Sebelumnya author minta maaf ya jika terdapat banyak typo.
Selamat membaca teman-teman 😊
***
"Friends sorry nih, aku harus pulang duluan. Myt kamu pulang sendiri ga papa kan?" Ian sudah berdiri dan menenteng tasnya.
"Aman... Aku kan bawa motor sendiri."
Setelah Ian pamit pulang, aku juga pamit untuk mandi karena hari sudah sore. Tinggal Egha dan Mytha yang masih asik menikmati taman belakang sambil ngemil.
Tujuan meet up hari ini sudah tercapai. Egha senyum-senyum sendiri saat tampaknya Mytha juga akan segera pulang. Tentu saja karena dia pikir sesuatu yang tadi Ara janjikan akan segera terjadi.
"Loh Myt, kok belum pulang? Udah makin sore loh ini." tanya Egha yang masih santai ngemil sambil menyeruput minumannya.
"Aku sama Ara masih ada janji sore ini. Kamu tuh yang ngapain masih di sini?" Mytha menatap Egha curiga.
Egha terkejut sampai hampir tersedak. "Hah! Masih ada janji? Janji apaan?"
"Kita mau jalan." Mytha santai saja menjawab.
"Kemana? Ikut donk..." Egha merubah nada bicaranya jadi seperti bocah yang sedang merayu ibunya agar mengizinkannya ikut.
"No! It's girls times. Kamu boleh ikut kalo kamu cewe." Mytha tak ingin terbujuk dan memalingkan wajahnya membelakangi Egha.
"Paan sih. Kan kalo ikut itung-itung aku bisa jadi bodyguard kalian." Egha kesal sambil misuh-misuh.
"Ga perlu. Org kita jalannya juga ke tempat umum."
"Emang mau kemana?"
"Ngemall sama makan paling. Oh ya, Ara mau ke toko buku juga katanya."
Egha tidak melanjutkan rengekannya. Dia mulai berpikir untuk mengikuti mereka berdua saja diam-diam.
Aku akhirnya keluar setelah selesai bersiap. "Myt jadi mandi dulu?"
"Jadi dong. Dimana kamar mandinya?"
"Pake aja yang di kamarku. Kalo mau pinjem baju ambil aja di lemari. Kalo handuk bersih ada di kabin atas westafel."
"Kamar kamu dimana?" Mytha membersihkan tangannya sambil mendekatiku.
Aku menunjukkan jalannya pada Mytha, "Dari ruang keluarga ada tangga, pintu pertama dari tangga sebelah kanan."
"Ok aku mandi dulu ya." Mytha pun langsung pergi masuk ke dalam.
"Jangan lama-lama. Keburu kemaleman." agak kutinggikan intonasi ku agar Mytha bisa mendengar.
Egha yang sejak tadi hanya memainkan ponselnya sambil ngemil, ternyata hanya kedok sambil menunggu percakapanku dan Mytha selesai sebelum dia akhirnya bicara.
"Ra..."
"Hmmm...?" jawabku sambil mengecek inbox di ponsel.
"Jauh banget duduknya kaya lagi berantem."
Tiba-tiba aku merasa gugup karena akhir-akhir ini Egha sering sekali mendadak skinship saat sedang berdua.
"Lagi pengen aja duduk di pojokan."
Hup... Tiba-tiba aja Egha udah duduk mepet di sebelahku. Dia merangkul pundakku dan menariknya agar tidak ada jarak sedikit pun diantara kami berdua.
"Gha jangan gini dong. Nanti kalo Mytha liat kan ga enak."
"Emang kenapa? Cuma meluk kan? Mytha ga akan mikir aneh-aneh."
"Apa kamu sama Mytha atau cewe lain pelukan juga?" aku masih berusaha melepaskan dekapan Egha.
"Ya nggak dong sayang. Cuma sama cewe yang aku anggap spesial aja." Egha kini mulai mengendus aroma tubuhku yang memang baru selesai mandi.
"Nah itu maksudku. Kalo sikap kamu beda ke setiap temen cewe kamu, ya kamu juga jangan gini dong sama aku. Yang liat nanti akan mikir kalo kita..."
"Kita apa?" Egha melepas dekapannya dan menatapku tidak senang.
"Egha, pokoknya aku ga nyaman sama sikap kamu yang begini. Jadi plis... Tolong bersikaplah seperti ke temen perempuan kamu yang lain." aku mengeraskan wajah agar Egha tahu aku serius.
Egha mendadak berdiri dengan ekspresi kesal. "Maksudnya apa Ra? Apa ini jawaban kamu untuk permintaan ku?"
Aduh... Dia salah paham. Gimana nih? Aku mulai kikuk di depan Egha.
Egha yang kesal langsung menyambar tasnya dan pergi begitu saja tanpa pamit atau mengatakan apapun. Aku bisa melihat matanya memerah tanda dia sedang memendam rasa kesalnya.
*To be continue*
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi teman-teman yang menjalankan.
Kalo mau war takjil, plis stay safe ya🤭
KAMU SEDANG MEMBACA
Summer Field (End)
General Fiction👑FOLLOW DULU GA RUGI KOK BESTIE👑 Selamat datang di cerita pertamaku 💙 "Summer Field" adalah kota kecil yang kupilih untuk melanjutkan hidup. Sampai aku melihatmu. Seseorang yang seperti sama dengan kamu. Seperti Dejavu. __________________________...
