gue lemes. loyo. gaada semangat. setiap guru masuk tadi aja, gue cuma bengong tanpa dengerin mereka, biasanya juga gitu sih.
tapi beda, hari ini gue bener-bener ga bersemangat apapun, mood gue lagi ga baik, dan...
gua kangen bokap gue. wkwk.
it's happened suddenly.
bahkan ruka yang daritadi ngoceh aja cuma gue tanggepin senyum terpaksa doang. minhee dan sunghoon yang daritadi bercanda pun menurut gue ga lucu sama sekali.
padahal biasanya gue ketawa. tapi kali ini engga.
sekarang aja gue lagi di kelas tanpa ruka, sunghoon, dan minhee. mereka bertiga pergi ke kantin. tadinya mereka udah maksa gue buat ikut, tapi gue gamau.
gue cuma nitip nasgor doang ke ruka, tapi sampe sekarang belum dianter.
"WOI KUNYUK." yailah, baru diomongin dah dateng ni orangnya.
dia bawa sebungkus nasi goreng, lalu dia kasihin ke gue. "makan yang banyak nyuk." dia bukain bungkusnya.
perhatian banget ya, terharu aing.
gue ambil sendok sambil terkekeh. "tumben lu."
"gausah banyak omong, makan lu."
setelah ruka ngomong gitu, dia pegang kening gue. "kaga panas ah, terus kenapa lu loyo daritadi?" tanya ruka.
gue mengabiskan suapan di mulut gue, lalu menjawab. "kangen bokap, ka."
tatapan ruka yang tadinya penasaran, langsung berubah jadi sendu. "ah... wajar kok le, gapapa gapapa. yaudah lu lanjut makan gih, habisin. mau sekalian gue beliin minum gak?"
"jangan kasianin gue, ka."
ruka menghembuskan nafasnya pelan. "gaada yang kasianin lo, lea.. kita sama, bokap gue juga udah gaada, jadi untuk apa gue kasianin orang yang sama kek gue? mending gue kasianin diri sendiri."
gue tersenyum miris. "lampu mana sih lampu," jawab gue bercanda.
ruka terkekeh pelan. "tolol."
"WOI ANJENGGGG!"
buset, minhee dateng-dateng langsung gebrak pintu, udah gitu lari ngos-ngosan ke arah kita dengan raut muka panik.
"kenapa sih tai?" tanya gue.
"abisin makan lu cepetan anjing!" kata minhee sambil nunjuk nasgor gue. setelah itu dia ngerebut sendok gue dan nyuapin diri dia sendiri. "enak, gue bantu abisin dah."
"monyet," umpat gue.
"woi jawab babi, ada apa?" ruka mukul-mukul minhee.
"oh iya!" minhee nelen nasgornya dulu, abis tu ngomong. "SI ITU JING! DATENG KE SEKOLAH!"
gue ngerutin alis penasaran, siapa sih anjing si itu si itu.
"siapa yang lu maksud cok?" tanya gue.
"ITU ANJENGGGG ELAH!"
"SIAPE GOBLOK?!"
"PHANBIN, MANTAN LU!"
"HAH?!"
"IYA! dia ke sekolah kita sama bocah-bocahnya!"
"sinting."
_________
bener aja kata minhee, di deket gerbang, gue bisa ngeliat hanbin, eunsang, lijeong, dan jake.
bisa gue liat juga, sunghoon lagi minum cola sama si jake temen seperjuangannya itu.
alay.
dan minhee yang ada di belakang gue langsung tos ala-ala sama si eunsang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aversion | Sung Hanbin
Teen Fiction❝Sumpah ya, gue benci banget sama lo, kak hanbin.❞ ❝Bagus, gue juga benci sama lo, lea.❞ • cerita lokal. • bxoc. © ralouze, 2023.
