udah masuk minggu ujian, dan ini udah hari ketiga ujian dilaksanakan.
suasana udah mulai membaik, akun sekolah juga dinonaktifkan. kayaknya kak hanbin beneran nyuruh yang megang akun buat nonaktifin deh.
cih, padahal gausah sampe segitunya. tapi gue sangat amat berterimakasih ke kak hanbin.
kak hanbin tuh gak cuma omdo, tapi dia ngelakuin beneran. beruntung dah tuh yang jadi pacarnya nanti.
dan selama beberapa hari ini, gue terus mengawasi satu orang yang gue rasa dia adalah dalang dibalik masalah menfess kemaren.
gue sangat amat yakin 100%
bahkan sekarang, gue dipertemukan sama orang itu---ralat, dia keliling di kelas gue untuk memberikan sesuatu, yang pastinya itu adalah salah satu kegiatan wajib di eskul yang dia ikutin.
dan saat ini, kita lagi berhadapan. dia menyunggingkan senyumnya, senyum yang menurut gue sangat amat fake. dan gue benci itu.
____________
"kak, gue mau beli minum dulu."
"gue ikut."
hanbin dan lea pun langsung beranjak dari perpustakaan untuk ke minimarket terdekat.
di minggu ujian ini, mereka selalu bersama untuk belajar bareng. lebih tepatnya hanbin yang ngajarin lea.
tapi meskipun waktu hanbin untuk belajar berkurang karena harus ngajarin cewek itu, hanbin tetep bisa nguasain materi-materi ujian dengan baik.
biasalah orang pinter.
jangan iri.
di minimarket, lea udah selesai sama apa yang dia beli, tapi belum dengan hanbin.
hanbin masih di dalam, sedangkan lea nunggu hanbin sambil duduk di luar, di bangku yang disediain.
dia minum minumannya sambil mainin ponsel.
"kak lea!" atensinya pun beralih setelah mendengar suara yang manggil namanya itu.
bisa dia liat, itu eunchae, dan...
"phanbin?" ucap lea setelah melihat phanbin di samping eunchae.
"kak, kan gue yang manggil lo, kenapa lo malah nyapa kak phanbin sihhh!" eunchae protes tuh.
lea terkekeh pelan, lalu dia berdiri dan hampirin eunchae dengan wajah yang ceria.
padahal tadi muka dia udah suntuk banget gara-gara ngeliat buku terus.
"yap bocah SMP! ketemu lagi kitaaaa." mereka berdua pun berpelukan.
"kangennn, kak," ucap eunchae setelah melepas pelukan dengan lea.
"kakak juga kangen sama lu, bocahhh."
"bukan gue yang kangen sama lu, kak," eunchae menggantung kalimatnya, membuat lea mengerutkan kedua aliasnya. "tapi kak phanbin."
eunchae menunjuk phanbin dengan dagunya. phanbin yang disebut namanya cuma bisa ngumpatin eunchae dalam hati.
cepu banget jadi bocah.
lea pun natap phanbin, yang ditatap cuma naikin kedua pundaknya lalu mengangkat satu tangannya bermaksud menyapa lea.
"al."
cewek itu cuma natap sinis ke hanbin. dan eunchae notis hal itu. "sinis banget sih, kayak gapernah sayang-sayangan aja."
dan ucapan eunchae mendapat pelototan dari phanbin maupun lea.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aversion | Sung Hanbin
Novela Juvenil❝Sumpah ya, gue benci banget sama lo, kak hanbin.❞ ❝Bagus, gue juga benci sama lo, lea.❞ • cerita lokal. • bxoc. © ralouze, 2023.
