Mission

8 0 0
                                        

Selamat membaca teman-teman 😊

"Sejak terakhir ketemu, Egha kayaknya menghindari aku. Apa dia beneran marah waktu itu?"

Semalam aku insomnia dan sampai sekarang pukul 8 pagi belum juga mengantuk. Aku juga tidak mengerti apa yang membuat demikian.

Untuk mengisi waktu, aku memilih jalan pagi menuju taman. Tempat pertama kali aku melihat Egha.

Tidak ada alasan spesial. Hanya saja, itu satu-satunya taman yang ada di dekat rumahku.

Sedang santai berjalan mendadak ponselku bunyi. Awalnya kupikir Egha, ternyata...

"Ngapain?"

"Jangan ketus gitu dong sama pacar, pretty girl."

"Bisa to the poin aja ga? Alasan kamu telpon aku pagi-pagi mau ngapain?"

Nada bicara Damar mendadak berubah acuh, "Aku cuma mau ajak breakfast babe. Aku jemput ya?"

"No thanks, aku udah makan tadi."

"Gimana kalo lunch?" nadanya kembali manis membujuk.

"Sorry aku ga minat."

Aku langsung memutus panggilan tanpa peringatan.

"Ganggu aja tuh orang." Aku pun kembali melanjutkan jalan santai ku menikmati udara segar hari ini.

***

Room chat Mission

Egha

Ok kita jalankan rencananya sesuai jadwal|

Mytha
|Aku udah briefing umpan kita, dan akan beraksi sesuai aba-aba.

Ian
|Aku pun udah siap.

Egha
Sebentar lagi umpan pertama akan masuk. Stand by|

"Shinta...kamu bawa charger ga?" Seorang gadis tiba-tiba memasuki suatu ruangan kelas langsung menuju kursi tak jauh dari kursi Erika.

"Santai aja woy." Shinta, gadis yang dipanggil pun menoleh dengan ekspresi shocknya.

"Hehe...sorry. Ada yang urgent soalnya. Sementara hp ku udah matot ini."

April sudah akan beranjak sebenarnya. Tapi tiba-tiba Shinta menahannya.

"Bentar deh aku mau nanya." Shinta kembali  menarik temannya itu.

"Paan?"

"Katanya di kelas kamu ada yang kena kasus ya? Siapa? Kasusnya apa?"

April bukan langsung menjawab, dia malah menatap tak percaya pada temannya itu.

"Laaah...kamu belum tahu?"

"Ish kampret. Jangan kencang-kencang ege." Shinta nyaris menggeplak mulut temannya.

"Hehe...sorry."April segera menyelamatkan diri dengan gerakan berkelit yang khas.

Summer Field (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang