lea terduduk lemas di kursi yang disediakan di depan ruangan. setelah ia menelpon hao karena panik tadi, akhirnya hanbin dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh hao.
hao yang saat ini berada di samping lea pun menepuk pelan pundak lea, berusaha menenangkan sepupunya itu.
"hanbin itu gabisa makan nanas. dulu pernah dia gak sengaja makan yang berbau nanas, terus dirawat seminggu di rumah sakit," ucap hao memberitahu lea.
"gue gatau kalo kak hanbin alergi nanas..."
"its okay, dijadiin pelajaran aja buat kedepannya."
lea menoleh pada hao, lalu menyipitkan matanya seperti mengintimidasi. "kok tumben lo gak nyalahin gue? biasanya bawel banget ceramahin gue ini itu."
hao langsung melepaskan tangannya dari pundak lea dan berdecih. "tai, lagi nahan berak gue. liat aja lu kalo gue udah berak, gue ceramahin abis-abisan."
gadis itu terkekeh dengan wajah yang sayu. "nah ini baru kak hao."
beberapa menit setelahnya, dokter beserta suster keluar dari ruangan, memberitahu hao bahwa hanbin baik-baik saja dan sekarang sudah sadar.
hao dan lea pun masuk ke dalam, dimana terdapat hanbin yang baru saja membuka matanya.
dengan cepat, lea langsung memeluk hanbin. "kak ah elah gue pikir lo bakal mati di tempat, gue panik banget sialannnn!" ucap lea dengan air mata yang tiba-tiba turun.
hanbin syok, bagaimana tidak? ia baru siuman sudah ditabrak pelan oleh pelukan lea yang lumayan erat ini. begitupun hao, ia mematung melihat pergerakan cepat dari sepupunya itu.
kedua cowok itu pun hanya bisa saling pandang, lalu hanbin terkekeh setelahnya, dan membalas pelukan lea.
"kalem sih, gue mah kebal," kata orang yang baru aja hampir mati.
lea memukul punggung hanbin. membuat sang empu meringis. "bacot anjing lo tadi kayak orang sekarat tau kak! gue takut dijadiin pelaku kriminal!"
hanbin tertawa geli. "gak bakal lea, astaga. yang penting sekarang gue gak jadi mati, lo gak bakal dicap kriminal juga."
gadis itu berdecak masih sambil memeluk hanbin.
"itu kaga bakal dilepas itu pelukannya? gue ada disini loh." hao berdehem kencang, menyindir dua manusia di hadapannya.
lea langsung melepas pelukan tersebut dan mengusap air matanya. "bawel."
"ck bin, makannya lu lain kali kalo dikasih makanan sama ni bocah jangan mau napa, racun ege," kompor hao lalu menatap sinis lea.
"eh anjing lu kak!" lea menunjuk-nunjuk hao sambil menyipitkan matanya.
"gak bisa diprediksi bro, tiba-tiba aja tu makanan nyampe di mulut gue." wah hanbin malah ngeladenin hao.
lea sudah melepas sepatunya dan berancang-ancang untuk melempar ke mereka satu-satu. "eh sialan banget lu berduaaa!!!!!!"
hao dan hanbin cuma bisa ketawa ngakak aja, ngeliat lea kesel tuh menurut mereka seru.
"eh iya bin, nanti bokap lo mau kesini," ucap hao tiba-tiba, membuat hanbin menunjukkan ekspresi bertanya.
"ngapain?"
"pake nanya, jenguk lo lah. khawatir karena tadi anaknya abis diracunin." hao sedikit melirik ke arah lea.
namun lea sudah meliriknya lebih dulu dengan sinis.
hanbin pun terkekeh dan mengangguk mendengar ucapan hao.
"yaudah gue mau ke toilet dulu. le, jagain itu korban lo."
KAMU SEDANG MEMBACA
Aversion | Sung Hanbin
Teen Fiction❝Sumpah ya, gue benci banget sama lo, kak hanbin.❞ ❝Bagus, gue juga benci sama lo, lea.❞ • cerita lokal. • bxoc. © ralouze, 2023.
