akhirnya gue bertemu lagi dengan kasur setelah mendengar berbagai dongeng proposal dari kak hanbin di cafe tadi.
capek dd.
tapi,
setelah tadi kak hanbin dari toilet untuk muntahin coklat yang gue kasih, dia jadi lebih sering diem.
padahal baru aja tu orang minta maaf, masa seperkian detik kemudian jadi dingin sih.
sebenarnya dia punya kepribadian ganda atau gimana dah. manusia aneh.
tapi yang harus kalian tau, meskipun dia jadi kayak kulkas 2 pintu, dia tetep kekeh ngajarin proposal sialan itu.
mumet anying pala aing
dan pas pulangnya, kak hanbin mampir dulu ke minimarket entah untuk apa. gue gatau soalnya gue disuruh nunggu di luar aja.
lalu pas kak hanbin keluar dari minimarket, dia dengan tiba-tiba ngasihin kresek putih ke gue. gue yang penasaran langsung liat dong isinya apa,
dan yap isinya coklat silperkuin 5 biji.
KOCAK KATA GW MAH
all of sudden banget??????
katanya buat gue semua.
lima,
buat gue semua.
diabetes inimah gue besok kak.
gue seketika tersadar dari rangkaian pikiran itu, lalu melirik 5 coklat yang ada di atas meja belajar gue.
gue pun terkekeh setelahnya. entah apa maksud kak hanbin ngasih begituan, tapi intinya gue sangat berterimakasih.
mood gue yang tadinya kurang bagus karena phanbin, jadi balik bagus lagi karena kak hanbin.
_____________
tau gak apa yang lebih horror daripada denger minhee ngorok? yap bener, ujian.
ujian tengah semester bakal diadain minggu depan, dan tentu aja gue maupun temen-temen gue gak siap akan hal itu.
kita berempat sekarang lagi di kelas, main uno sambil merenung memikirkan cara agar bisa menyandingi chatgpt alias tutorial menjadi pinter tanpa harus belajar.
itu adalah hal tolol yang dicetuskan oleh minhee.
"stress dah gue," ucap sunghoon setelah naruh satu kartu.
"sok stress anjing, presiden lu?" celetuk ruka.
"sialan lu."
gue mendengus sambil sedikit menggebrak meja. "harusnya gue anying yang stress. gue abis diceramahin kak hanbin perihal proposal asu."
"mampus," kata sunghoon. "eh tapi kayaknya lo makin deket dah sama bang hanbin." sunghoon mengintimidasi gue.
seketika gue berdecih dan melayangkan tatapan kematian ke sunghoon. "najis deket apaan. lo tau sendiri tu orang demen banget cari masalah sama gue."
"tau anying tolol lu hoon, gak bakat lu memprediksi gini-ginian," timpal minhee memihak gue.
"tapi gue setuju sama sunghoon..." ruka melirik gue dan sunghoon bergantian.
kocak ni manusia pada.
gue pun bergidik. "kata gue mah ya, lu jangan join aliran sesat sunghoon dah."
sunghoon yang daritadi dibicarakan pun angkat suara. "eh tai, gue tolol begini pun bisa disebut pakar cinta ya!"
"terus apa hubungannya sama gue dan kak hanbin, monyeeet?" gue mendorong pelan jidat sunghoon pake jari telunjuk gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aversion | Sung Hanbin
Dla nastolatków❝Sumpah ya, gue benci banget sama lo, kak hanbin.❞ ❝Bagus, gue juga benci sama lo, lea.❞ • cerita lokal. • bxoc. © ralouze, 2023.
