Keyla kembali dengan donat pesanan Qila. "Ini donatnya".

ALKAYZO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang