Jangan lupa tekan bintang⭐
Sebelum membaca
Happy Reading ❣️
Sudah seminggu ini Kayzo dan Aqila berpacaran. Hal ini mulai tersebar luas di sekolah itu hingga akhirnya berita itu sampai di telinga Nabilla. Nabilla dengan emosinya menggebrak meja membuat atensi dikelas beralih padanya.
"Sial, berani-beraninya dia rebut Kayzo" umpat Nabilla dengan kesal.
"Terus sekarang apa yang mau lo lakukan?" Tanya Airin.
"Intinya gue gak akan tinggal diam."
Nabilla berdiri meninggalkan tempat duduknya. "Lo mau kemana Bill?" Tanya Airin.
"Toilet."
Sesampainya di toilet, Nabilla membasuh mukanya di wastafel guna untuk meredam kekesalannya. Namun, tiba-tiba yang menjadi sumber kekesalannya datang. Aqila yang menyadari keberadaan Nabilla tidak memperdulikannya. Dia masuk ke salah satu bilik untuk buang air kecil. Setelah selesai, Aqila mencuci tangannya di wastafel.
"Bukannya gue nyuruh jauh-jauh dari Kayzo?" Ucap Nabilla yang sayangnya tidak direspon oleh Aqila.
Melihat hal itu, Nabilla semakin kesal. Ditariknya lengan Aqila membuat gadis itu meringis. "Apaan sih lo Kak?" Ucap Aqila kesal.
"Makanya kalau ditanya tuh jawab!." Nabilla perlahan mendekati Aqila membuat gadis itu mundur beberapa langkah kebelakang.
"Gue nyuruh lo buat jauh-jauh dari Kayzo, tapi kenapa lo malah pacaran sama dia hah? Lo mau saingan sama gue?."
"Gue gak ada niatan saingan kak. Lagipula Gue dan Kay sama-sama suka, jadi apa salahnya kalau kita pacaran?." Ucap Aqila berusaha tenang.
"Atau kak Nabilla merasa tersaingi ya?."
Nabilla emosi mendengar hal itu, dirinya menarik kasar kerah Aqila hingga membuat kancing bagian atas terlepas. Namun, satu hal yang membuat atensi Nabilla teralihkan.
"Apaan sih kak? Lepasin gak? Kancing gue lepas kak." Aqila berusaha melepas tangan Nabilla dari kerah bajunya.
Nabilla langsung memegang sebuah kalung yang dipakai Aqila saat itu. "Lo dapat dimana kalung ini? Siapa yang ngasih? Atau lo curi ya?."
"Apaan sih, gak jelas banget." Aqila menghempas tangan Nabilla dan berusaha pergi dari tempat itu.
"Jawab pertanyaan gue Aqila!." Nabilla menahan tangan Aqila.
"Kalung ini punya gue kak. Gue udah punya dari kecil."
"Satu lagi kak, berhenti ganggu gue! Gue sekarang pacarnya Kay, gue gak akan biarin siapapun buat ngehancurin hubungan gue." Aqila menghempas tangan Nabilla dan pergi dari tempat itu.
Nabilla terdiam sesaat berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. Pikirannya berkecamuk, karena kalung yang dipakai Aqila persis dengan kalung yang ada di foto adiknya.
"Gak mungkin dia adik gue."
_______
"Kok lo lama sih?" tanya Airin.
Pertanyaan Airin tidak dijawab oleh Nabilla. Gadis itu diam dan langsung duduk di kursinya. Pikirannya masih berkecamuk mengingat apa yang terjadi di Toilet tadi.
"Bill" Airin menggoyangkan tangan Nabilla.
"Hah? Apaan?" Tanya Nabilla baru sadar.
"Lo kenapa sih? Kok bengong gitu?." Tanya Airin.
Nabilla mulai menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Aqila di toilet tadi. Airin dengan seksama mendengarkan cerita dari Nabilla itu.
"Kalung itu persis sama kayak di difoto bayi itu" Ucap Nabilla.
"Lo curiga Aqila itu adik lo?."
"Gue berusaha gak percaya, tapi tanggal lahir sama kalung itu persis sama Rin."
"Okey, lo harus cari tahu hal ini." Ucap Airin.
"Bill, gimana kalau misalnya Aqila beneran adik lo?." Tanyanya lagi.
Nabilla terdiam beberapa saat. "Gue gak tahu".
"Lo harus siap terima apapun itu kenyataannya nanti."
________
Nabilla saat ini tengah duduk di sofa sambil memainkan handphonenya. Melihat hal itu, Mira mendekati cucunya itu sambil membawa kue yang dia buat.
"Serius banget, nih makan kuenya!" Mira menaruh piring diatas meja lalu duduk disamping cucunya.
Nabilla tersenyum pada Mira. " Makasih Oma."
Mereka mulai menikmati kue itu bersama-sama. "Oh iya, Billa gimana udah ada kabar tentang adik kamu gak?."
Nabilla terdiam karena pertanyaan Omanya itu. Sedangkan Mira terlihat sangat menunggu jawaban dari Nabilla.
"Ehm, gimana jelasinnya ya? Gini Oma, ada adik kelas aku namanya Aqila. Tanggal ulang tahun dia sama kayak adik aku dan...." Nabilla terhenti sejenak.
"Dia punya kalung yang sama persis dengan kalung yang difoto."
"Beneran? Kamu gak bohong kan? Wah jangan-jangan itu beneran adik kamu." Ucap Mira senang sedangkan Nabilla hanya terdiam.
"Loh kamu kenapa? Kamu gak senang? Siapa tahu itu beneran adik kamu loh." Ucap Mira lagi.
"Kita gak punya bukti Oma."
"Yaudah kamu dekatin dia dan coba minta dia tes DNA."
"Hah? Tes DNA? Gak mungkin lah Oma, lagian gimana cara minta dia tes DNA coba?" Ucap Nabilla.
"Tapi itu satu-satunya cara buat memastikan hal ini. Pokoknya kamu harus bisa yakinin dia supaya mau tes DNA."
Mira menatap Nabilla yang terdiam. " Ada apa? Bukannya kamu harusnya senang karena dapat orang yang kemungkinan itu adalah adik kamu?". Tanya Mira.
"Masalahnya Oma, hubungan komunikasi aku sama dia itu gak baik."
"Kalian punya masalah?."
"Dia pacaran sama cowok yang aku suka Oma."
"Jadi kamu gak mau cari tahu faktanya?."
"Gak gitu Oma."
Mira menggenggam tangan cucunya itu. "Oma gak tahu seberapa besar masalah kalian atau seberapa besar rasa gak suka kamu sama Aqila. Tapi yang Oma tahu, kamu adalah orang yang dari awal sangat bersemangat buat ketemu adik kamu."
"Untuk saat ini, jangan dulu mikir tentang masalah kalian. Kamu harus cari cara supaya buktiin dia itu beneran adik kamu atau bukan."
"Oma beneran ingin ketemu sama adik kamu. Oma yakin kamu juga mau ketemu sama adik, iyakan?"
"Tapi, Billa takut Oma."
"Takut apa sih?."
"Billa takut kalau Aqila beneran adik Billa, dia akan benci sama Billa."
Mira tersenyum menatap Nabilla. "Oma yakin dia gak akan benci kamu."
"Pokoknya kamu harus bujuk dia okey? Oma berharap dia memang adik kamu."
"Kalau terbukti dia adik kamu, kita harus temui dia dan minta maaf yang sebesar-besarnya sama dia."
"Okey, Billa akan cari cara buat minta Aqila tes DNA."
TBC ...
****
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKAYZO
Dla nastolatkówini kisah tentang seorang remaja laki-laki bernama Alkayzo Rega Avergio. Hidup berkelimpahan harta tak menjamin adanya kebahagiaan. Hidup ditengah keluarga yang hancur karena perceraian dan akhirnya ditinggalkan oleh bundanya untuk selama-lamanya me...
