16: deeptalk

197 29 2
                                        

phanbin menatap langit-langit kamarnya dengan napas yang selalu ia hembuskan.

sesekali cowok itu melirik tembok di sampingnya yang terpasang beberapa polaroid foto dirinya dan lea di masa lalu.

iya, masih terpasang dan sama sekali tak pernah ia ubah ataupun berniat untuk membuangnya.

phanbin beranjak dari tidurnya dan membuka laci. terdapat dua kotak kado kecil di sana dengan balutan pita berwarna merah muda.

ah, sesuatu yang belum sempat tersampaikan pada sang pemilik seharusnya.

tok tok!

phanbin mendengar ketukan pintu. "buka aja," katanya.

dan masuklah eunchae, adik perempuan tersayangnya.

"ngapain lu?" tanya phanbin to the point.

"gue abis ketemu kak lea kemarin," kata eunchae exited.

phanbin sedikit terkejut. "ketemu dimana?"

eunchae terlihat berpikir. "semalem di deket parkiran arah sekolahan kakak."

"ngapain lu disono bocah?"

"ish aku kan abis beli perlengkapan kerkom!"

phanbin hanya mengangguk-angguk mendengarnya. lalu ia mendudukkan dirinya di ujung ranjang. membiarkan eunchae berdiri bersandar di pintunya.

"kak tapi, kak lea sama cowok."

bisa eunchae liat kakaknya saat ini menampakkan raut berpikir. mungkin memikirkan kemungkinan siapa cowok yang eunchae maksud.

"katanya sih tu cowok guru tutornya kak lea, tapi ganteng banget tau kak!"

phanbin hanya mendengus. "gantengan gue apa dia?"

"jelas kakak lah!!!" ucap eunchae bangga, lebih ke membanggakan kakaknya ini supaya tidak menjadi masalah.

"jelas." phanbin menaik-naikkan kedua alisnya.

eunchae menyapu pandangan kamar phanbin, menelisik satu persatu barang yang phanbin punya. dari mulai jaket kulit yang digantung, gitar yang terbengkalai di pojokan, dan...

"ih kak, jangan bilang lo gamon?"

...foto polaroid phanbin lea yang dipajang terang-terangan.

phanbin mengikuti arah tatapan eunchae, lalu setelahnya berdecak. "udah bocah gausah ikutan. sono tidur lu besok sekolah."

tanpa basa-basi lagi, phanbin mendorong eunchae untuk keluar dari kamarnya.

"IH KAKAK GAMON BENERAN YA????!"

"cerewet!!!!"

_____________

hari ini bukan jadwal hanbin untuk mengajari lea.

yang hanbin lakukan sekarang adalah mengundang hao untuk main di apartnya sepulang sekolah.

saat ini mereka sedang sibuk bermain catur. udah lebih dari satu jam, namun permainan tersebut masih terus berlanjut.

mainan orang pinter emang beda ya.

"lo marahan bin sama lea?" tanya hao tiba-tiba, ngebuat hanbin bertanya balik.

"marahan apa?"

"lah gatau kocak makannya gue nanya."

hanbin melirik hao sekilas. "kenapa lo bisa menyimpulkan gue sama dia marahan?"

"soalnya lea dari kemaren misuhin lo terus. katanya 'kak hanbin aneh', 'temen lu kenapa gajelas banget sih kak hao', gitu gitu dah ampe enek gue dengernya."

Aversion | Sung HanbinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang