"orang lain?"
mendengarkan perkataan itu
meruntuhkan hatiku seperti ditikam berkali-kali.
tidak cukup dengan itu
meskipun sudah tidak bernyawa,
serasa aku dirobek dada dicengkam jantung
lalu dipijak dibiarkan di tengah sudut
menunggu masa untuk dihurung lalat,
menjadi bangkai yang tidak lagi mampu untuk menahan rasa itu.
aku sedar yang aku cuma watak samping,
didalam dua perbandingan antara aku dengan yang lain, mereka tegar memilih yang itu sebagai utama,
meskipun aku yang pertama mula.
aku juga punya jiwa
aku juga punya harga
bila mencinta aku berikan sepenuhnya.
mungkin aku tidak berharta
mungkin rupa parasku cela
tapi itukan sementara?
aku sedang cuba dengan sehabis upaya
untuk mencapai sempurna
untuk memberi yang terbaik untuk semua
kenapa, apa kurangnya aku
tidak pantaskah aku untuk menjadi yang utama
tidak layak kah aku
yang aku pinta itu cuma ada yang sanggup,
berjuang demi masing-masing
takutkan kehilangan masing-masing
baiki kekurangan masing-masing
tidak lelah dengan masing-masing
tulus dengan masing-masing
tanpa ada yang lain
adakah itu terlalu banyak?
maaf jikalau itu membuatkan kau sesak
kebanyakan lelaki tidak mengambil berat tentang ini
walaupun ini hanyalah asas pangkal sebagai laki-laki yang bertanggungjawab
kenapa perlu ada yang lain...
kejam nya.
ANDA SEDANG MEMBACA
Dia
Poetrysinopsis? tiada penceritaan yang khusus tentang karya ini. pengakhiran yang indah atau cela? aku juga tidak tahu naskah ini akan berakhir bagaimana, jadi nikmati saja. Menurut dia sudah habis dan tiada lagi segalanya, Tamat.
