"menurut lo, gue harus gimana?"
pertanyaan hanbin membuat hao menoleh bingung. "gimana apanya sih bloon, lo aja belum jelasin apa-apa."
mereka berdua sekarang lagi ada di rumah hao. karena hari ini libur, jadilah hanbin main aja sama hao daripada sendirian di apart.
sekalian mau cerita banyak ke cowo cina gila itu.
"gue abis ngobrol sama nayoung kemaren," ucap hanbin.
hao mengerutkan alisnya, lalu duduk di samping hanbin. "nayoung? nayoung yang ada masalah sama lea itu?"
"lo udah tau soal hal itu?"
hao mengangguk. "lea udah cerita ke gue. lo ngapain ngobrol sama nayoung, btw?"
"gue pengen selesaiin masalah aja sih. kebetulan kemaren di perpus ketemu, jadi yaudah sekalian."
"ngomong apa bae lu?"
"gue bilang makasih buat gift-giftnya, terus gue minta maaf karena gak bisa bales perasaannya."
"terus?"
"ekspresi dia rada gak mengenakan gitu sih, tapi yaudah lah."
hanbin menghembuskan napas setelahnya, diikuti oleh hao. mereka berdua diam sambil bersender di punggung sofa.
"lo masih kangen dia?" tanya hao.
hanbin berpikir. "wajar gak kalo kangennya tiba-tiba ilang?"
hao mengernyit. "kok bisa anjing?" lalu dia menghadap hanbin meminta penjelasan.
"gatau anjing, tapi kan kemaren gue ketrigger sama sirine ambulans ya, terus disitu pikiran gue beneran langsung kacau dah kayak benang kusut. lo tau sendiri, gue trauma 2 kali sama hal itu,"
hao mengangguk-angguk, "terus terus?"
"terus, lea peluk gue."
"HAH?" detik ini juga, hao berdiri heboh. "APA-APAAN KOK TIBA-TIBA PELUK?"
seperti biasa, hanbin hanya menutup kedua telinganya. "bawel banget hao sumpah."
"kenapa bisa tiba-tiba meluk?! lu lagi dimana dan ngapain?!"
"duduk dulu deh anjing, rempong banget heran."
hao pun menuruti perintah hanbin. "LU PACARAN YA SAMA SEPUPU GUE?"
"KAGA KOCAK!" hanbin menoyor kepala hao penuh dendam. "kemaren gue ngeliat dia neduh di minimarket, yaudah karena gue lagi bawa mobil juga, jadi gue ajak dia pulang bareng, biar gak kehujanan. lagian dia gak bawa payung."
"lu naksir y---"
"berperikemanusiaan."
"halah anjing ngelak mulu!"
"berisik."
"terus yang soal dia, gimana ceritanya lu bisa gak kangen lagi?"
"ya itu, abis lea peluk dan tenangin gue, gue gak ngerasa kangen lagi sama dia. bahkan dia di pikiran gue sama sekali udah gak ada. gue gatau kenapa."
yang dibilang hanbin tuh benar adanya. padahal sebelum kejadian lea meluk hanbin, otak hanbin terus-terusan dipenuhin sama bayang-bayang dia.
bahkan rangkaian kejadian tahun-tahun lalu pun terputar lagi di otak hanbin, membuat cowok itu benar-benar jenuh dan kacau.
namun setelah hanbin jatuh dalam pelukan lea dan mendapat berbagai kalimat penenang dari cewek itu, semua pikiran beratnya seketika hilang.
perasaannya juga jauh lebih membaik. dan dia udah gak kepikiran lagi sama hal-hal kurang mengenakan beberapa tahun lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aversion | Sung Hanbin
Fiksi Remaja❝Sumpah ya, gue benci banget sama lo, kak hanbin.❞ ❝Bagus, gue juga benci sama lo, lea.❞ • cerita lokal. • bxoc. © ralouze, 2023.
