19: who is she

173 28 9
                                        

"oh ini? yang bisanya cuma nyusahin kak hanbin doang?"

"kekencengan gak sih lo ngomongnya, dia nengok tuh!"

"eh aduh maaf ya, mulut gue suka gak kekontrol kalo liat orang licik."

gue mendengus setelah mendengar percakapan kedua gadis itu.

gue tau siapa yang mereka maksud. tentu aja gue. gimana bisa gue gatau kalo daritadi arah pandang mereka ke gue terus.

gue gak gubris, masih sibuk ngeliatin sunghoon sama minhee yang lagi main basket di lapangan, ditemani ruka yang ada di samping gue.

ruka udah misuh-misuh daritadi perihal gadis-gadis gaada akhlak ini, tapi masih gue tahan, soalnya ini tanding basket masih seru.

kita lagi ada di lapangan indoor buat nyaksiin cowo kelas 11 main basket antar kelas. lumayan rame disini, tapi gak terlalu penuh.

"minhee, sunghoon! semangat woi!" teriak gue ke mereka berdua.

"tar kalo menang kita traktir!" ini ruka yang lanjutin. langsung aja gue sentil jidatnya.

"punya duit lu?"

ruka naik-naikin kedua alisnya. "baru cair bos."

"anjing kece."

byar!

gue yang lagi bercanda sama ruka dikagetkan sama minuman dingin yang tiba-tiba tumpah ke baju seragam gue.

gue menengok ke depan, melihat siapa pelakunya. dan yap, cewek yang tadi nyinyirin gue.

wah,

hayang gelud ni awewe...

sok weh aing hayukeun anjing

"yah, maaf gak sengaja. tangan gue suka gak terkendali kalo liat cewek genit kayak lo..." katanya sambil pura-pura bersihin basahan di baju gue yang langsung gue tepis.

gue yang udah gak tahan lagi akhirnya jambak rambut dia lumayan kenceng, ngebuat dia teriak.

YAHAHAHA

mampus anjing makan tuh botak!

dan teriakan dari cewek yang sekarang lagi di hadapan gue ini sukses bikin beberapa orang disini langsung nengok ke arah kita.

"lepas bangsat!!!!" cewek itu berusaha lepasin tangan gue dari rambutnya.

"lemah lu ah gini doang udah minta lepas." gue gak menuruti permintaan dia, gue tambah jambak rambutnya. "eh maap tangan gue suka gak terkendali gitu kalo liat orang haus validasi kayak lo."

"lea sialan!!!!"

semua pandangan pada menatap gue dan cewek ini dengan tatapan bertanya.

sedangkan ruka cuma ketawa evil sambil mampus-mampusin ni cewek.

dan temennya si cewek ini cuma ngumpet aja di antara kerumunan itu, cupu anjing temennya lagi susah malah kabur.

gk setia kawan, skip.

setelah gue mendengar teriakan-teriakan maut dari cewek ini, akhirnya gue melepas jambakan gue di rambutnya. "bangsat lo, lea!"

"gausah manggil nama gue, sok kenal lo." gue mendelik, lalu melirik ke arah nametag yang dipakai cewek itu. "oh, jiyoon nama lo. namanya bagus, akhlaknya minus." setelahnya gue hanya mendengus kasar.

jiyoon menatap balik gue dengan tatapan tajam, lalu ia menarik temannya untuk pergi dari kerumunan tersebut.

gue menyapu pandangan, memberikan isyarat ke mereka semua untuk bubar.

Aversion | Sung HanbinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang