Investigation Team

33 1 0
                                        

Udah follow belum? Ga rugi loh Follow dulu😊
.
.
.
.

Selamat membaca semua 😊

"Oi Ra." Egha sedikit mengguncang pundakku dan aku tersentak. "Malah bengong."

"Oh iya. Aku mau beli sesuatu tadi." Jawabku mencoba cari alasan.

"Tapi kamu ga bawa apapun tadi." Ekspresinya ragu.

"Iya yang mau aku beli ga ada ternyata. Udah habis."(nyengir). "Kamu ada apa ke sini?" Mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Hmmm... Aku mau kasih tau soal detail rencana kita besok."

"Kenapa sampe rela kehujanan segala? Kamu bisa tunggu di rumah dan chat aku."

Egha ga langsung jawab dan hanya menatapku heran.

"Kenapa?" Tanyaku kikuk.

"Kamu nyadar ga? Hari ini kamu agak aneh."

"Ah... jadi terlalu ketara ya? Ok, aku akan lebih bersikap santai." Kataku dalam hati.

"Mmm... Aku cuma ga tega sama kamu. Kan bisa lewat telpon. Apa lagi rumah kita sebelahan. Aku ga enak aja sama ibu kamu." (senyum terpaksa).

"Ibu lagi ga ada. Dan aku khawatir sama kamu." Jawabannya lirih sambil memalingkan wajah.

Aku terkejut dengan jawaban dan sikapnya yang berbeda itu. "Apa ini? Dia, malu?" Kataku dalam hati.

 "Apa ini? Dia, malu?" Kataku dalam hati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Egha Rachman

Setelah cukup lama hanya berdiam di dekat pintu masuk, aku pun mempersilhkan Egha duduk. seperti biasa, dengan cepat dia langsung kembali pecicilan dan bersikap santai seperti di rumahnya sendiri. "Harus banget banyak gaya ya duduk aja, ckck..."

"Sebentar, aku bikinin kamu minum dulu." aku pun bergegegas berjalan untuk membuatkannya segelas coklat panas dan menyiapkan cemillan.

" aku pun bergegegas berjalan untuk membuatkannya segelas coklat panas dan menyiapkan cemillan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chiara Renata

Tepat saat tanganku berusaha meraih mug di lemari atas, tangan Egha sudah lebih dulu meraih benda itu. Dia berdiri tepat di belakangku. "Biar aku aja. mending kamu mandi sana."

Summer Field (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang