15. Teman Lama

12 1 0
                                        

Jangan lupa tekan bintang⭐
Sebelum membaca

                    Happy Reading ❣️

      
           Persahabatan seperti cermin
            Jika pecah bisa diperbaiki
   Namun tetap meninggalkan retakan
              Penyebab kecanggungan.

              ~Alkayzo Rega Avergio~

Flashback on...

Dering telepon Kayzo berbunyi, dengan cepat Kayzo mengambil handphonenya. Dilihatnya bahwa tertera jelas nama sahabatnya yaitu Syerli.

"Halo Kay, gue mau ketemu boleh kan?" Tanya yang diseberang sana.

"Buat apa?" Senyum kayzo terbit setelah menyadari satu hal.

"Ohh Besok kan Dion ultah nih, mau ngasih surprise ya?" Goda Kayzo.

Syerli terkekeh. "Tahu aja lo, nanti malam ya di cafe biasa kita bertiga nongkrong".

"Okey".

Telpon itu akhirnya berakhir, Kayzo beralih menatap bingkai foto di mejanya. Disana terpampang fotonya bersama Dion dan Syerli dengan senyum terpatri di wajah mereka.

Seperti yang sudah dijanjikan, malamnya Kayzo sudah berada di cafe tempat mereka biasa nongkrong.
Tidak lama kemudian, seorang gadis berambut pendek datang menghampiri Kayzo.

"Udah nunggu lama ya?" Tanya gadis itu lalu duduk di kursi.

"Belum lama kok". Jawab Kayzo.

"Jadi gimana?" Tanyanya lagi.

"Ya surprise kayak biasanya aja, nanti gue beli kue".

"Cuma surprise ultah nih? Lo gak mau ngungkapin perasaan lo?".

Syerli terdiam mendengar itu, " Gue takut Kay".

"Takut apa?".

"Kalau Dion gak suka sama gue gimana? Gue takut persahabatan kita jadi canggung".

"Gue paham Syer, tapi perasaan lo itu gak bisa dibiarin gitu aja".

"Sebulan lagi kita masuk SMA Syer, lo harus ungkapin perasaan lo sebelum itu".

Kayzo menatap Syerli lalu menggenggam tangan gadis itu. "Lo harus bicara sama Dion".

Tanpa mereka sadari, tidak jauh dari mereka ada seseorang yang mengambil foto saat Kayzo memegang tangan Syerli. Seseorang itu  langsung mengirim foto tersebut kepada Dion.

Sementara itu, setelah cukup lama berbincang-bincang akhirnya Syerli memutuskan untuk pergi begitu juga dengan Kayzo.

"Gue temanin nunggu taksi aja ya? Lo dijemput ga?".

"Gak usah, supir ayah gue udah otw ke sini kok".

"Ya udah hati-hati, kalau ada apa-apa hubungin gue!".

"Iya, oke bye".

Setelah itu mereka berpisah, Kayzo sudah lebih dulu balik karena telpon dari kakaknya. Sedangkan Syerli menunggu supir yang datang menjemputnya. Setelah cukup lama menunggu akhirnya mobilnya datang. Syerli dengan cepat masuk kedalam mobil dan mereka pun meninggalkan tempat itu.

Selama perjalanan Syerli fokus pada Handphonenya sampai ketika dia merasa ada yang aneh. Jalan yang dilalui mereka bukan jalan pulang kerumahnya.

ALKAYZO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang