entah apa yang bisa menggambarkan perasaan lea sekarang, tapi yang pasti cewek itu sangat amat kesal sama
KAK HANBIN BRENGSEEEEK, batinnya.
iya bener, siapa lagi kalo bukan hanbin.
lea cuma gak habis pikir aja, bisa-bisanya hanbin ngomong gitu ke dia?
apa katanya?
lea? nyusahin?
LU YANG BIKIN IDUP GW SUSAH KAK HANBIN SIALAN, batin lea lagi-lagi bergemuruh.
lea mau sakit hati pun kayak... ngapain? buang-buang waktu aja. tapi ya jujur ini sih lumayan menyakiti hatinya.
gak nyangka aja dia tuh, hanbin yang dia kenal bisa setega itu. meskipun biasanya juga tega, tapi yang kali ini levelnya udah tingkat dewa sih menurut lea.
setelah kejadian lea dan kak hanbin tadi, akhirnya gadis itu pulang dengan ruka.
sepanjang jalan lea mencak-mencak ke ruka, dan ruka juga ikut ngatain hanbin.
emang ya orang kalo udah sohib bakal sehati banget.
dan sekarang, lea lagi ada di rumah ruka. kebetulan orang tua ruka lagi mau bikin dede baru di luar negri ceunah, jadi si ruka minta ditemenin lea.
udah sekitar 3 jam lea di keberadaannya ruka. cewek itu udah izin ke nyokapnya kalo malem ini ga bakal pulang, dan ya seperti biasa, nyokapnya oke oke aja.
asal lea gak melewati batas.
saat lea lagi bersantai di ruang tamu ruka---sambil ngemilin cilok yang tadi dibelinya, tiba-tiba dateng lah tuh si pemilik rumah yang katanya abis dari kamar mandi,
sambil bawa dua botol bir.
buset nongol-nongol langsung sajiin yang mantep mantep.
lea menatap ruka sinis. "lu lagi stress ya?"
ruka menelisik. "lo yang lagi stress, setan. gue berbaik hati nih, hasil nyolong punya bokap."
"gue ga stress ya anjing?"
"muka lu udah menggambarkan semuanya."
benar sih, lea gak akan mengelak lagi bahwa dirinya saat ini memang lagi tidak baik-baik aja.
padahal hanya memikirkan perkataan hanbin, tapi sampai membuat dia sebegininya, bahkan teman terdekatnya notice akan hal tersebut.
bukan hal yang asing bagi lea untuk meminum minuman seperti ini. namun tidak sering juga ia mengonsumsinya.
hanya saat sedang banyak pikiran saja, seperti saat ini contohnya. selain itu, ia tidak akan menyentuh, meskipun dipaksa teman-temannya.
ruka menyiapkan dua gelas untuk dirinya dan lea. saat minuman sudah ada tepat di depan mata, mereka berdua pun cheers ala-ala, dan menikmati setiap tegukannya.
gak perlu khawatir, baik lea maupun ruka, dua-duanya kebal terhadap alkohol. jadi gak mungkin mereka akan mabuk secepat itu.
satu botol sudah dibabat habis oleh mereka. menyisakan satu botol lainnya.
bisa dilihat, wajah lea memerah, namun dirinya masih 100% sadar. tapi tetap, efek alkohol pasti terasa.
"uno dah yok," ajak ruka pada lea setelah meneguk setetes terakhir di gelasnya.
lea yang sedang sibuk membuka kancing seragamnya satu persatu refleks menoleh, lalu mengangguk. "ayo dah sapa takut."
setelahnya, cewek itu melepas baju seragam yang tadi masih dikenakan. menyisakan kaos navy berlengan pendek dengan rok sekolah yang masih setia menutupi pahanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aversion | Sung Hanbin
Ficção Adolescente❝Sumpah ya, gue benci banget sama lo, kak hanbin.❞ ❝Bagus, gue juga benci sama lo, lea.❞ • cerita lokal. • bxoc. © ralouze, 2023.
