Mengingati perasaan yang dulunya menunggu dalam sepi itu,
menanti tanpa tepi walaupun ku tahu dia tidak akan kembali,
aku rasa ditampar
tidak dengan raga tapi dengan kata,
aku tidak merasakan itu sehingga saat ini
akan tetapi rengsa itu sudah mula menjalar melilit jiwa membakar raga
kesakitan itu meresapi membuatkan aku
geram, jijik dan marah.
kenapa masih perlu menunggu sedangkan dia tidak teragak-agak pun untuk pergi?
aku seperti orang bodoh apabila bermain dengan cinta,
cukup adalah cukup.
ANDA SEDANG MEMBACA
Dia
Poésiesinopsis? tiada penceritaan yang khusus tentang karya ini. pengakhiran yang indah atau cela? aku juga tidak tahu naskah ini akan berakhir bagaimana, jadi nikmati saja. Menurut dia sudah habis dan tiada lagi segalanya, Tamat.
