11: strange feeling

204 34 3
                                        

gue celingak-celinguk sembari menguap menuju ke rumah kak hao. pagi ini mendung, membuat gue sangat amat malas untuk pergi ke sekolah kalau aja my nyokap gak teriak-teriak bangunin gue.

bisa gue liat kak hao keluar dari rumahnya sembari melempar-lempar santai kunci motor di tangannya. setelah itu, ia menutup pintu.

hmmm kok seperti ada yang kurang yah...?

OW YEAH si orang tua bawel itu kemana dia, apakah udah balik ke habitatnya?

"kak hanbin mana, kak?" tanya gue ke kak hao yang dibalas tatapan ledekan sama blio.

"jiakh nyariin, mulai demen lu ya ama dia?"

KAMPRET EMANG ANJINGGG

"najis mugholadzoh." gue bergidik sambil ngelempar tatapan jijik.

gila kali gw demen sm milenial bawel itu.g

kak hao cuma ketawa ngakak, abis itu nyalain motornya dan dia naik tuh. "udah balik dia semalem, gatau juga dah kenapa tiba-tiba balik gitu, padahal gue masih bersedia menampung dia sampai berabad-abad kemudian."

"najis alay," celetuk gue sebel mendengar penuturan kak hao yang panjangnya kayak tol cipali.

"tai lu emang, udah cepetan naik, tar telat kita ah."

dan yap, gue akhirnya berangkat bareng kak hao.

____________

gue mendudukkan diri gue di kursi, sampingan sama ruka.

sepanjang jalan dari gue masuk kelas sampe duduk, ni bocah natap gue mulu.

gkpapa sih wajar, artis mmg slalu mencyuri perhatian

"lu ngapa anjing?" tanya gue membalas tatapan dia.

"lu... balikan ya sama phanbin?" ruka menaik-naikkan alisnya tengil.

langsung aja gue geplak tu pala. selengean amat heran. "palalu kotak, ogah anjing."

"lah itu semalem berduaan di motor romantis amat, ya gak min, hoon?" ruka meminta persetujuan ke dua cowok yang sekarang lagi ngebut ngerjain pr di meja belakang kita.

emang begok tu dua orang

yang ditanya mah cuma iya iya aja, karena panik banget ini bossss, pr mtk belum dikerjain sedangkan mapelnya ada di jam pertama.

ruka lanjut ceng-cengin gue.

emang taik juga ni orang gue liat-liat.

"stop ya puki," bales gue sambil ngasih jari tengah dengan muka penuh keimutan.

boonk

dengan muka malas menanggapi.

"semalem gue nyuruh dia untuk bersikap asing sama gue layaknya kemaren-kemaren." secara tiba-tiba, mulut gue menceritakan apa yang terjadi semalem pas phanbin nganter gue pulang.

ruka sedikit terkejut. "kenapa anjing? jahat lu."

"ya gimana tai? gue gamau deket lagi sama dia, temenan pun gue gamau."

"takut gamon?"

"najis banget bangsat," elak gue sambil noyor kepala ruka. "lagian biasanya juga gue asing sama dia, jadi ya kenapa engga."

"aih tolol. tapi kayaknya dia masih sayang sama lo."

gue cuma mendelik acuh, "perspektif gila."

bel masuk pun berbunyi, ngebuat minhee sama sunghoon semakin mempercepat gerakannya.

eH MKSTNYA

semakin mempercepat nulisnya.

terdengar suara pintu kelas diketuk, gue bisa mendengar suara hati dua tuyul itu yang semakin menggebu kayak dikejar anjing galak deket komplek minhee.

Aversion | Sung HanbinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang