Selamat membaca😊
Ara, Egha, Mytha dan Ian sedang duduk di sebuah restoran viral yang baru buka beberapa hari lalu.
Urutan duduk mereka seperti 2 pasangan yang sedang double date. Ara dan Egha duduk di sisi yang sama. Sementara Ian dan Mytha duduk di sebrang.
"Pesenan nya mau nambah lagi ga nih?" Aku menawarkan pada mereka bertiga sebelum kututup buku menunya.
"Aku sih cukup dulu." Mytha yang berujar.
"Aku mau nambah dessert boleh ga?" Ian nampak antusias melihat buku menu di tangan Ara.
"Boleh. Mau apa?"
"Es krim aja. Yang ada buahnya."
"Kita ada menu dessert best sellernya loh kak. Es krim alpukat dengan topping Oreo atau dark coklat. Mau coba?" tawar pramusajinya, ramah.
Mendengar kata Alpukat, Mytha langsung sumringah. "Mau coba dong." matanya berbinar cerah seketika.
"Ok ok... Yang lain mau juga?"
Mereka serempak menjawab 'iya'. Kecuali Egha, dia menggeleng pelan. "Aku mau puding strawberry aja kalo ada."
Aku langsung de javu. Bukannya 'dia' juga suka puding strawberry?
Pesanan selesai dicatat dan pramusaji beralih untuk melanjutkan pesanan mereka ke bagian dapur.
"Kalo ada lagi yang mau dipesan, bilang aja ya. Soalnya kalian kan tau untuk dapetin tempat di sini susah."
"Iya santai aja Ra. Makasih loh traktirannya. Ian tersenyum manis. Sesuatu yang sangat jarang dia tunjukkan.
"Harusnya aku yang bilang gitu. Apa yang kulakukan sekarang ga sebanding dengan bantuan kalian yang berhasil mengembalikan nama baik aku."
"No problemo bestie. Kamu ga salah, dan sebagai teman udah kewajiban untuk saling bantu."
Aku menggenggam kedua tangan Mytha sebagai ungkapan terimakasih atas ucapannya.
Sementara ku perhatikan sejak tadi Egha tetap tak banyak bicara.
"Berarti sekarang 'case closed' ya." bangga Ian, menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.
"Btw tadi tuh nyaris banget ga sih?" Mytha mencondongkan tubuhnya dan menunggu reaksi teman-temannya.
"Iya, aku juga nyaris sport jantung. Untungnya Erika dan partner kita datengnya on time." Ian yang menyahut pertama.
Flashback
Egha sedang di kebun belakang kampus sambil bersembunyi di balik pepohonan.
Dia tampak gusar mengedarkan pandangan ke sekitarnya.
Egha menatap arlojinya selama beberapa detik. "Dia terlambat."
Pemuda jangkung itu merunduk dan lebih waspada saat dia mendengar langkah kaki mendekat. Lalu...
"Egha... Kamu dimana?" Seseorang memanggil sambil berbisik. Dia juga mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
Saat tahu siapa yang datang, Egha perlahan keluar dari tempat persembunyiannya. "Telat Pril?"
"Hehe sorry, mancing Erika lebih susah dari perkiraan. Anti udah kelar?" April menyerahkan sebuah benda pipih kecil berwarna hitam abu-abu dari genggamannya.
Egha menerima benda kecil tersebut dan langsung memasukkannya dalam saku kemejanya. "Udah. On time dia."
"Syukurlah. Aku balik sekarang ya. Good luck."
KAMU SEDANG MEMBACA
Summer Field (End)
General Fiction👑FOLLOW DULU GA RUGI KOK BESTIE👑 Selamat datang di cerita pertamaku 💙 "Summer Field" adalah kota kecil yang kupilih untuk melanjutkan hidup. Sampai aku melihatmu. Seseorang yang seperti sama dengan kamu. Seperti Dejavu. __________________________...
