"kak,"
"hm?"
"kenapa lo gak bilang kalo punya cewek?"
hanbin membeku setelah mendengar pertanyaan lea.
cowok itu pun noleh ke lea yang sekarang lagi pegang ponselnya. bisa hanbin liat, layar ponsel tersebut nampilin salah satu foto hanbin dengan seorang perempuan.
mesra.
hanbin langsung merebut ponselnya dari lea, ngebuat lea semakin bingung. kenapa harus segitunya? kan lea cuma nanya?
"mantan lo ya kak?" tanya lea lagi.
hanbin menggeleng, masih dengan raut paniknya yang berusaha dinetralisir itu. "gue bilang, gue gak ada mantan."
lea terdiam. entah bagaimana mendeskripsikan perasaannya saat ini, namun hatinya gak seceria saat tadi.
terlebih pas hanbin gak ngasih tau siapa cewek itu sebenarnya.
ah tapi... apa hak lea untuk tau semua itu? lea sadar, dia bukan siapa-siapanya hanbin, jadi dia pun gak bisa maksa hanbin untuk ngejelasin.
cewek itu menghembuskan napasnya berat, tersirat rasa kecewa di helaannya. raut wajahnya juga menyiratkan kesedihan, tapi gak tau sedih untuk apa?
lea cuma mikir, kenapa hanbin sampe segitunya ngelak pertanyaan lea? padahal lea selalu terbuka sama hanbin, tapi kenapa hanbin enggak?
lea cuma merasa... gak seimbang aja. iya, pasti cuma karena itu kok.
tapi, enggak. jauh di lubuk hatinya, dia menebak jawaban demi jawaban atas pertanyaannya sendiri.
tentang siapakah cewek itu? apa hubungannya dengan hanbin? dan.. apa sekarang masih berhubungan juga?
ah, apa mungkin itu pacarnya hanbin ya? tapi sekarang mereka LDR...? jadi jarang ketemu gitu?
bisa jadi. cuma itu kemungkinan yang sekarang bisa lea yakini.
sial, harusnya lea gak usah berpikir sampai sejauh ini kan? harusnya perasaan dia juga gak usah sampai sekecewa ini, ya kan? tapi... kenapa?
"kak, kenapa sih lo gamau jujur sama gue? gue gak bisa dipercaya ya?"
ah, lea tetaplah lea yang masih menginginkan jawaban mau bagaimanapun juga.
padahal, bisa aja cewek itu pergi dari sini karena rasa kecewanya, tapi, lea gak ngelakuin itu.
hanbin mengusap wajahnya, lalu menatap lea. "le... tapi maaf, gak semua hal harus lo tau, ya...? nanti, kalo emang waktunya udah tepat, gue pasti bakal kasih tau semuanya ke lo, oke?"
bukan hanya lea, tapi hanbin pun bingung bagaimana harus menyikapi keadaan sekarang. dia cuma gamau perihal ini jadi menyebar bahkan ke lea.
padahal hanya masa lalu, harusnya udah terkubur dalam-dalam, bukan malah diungkit lagi seperti ini.
cowok itu juga belum siap kalau harus memberitahu semuanya untuk sekarang.
"ah... maaf kalo gue lancang tadi, kak," ucap lea dengan senyum yang dipaksakan.
setelah dipikir lagi, lea gak seharusnya bertanya kayak gitu. bener kata hanbin, gak semuanya harus lea tau.
semua orang punya batasan masing-masing, dan mungkin, lea tadi udah hampir ngelewatin batasan yang hanbin buat.
hanbin menghadap sepenuhnya ke lea. cowok itu lalu menepuk pelan kepala lea dan menyunggingkan senyum teduhnya. "makasih ya le karena udah mau ngerti gue."
KAMU SEDANG MEMBACA
Aversion | Sung Hanbin
Novela Juvenil❝Sumpah ya, gue benci banget sama lo, kak hanbin.❞ ❝Bagus, gue juga benci sama lo, lea.❞ • cerita lokal. • bxoc. © ralouze, 2023.
