31: like a stranger

111 26 21
                                        

hanbin sibuk keringin rambutnya dengan handuk selepas mandi di kamar mandinya.

yaiyalah di kamar mandi sendiri yakali di kamar mandi jokowi, gila aja lu.

.g

cowok itu pun duduk di pinggir ranjang, lalu mendengus kasar.

akhir-akhir ini kenapa kayak banyak masalah banget ya? pikirnya.

ah tapi persetan dengan itu, hanbin segera beranjak, lalu mendudukkan dirinya di depan layar laptop yang menyala disana.

gak ada yang menarik sebenarnya, layar itu cuma menampilkan garis-garis yang tingginya gak menentu dengan suara-suara yang keluar.

hanbin meraih headphone yang ada di depannya, dan langsung dia pakai. tangannya fokus memegang mouse dan menggerakkannya entah mencari apa.

bukan, ini bukan tentang proposal OSIS atau tugas OSIS lainnya. ini adalah urusan pribadi hanbin dengan seseorang dan seseorang lainnya.

mungkin bisa dibilang sebuah misi yang bisa membuat seseorang hidupnya terancam, atau bahkan hancur.

dan sebuah misi yang bisa membuat seseorang lainnya terlepas dari segala gangguan yang terus berarak di pikirannya.

hanbin terdiam, namun telinganya fokus mendengarkan semua kalimat fakta yang mungkin selama ini disembunyikan.

cowok itu berdecih lalu mendengus kasar. bisa diliat dari ekspresinya kalau hanbin sedang emosi. kalimat yang baru aja dia dengar harus membuatnya menahan amarah.

"sialan, gak akan gue biarin dia sakitin kesayangan gue."

_____________

udah 3 harian sejak gue ucapin kalimat kebencian ke kak hanbin saat itu. dan kita sampai sekarang belum ada interaksi apa-apa lagi.

ya gue sih bodoamat, gak peduli!

gue benci banget sama kak hanbin, dan selamanya akan begitu. lagipula emang seharusnya begitu, kan? dari awal juga kita udah saling benci.

jadi ini bukan masalah yang besar.

TAPI MENURUT GUE INI BESAR.

entah kenapa, semenjak gue dan kak hanbin berjarak, cowok anjing itu malah deket sama nayoung?

padahal sebelumnya kita udah pernah ngomongin nayoung dan dia sepakat untuk gak deket-deket sama cewek itu.

tapi liat sekarang... kenapa malah mengingkari kesepakatan?

ah emang brengsek ya cowok tuh, omongannya gak bisa dipercaya panteeeeek.

gue menghentakkan kaki kesel pas mata gue gak sengaja ketemu sama mata kak hanbin yang lagi ngobrol berdua sama nayoung di depan ruang OSIS..

gue melontarkan tatapan nyalang dan kebencian ke cowok itu, sedangkan dia cuma natap gue datar tapi menusuk.

menusuk hati.

gak.

dia natap gue datar tapi netranya menyiratkan sesuatu yang gak bisa diutarakan.

ah kak hanbin, lu kenapa sih?

kalo emang mau asing, ya gausah begitu lah. udah anjing, jangan natap gue juga kalo bisa.

berbahagia aja sono sama cewek baru lo itu.

jujur gue gatau, kenapa gue dan kak hanbin bisa jadi sejauh ini? apa penyebabnya? gue gatauuuuu.

semua terjadi begitu aja tanpa gue pahamin. bahkan gue sendiri juga gak tau siapa diantara gue dan kak hanbin yang bikin kita jadi kayak orang gak kenal begini.

Aversion | Sung HanbinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang