"gausah ribet-ribet ngelak, semuanya bakal kebongkar lewat video yang ada di hp gue ini."
semuanya terdiam, dengan dongyun yang sibuk mencari sesuatu di ponselnya, dan hanbin juga hao yang menghampiri lea dengan khawatir.
"siapa yang ngelempar lu telor busuk begini anjing?" tanya hao, mukanya keliatan emosi.
"gatau gue kak... ah lemes gue..." jawab lea yang udah gak ada semangat idup sama sekali.
hanbin menghembuskan napasnya pelan. "yaudah nanti lo balik aja ya?"
"ke rumah?"
"emang mau kemana lagi?"
lea menggaruk jidatnya. "iya juga sih. ah tapi gue gamau pulang."
"kenapa? bau amis tuh," ucap hanbin sedikit meledek.
cewek itu langsung memukul lengan hanbin pelan. "emang anjing lu kak, mana katanya berperikemanusiaan? liat gue begini malah ikut menghina. udahlah kak." langsung dah tuh betina cemberut.
hao yang melihat cuma menggelengkan kepala pelan. lalu cowok dengan gelar ketua osis itu beralih mendamaikan suasana.
hanbin terkekeh pelan mendengar penuturan lea. cowok itu akhirnya mampu menetralkan diri setelah tadi menggebu-gebu atas hal yang menimpa lea beberapa menit sebelumnya.
hanbin, hao, dan dongyun baru memunculkan eksistensinya dikarenakan ada hal yang harus mereka urus sebelum datang kesini.
mereka merencanakan sesuatu, dan mereka juga berusaha mencari kebenaran atas tuduhan-tuduhan yang diberi pada lea.
untungnya, saat itu hanbin udah menugaskan dongyun untuk terus mengawasi lea. jadi apapun yang berkaitan dengan lea mulai dari pagi tadi sampai sekarang, sudah tertulis jelas di otak dongyun.
sampai-sampai, kejadian lea difitnah pun, dongyun tau siapa dalangnya.
dan semua itu, ada di dalam rekaman video berdurasi 2 menit lebih 40 detik yang saat ini sedang ia putar di hadapan murid-murid tersebut.
video yang menampilkan nayoung di pagi hari masuk ke dalam kelas ningning---yang juga kelas lea dan dongyun yang saat tadi masih sepi. hanya ada dongyun disana, menenggelamkan kepalanya dalam tumpukan tangan, berpura-pura tidur sambil diam-diam merekam gerak-gerik nayoung yang mencurigakan itu.
baru beberapa murid yang datang, dan mereka pun berada di luar kelas. jadi wajar kalau kelas kosong, dan tersisa dongyun disana.
bisa diliat di menit pertama, nayoung mengambil duit ningning dari tas sang pemilik, dan dengan gerakan hati-hati memasukkan duit itu ke dalam tas lea.
di menit berikutnya, nayoung merapikan kembali tas keduanya, lalu menengok kanan dan kiri, dan pergi keluar kelas dengan tergesa.
di akhir video, ditampilkan muka julid dongyun lengkap dengan jari tengahnya yang entah apa tujuan dongyun merekam muka dirinya sendiri itu.
"see? biasanya yang paling heboh itu, dia-lah dalangnya," ucap dongyun setelah mematikan ponselnya.
murid-murid kembali berbisik, tercipta kembali juga suara ikan goreng yang baru masuk penggorengan. mereka menatap nayoung dengan sinis dan benci, bahkan ada juga yang berusaha menjambak nayoung.
nayoung menatap dongyun nyalang. "bajingan, lo pasti manipulasi videonya kan?"
dongyun menaikkan kedua bahunya. "eits, yang manipulasi lo gak sih? lo memanipulasi CCTV kelas kan biar bukti kriminal lo gak ada disana?"
makin-makin dah tuh murid-murid pada bergunjing. nayoung udah gak bisa mengelak lagi. sekarang, dia yang dipermalukan.
plak!
KAMU SEDANG MEMBACA
Aversion | Sung Hanbin
Fiksi Remaja❝Sumpah ya, gue benci banget sama lo, kak hanbin.❞ ❝Bagus, gue juga benci sama lo, lea.❞ • cerita lokal. • bxoc. © ralouze, 2023.
