Benar saja keesokan paginya renjun jatuh sakit, bahkan Winwin sejak pagi sudah direpotkan dengan rewelnya sang anak, Taemin juga sudah memeriksa keadaan keponakannya itu tapi tetap saja Winwin tak tenang, bahkan sekarang dia sarapan dari kamar anaknya itu untuk terus memantau kondisinya yang saat ini sedang tidur setelah minum obat dan ditempeli penurun demam yang digunakan anak-anak oleh Taemin. Awalnya renjun menolak karena dia bukan anak-anak lagi tapi karena akhirnya dia lemas juga akhirnya dia pasrah.
Sementara itu di meja makan semuanya sarapan dengan tenang, hingga salah satu maid mendekat bersama dengan jaemin yang ternyata datang lebih awal.
"Pagi otusan, semuanya." Ucap jaemin dengan wajah datarnya sembari membungkuk.
"Eoh? Kau datangnya lumayan cepat jaem, tapi sepertinya kau tidak bisa pergi sekolah dengan renjun." Ucap dejun.
"Maksud gege?" Ucap jaemin tak mengerti.
"Renjun marah karena kau tak mengangkat telponnya tadi malam jaemin. Kau tahu lah bagaimana keras kepalanya adikku itu." Ucap samuel.
"Ah, aku tidak bermaksud seperti itu, tadi malam aku ada tugas lain dari daddy. Aku akan minta maaf padanya." Ucap jaemin.
"Lagian dia memang tak bisa pergi kesekolah hari ini jaemin. Anakku itu mendadak demam." Ucap yuta datar dan jaemin kaget bukan main.
"Demam? Apa saya boleh melihatnya sekarang otusan?" Cemasnya.
"Silahkan. Ada istri saya disana." Ucap yuta datar dan jaemin pun langsung pergi menuju kamar renjun.
"Kenapa ojisan langsung memberitahu sih?" Kesal Samuel.
"Memangnya kenapa? Sudahlah makan saja sarapanmu." Ketus yuta.
"Kau bertingkah sangat aneh Samuel. Lagian tak cocok dengan wajahmu. Bukan begitu mama wooseok." Ucap jungwoo melihat ibu dari Samuel.
"Kau benar." Ucap wooseok dan Samuel hanya mengabaikan keduanya.
Jaemin sudah berada di depan pintu kamar renjun, diapun mengetuk pintu kamar tunangannya itu.
Tok... Tok... Tok...
Ceklek!
"Jaemin?" Kaget Winwin.
"Maaf mama saya membuat mama kaget. Dan maaf juga, pasti renjun jadi sakit karna saya." Ucap jaemin dan Winwin tersenyum mendengarnya.
"Dia sakit bukan karena mu. Tapi karena dia nakal, sudahlah. Kamu ingin melihat keadaannya bukan?" Jaemin hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Baiklah. Dia baru saja tertidur, kalau begitu mama tinggal dulu ya." Ucap Winwin dan diapun pergi dari kamar anaknya itu, dan jaemin pun masuk dan mendekat pada tunangannya yang ditempeli sesuatu di dahinya lalu diapun duduk di tempat tidur itu sembari mengelus kepala tunangannya itu. Yang mana dia dapat merasakan suhu tubuh tunangannya yang memang sangat panas itu.
Disaat bersamaan renjun pun membuka matanya secara perlahan dan diapun menatap marah pada jaemin yang ada dihadapannya tapi itu benar-benar sangat menggemaskan bagi jaemin.
"Kenapa kau kemari? Pergi saja sana." Kesalnya dengan suara serak. Jaemin mendekat dan membawa renjun kedalam pelukannya walaupun renjun sempat memberontak tapi akhirnya dia menyerah karena masih lemas.
"Maafkan nana sayang hmm? Nana tak bermaksud mengabaikanmu tadi malam. Tapi, ada yang Nana kerjakan sayang."
"Bohong hikss.... Kau pasti bersama submissive atau wanita lain. Atau jangan-jangan kau bersama dengan sih jalang itu kan hikss... " ucap renjun mulai menangis.
"Yaampun sayang itu tidak benar. Aku tidak sama sekali sayang. Sudah jangan menangis hmm? Maafkan Nana hmm?" Ucap jaemin menenangkan tunangannya itu.
"Hikss... Hikss.... Hikss.... " jaemin terus menenangkan tunangannya itu sembari mengelus kepala dan punggung sempit itu secara bergantian sampai beberapa menit akhirnya jaemin pun mendengar dengkuran halus dari tunangannya itu lalu diapun merenggangkan pelukannya sedikit dan melihat wajah tunangannya yang tertidur, tak lupa menghapus sisa airmata pada pipi chubby itu dan setelahnya diapun mengecup bibir milik tunangannya itu dan menyelimuti tubuh sih mungil dengan benar lalu diapun beranjak untuk tetap kesekolah dan akan kembali lagi nanti saat pulang sekolah, karena dia harus memantau secara langsung bajingan Lai itu.
#####
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Love (jaemren)
FanfictionNa Jaemin adalah anak satu-satunya keluarga mafia Na yang terkenal tidak tersentuh dan sangat bucin pada sang tunangan yang dijodohkan dengannya, Nakamoto Renjun, anak kedua dari mafia terkenal di Jepang. juga disertai perjalanan cinta anak bungsu k...
