Please to be a good reader. Tinggalkan jejak kalian dengan voment dan follow selagi gratis dan tidak merugikan.
Hatur nuhun sadayana🙏🏻
Happy reading all 😉
||
||
||
||
||||||||
|||||||
||||||
|||||
||||
|||
||
|
The sea symbolizes displacement. Arrival and departure.
"Maisie Junardy"
***
Begitu sampai di kelas, tiap orang sibuk bisik-bisik tentang kejadian tadi. Egha berusaha mencaricari Ara. Tapi Ara udah ga ada di kelas.
"Liat Ara ga?" Itu yang Egha tanya ke setiap orang yang dia temui di kelas. Tapi semua orang cuma menggeleng.
"Egha..."(panggil Dian manja sambil gelayutan di tangan Egha).
"Lepas Di."(Egha narik tangannya paksa).
"Dih Egha kasar banget."
"Aku lagi cari Ara. Jadi kalo kamu cuma menghambat, mending jauh-jauh."(bentak Egha).
"Cih, kamu nyari cewe muna itu kan? Udahlah! Dia ga pantes buat kamu."
"Apa maksud kamu barusan?"(Egha curiga sama tingkah laku Dian).
"Ng...kalo kamu mau tahu, pergi aja ke ruang Dekan."
Egha langsung melesat. Sementara Ian yang baru aja mau masuk kelas dengan terengah-engah karena habis berlari menyusul Egha, malah ketemu Egha di pintu.
"Ah...cepet banget sih larinya? Nyerah aku." Ian akhirnya menyerah dan masih terduduk di lantai.
Begitu sampai di ruang Dekan, dia melihat Ara sedang menangis sambil bersumpah. Di sampingnya, Mytha keliatan banget berusaha keras ngebela Ara.
Tapi Egha ga ngerti. Apa yang bikin Ara sampai nangis segitunya. Tanpa ragu dia langsung menerobos masuk.
"Pak, saya berani bersumpah kalo bukan saya pelakunya."(isak Ara di dapan Dekan dan seluruh dosen).
"Ara, bukti udah jelas. Kenapa kamu masih ngelak?"(tanya dekan keras).
"Pak, Ara ga mungkin ngelakuin hal tercela kaya gitu."(sanggah Egha tiba-tiba setelah dia tahu apa yang sebenarnya terjadi diliat dari kertas berisi soal ujian dan jawabannya yang ada di tangan pak dekan).
"Egha, kok kamu bisa ada disini?"(pertanyaan yang sama hampir Ara tanyakan, tapi keduluan bu Yunita).
"Saya tahu persis Ara ga mungkin ngambil soal-soal itu."
"Apa yang bikin kamu yakin?"(tanya pak dekan lagi).
"Bapak bisa liat nilai Ara di transkrip nilainya. Selalu bagus kan? Jadi ga ada alasan Ara butuh soal-soal itu sebelum ujian."
Mendengar statement Egha, dosen yang lain menganggukkan kepala tanda setuju.
"Bener pak. Walau Ara bukan mahasiswa yang aktif, tapi nilainya selalu bagus. Bahkan menurut saya yang terbaik di angkatannya."(bela pak Rudy).
"Gini aja, kalian tunggu dulu di luar. Kami akan berdiskusi bagaimana baiknya."(kata dekan).
Tanpa menjawab, mereka bertiga langsung keluar ruangan.
Ngeliat ekspresi Ara yang kosong bikin Egha ga tega. Setelah duduk di sebuah kursi panjang deket situ Egha tanya ke Mytha, apa yang sebenarnya terjadi. Mytha menceritakan garis besar masalah tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Summer Field (End)
Fiksyen Umum👑FOLLOW DULU GA RUGI KOK BESTIE👑 Selamat datang di cerita pertamaku 💙 "Summer Field" adalah kota kecil yang kupilih untuk melanjutkan hidup. Sampai aku melihatmu. Seseorang yang seperti sama dengan kamu. Seperti Dejavu. __________________________...
