👑FOLLOW DULU GA RUGI KOK BESTIE👑
Selamat datang di cerita pertamaku 💙
"Summer Field" adalah kota kecil yang kupilih untuk melanjutkan hidup.
Sampai aku melihatmu. Seseorang yang seperti sama dengan kamu. Seperti Dejavu.
__________________________...
Hallo readers sekalian. Maaf ya kalau ada typo. Sejauh ini gimana pendapat kalian tentang cerita perdana author? Komen jawaban kalian dong. Supaya kedepannya bisa buat masukan untuk author.
Aku juga mau mengingatkan, kalau ini murni fiksi penggemar ya. Jadi tolong jangan ada hate komen. Diharapkan pembaja sekalian bersedia meninggalkan jejak seperti vote dan follow. Bonus komen juga kalau boleh 🤭
Happy reading all 😉 * * *
***
Egha datang disaat yang tepat. Waktu itu dia liat Ara udah ada di lantai terduduk sambil merintih kesakitan memegang sebelah pergelangan kakinya.
Sementara Dian bersiap melayangkan tamparannya lagi. Ngeliat itu reflek Egha nahan tangan Dian dan narik dia menjauh dari Ara dengan kasar.
Sekilas terliat Ara yang kaget liat Egha mendadak muncul.
"Egha. Ka-kamu di sini?" (Dian gugup).
"Iya, aku disini. Kenapa?" (Egha ketus).
"Ka-kamu bukannya di kantin? (Berusaha keliatan ga terjadi apa-apa).
"Apa yang kamu lakuin ke Ara tadi?" (Egha makin kasar).
"Ga ada kok. Tadi dia jatuh dan aku mau tolong dia. Eh kamu dateng." (Nyengir kecut).
"Kamu ga mikir aku udah buta kan? Atau menurut kamu aku bego? Mana ada orang mau tolong kaya orang mau nampar? Kamu sinting ya?" (Egha mulai ngamuk).
"Egha, kok kamu bentak aku sih? Emang dia siapa sampai kamu tega bentak aku untuk belain dia?" (Mulai nangis).
"Bagus aku cuma bentak kamu. Gimana kalo aku tampar kamu kaya kamu tadi nampar dia?" (Egha nunjuk Ara. Untuk sesaat liat Ara lagi, mastiin dia masih baik-baik).
"Tapi kan..."
"Berhenti kasih aku alesan. Atau aku bisa habis kesabaran."
Egha langsung berbalik nyamperin Ara dan bopong dia ke pusat kesehatan kampus. Dan Ara cuma diam karena masih shock dengan tindakan Egha yang tiba-tiba.
Egha merebahkan Ara di Tempat tidur sebelah jendela.
"Nih Ga." (Mytha kasih handuk berisi es ke Egha untuk ngompres sudut bibir Ara yang masih berdarah).
Sikap Egha bener-bener lembut ngerawat Ara. Mau ga mau bikin Mytha yang liat cuma bisa senyum-senyum.
Setelah tahu Egha dan Ara akrab, Dian makin cemburu. Terlebih waktu dibentak Egha di depan anak-anak sekelas karena udah nampar Ara dan bikin kakinya terkilir parah setelah di dorong. Merasa harga dirinya hancur, Dian marah dan bersumpah bikin hidup Ara ga tenang.
"Sialan Ara. Gara-gara dia Egha jadi bentak aku." (Dian setelah balik duduk di kursinya).
"Terus kamu mau gimana Di?" Tanya Anti (teman sebangkunya).
"Liat aja nanti. Yang udah berani cari perkara sama Dian, ga akan pernah aku biarin lolos. Dia harus lebih sakit dari yang aku rasain."
***
Setelah merawat Ara di pusat kesehatan kampus, Egha menggendong Ara di punggungnya sampai rumah.
Ara masih cuma terdiam pasrah dalam gendongan Egha. Ga tahu harus ngomong apa.
"Gimana kaki kamu? Masih sakit?" (Tanya Egha begitu selesai bantu Ara duduk di sofa ruang tamu).
Ara liat kakinya yang sekarang udah dibalut perban. "Better."(senyumnya simple).
"Eh, non Ara kenapa?" (Tanya bibi lari-lari kecil dari arah dapur).
"Ga papa bi, cuma keseleo aja." (Senyum polos).
***
2 hari Ara istirahat di rumah karena cedera kakinya yang ternyata cukup parah, akhirnya Ara masuk kuliah bareng Egha yang biasanya jalan kaki, kali ini terpaksa naik motor. Egha yang masih khawatir ga mau jauh-jauh dari Ara selama di kampus.
Dian yang udah punya rencana jahat untuk Ara jadi gelisah, khawatir rencananya ga bisa berjalan sesuai yang dia mau. Mau ga mau dia terpaksa muter otak lagi untuk ngejalanin niatnya.
Tapi Dian ga kehabisan akal. Terus muncul ide ngajak Erika untuk kerjasama ngerjain Ara dengan cara yang licik. Karena dia tahu, Erika pasti masih ga terima udah diputusin gitu aja.
"Aku tahu kamu masih belum terima kan Egha udah mutusin kamu?" (Tanya Dian waktu akhirnya dia berhasil ngajak Erika ketemuan di cafe setelah kuliah selesai).
"Iya. Kok kamu tahu?"
"Yah, pasti tahulah. Kan kamu tahu, secepat apa info nyebar di kampus."
Erika cuma diem nunduk. "Aku ga tahu kenapa Egha mutusin aku. Padahal aku selalu ikutin maunya dia." (Mendadak Erika nangis) "Padahal aku cinta banget sama dia."
"Udah jangan nangis. Aku mau nawarin kerja sama. Kamu mau ikutan ga?" (Nadanya licik).
"Kerjasama ngapain?"
"Kita bikin supaya anak baru itu di usir. Bukan cuma dari kampus. Tapi dari kota ini."
"Ah aku ga berani. Lagian kasian kan kalo dia sampe diusir."
"Kok ga tega sih? Dia yang udah bikin Egha mutusin kamu loh. Apalagi akhir-akhir mereka jadi akrab banget. Si Egha ga mau ninggalin dia walau cuma sedetik."
Denger pancingan dari Dian bikin Erika jadi emosi dan akhirnya dia mau diajak kerja sama untuk bikin Ara diusir.
Besok, rencana mereka akan mulai dijalankan. Rencana apa yang akan dihadapi Ara? Sanggupkah Egha melindungi Ara lagi?
Diandra August
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.