👑FOLLOW DULU GA RUGI KOK BESTIE👑
Selamat datang di cerita pertamaku 💙
"Summer Field" adalah kota kecil yang kupilih untuk melanjutkan hidup.
Sampai aku melihatmu. Seseorang yang seperti sama dengan kamu. Seperti Dejavu.
__________________________...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seperti hujan yang entah kenapa justru terasa hangat. Hadirmu seperti selimut, aroma mu seperti candu yang menyeretku pada kenangan yang ingin kuhapus ~Ara
***
Di luar hujan, dan aku basah kuyup. Damar sempet maksa anter aku pulang tadi. Tapi aku ga mau dia tahu rumahku. Jadi aku kabur dengan alasan mau ke toilet.
Begitu sampai, rumah udah sepi. Karena udah malem, jadi bibi An juga udah pulang. Untungnya aku bawa kunci. Begitu masuk aku langsung ke kamar dan mandi.
Selesai mandi ponselku mendadak bunyi. Bikin aku kaget.
_______________________________________________
Room Chat Egha
Ra (21.03)
(21. 10) Mmm?
Dimana? (21.12)
(21.12) Rumah
Aku ke situ (21.13)
_______________________________________________
***
Suara petir menggelegar... aku terbangun dari tidurku yang ga disengaja.
"Suara apa tadi?"aku terbangun dan kulihat jam menunjukkan pukul 11 malam lewat entah berapa menit. Sadar tirai belum kututup, aku berjalan terhuyung menuju jendela.
Waktu mau nutup tirai kuliat kayanya ada seseorang berdiri dibawah derasnya hujan disertai angin di depan gerbang rumahku.
"Siapa tuh? Kenapa dia ga neduh aja sih?" Bisikku.
Aku bingung, haruskah aku buka pintu untuk ngecek siapa diluar, atau aku biarin aja?
"Kalo dia memang ada perlu, kenapa ga ketok pintu?"
Aku mondar-mandir di kamar lumayan lama. Tapi karena penasaran campur ga tega, akhirnya aku putuskan untuk keluar. Aku ambil payung yang biasa kutaruh di belakang pintu ruang tamu. Bergegas keluar menuju gerbang.
Betapa terkejutnya aku, waktu kubuka pintu gerbang. "Egha! Kamu ngapain berdiri sambil hujan-hujanan di sini?"
Egha berdiri mematung, gemetar kedinginan. Waktu aku mau payungin dia, payungnya justru terbang karena angin yang kenceng. Jadilah aku (ikutan) basah kuyup (lagi).