Di hari itu,
Emosi aku sumpah bercelaru
dari pagi ke pagi
gementar bosan marah geram kecewa takut
namun apabila menjelang waktu itu
teruja dan gementar mendominasi
adakah dia terima atau adakah aku dapat menerima?
berdolak-dalik berulang-alik
aku di dalam
ketika kau menyatakan yang kau sudah tiba
sang rerama berkelopak merah jambu
mahu bersua tapi rasa berani itu masih belum terbit
lama-kelamaan aku didorong oleh teman dan perasaan untuk tetap bertemu.
nah, kau di depan muka aku
aku terkelu seketika kau membisu juga
mula bertanya soalan supaya kejanggalan bisa ditanggalkan
akan tetapi, aku terpana melihat sang rerama berkelopak merah jambu, indah wajahnya lembut suaranya, molek mukanya
aku bersyukur kerana dia juga merasakan yang sama
di tangga aswara tempat pertama kita berbual,
"awak cantiklah"
dia berpaling, "janganla pandang saya macam tu"
aku tersenyum, dia pun tersenyum
tapi senyuman nya itu jauh lebih indah
bisa membuatkan mana-mana lelaki yang memandang terbayang
tapi itu tidak akan terjadi
dia hanya untuk aku
sang rerama berkelopak merah jambu itu hanya buatku
i want you
no,
i need you...
ANDA SEDANG MEMBACA
Dia
Poesíasinopsis? tiada penceritaan yang khusus tentang karya ini. pengakhiran yang indah atau cela? aku juga tidak tahu naskah ini akan berakhir bagaimana, jadi nikmati saja. Menurut dia sudah habis dan tiada lagi segalanya, Tamat.
