Bachira saat ini tengah berada di gudang, mencari sesuatu. Awalnya, ia hanya disuruh sang Ibu untuk merapikan gudang yang berantakan akibat ulahnya beberapa hari yang lalu.
Sehingga mau tidak mau, Bachira harus melakukannya tugasnya. Setelah lama membongkar isi gudang, matanya tertuju pada sebuah kotak yang bertuliskan 'Kenangan Bachira'. Seketika ingatannya terlempar jauh ke masa lalu.
Tanpa pikir panjang, ia membuka kotak tersebut dan mulai mengaduk-aduk isinya. Setelah lama mencari, akhirnya ia menemukannya.
"Scrapbook for Chira," gumamnya pelan.
"Ternyata barang ini masih ada di sini. Gue kira udah hilang karena gak ada di kamar. Tau-taunya gue simpen di sini."
Bachira mulai membuka satu per satu halamannya. Di dalamnya terdapat foto-foto dirinya dengan berbagai macam gaya lucu, dihiasi stiker warna-warni dan coretan tangan di tiap sudut halaman.
Sampailah ia di halaman yang paling penuh dengan kenangan di dalamnya. Di halaman itu terdapat banyak foto dirinya bersama seorang gadis. Di bawah foto itu tertulis, 'Bestfriend Forever'.
Ia menyentuh wajah di foto itu dengan lembut, lalu bergumam pelan, "Lo sama sekali nggak berubah, ya? Masih tetap cantik kayak dulu..."
Flashback On:
"Ibu, kenapa mobil itu mengeluarkan banyak barang di rumah kosong itu? Padahal rumah itu nggak ada orangnya, kan?" tanya Bachira kecil, menatap sebuah truk yang memindahkan banyak barang ke rumah di seberang.
"Itu karena kita akan punya tetangga baru, sayang. Jadi, rumah itu nggak akan kosong lagi."
Mata Bachira berbinar, "Benarkah? Itu berarti aku bakal punya teman baru?"
Ibu Bachira mengangguk, "Iya, sayang. Ibu dengar mereka punya anak perempuan yang seumuran denganmu."
Wajah Bachira mendadak cemberut, "Anak perempuan ya? Aku kira mereka punya anak laki-laki yang bisa aku ajak main bola..."
Ibunya tertawa kecil dan mengelus rambut Bachira. Ia tahu betul anaknya yang ceria tapi sering merasa kesepian karena sering dijauhi dan dibully oleh anak-anak lain di komplek.
Beberapa hari kemudian, setelah berkali-kali truk datang membawa barang, akhirnya hari di mana keluarga baru itu pindah pun tiba. Bachira yang penasaran, terus mengintip dari balik tirai jendela kamarnya yang berada di lantai dua.
Mobil itu berhenti. Seorang gadis turun dari dalamnya, wajah manis dengan senyum yang cerah. Bachira langsung terdiam. Mulutnya menganga.
Ia jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sejak hari itu, Bachira terus menanyakan kepada Ibunya soal gadis baru di seberang rumahnya itu. Sampai-sampai Ibunya kelelahan menjawab.
Hingga akhirnya, hari di mana Ibu Bachira sudah muak dengan pertanyaan Bachira. Ia pun memutuskan untuk mengambil tindakan.
"Ini, bawa kue tart ini ke rumah tetangga," ucap ibu Bachira, menyerahkan kotak kue.
"B-buat apa?"
"Kamu bilang, kalo kamu penasaran dan pengen kenalan sama dia, ya tinggal kenalan aja. Nggak usah muter-muter nanya ibu terus. Pergi sana. Nggak usah takut!"
"T-tapi Ibu-"
"Nggak ada tapi-tapian, kalo kamu naksir sama dia, jangan diam aja dan ambil tindakan segera."
Kini Bachira telah berdiri di depan rumah tetangga barunya. Bachira yang gugup setengah mati, akhirnya memberanikan diri untuk menekan bel.
"Siapa?" suara gadis itu dari balik pintu membuat jantungnya berdebar cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐈𝐒𝐀𝐆𝐈 𝐘𝐎𝐈𝐂𝐇𝐈 '𝐅𝐞𝐦. 𝐕𝐞𝐫𝐬𝐢𝐨𝐧' || 𝗕𝗹𝘂𝗲𝗟𝗼𝗰𝗸
أدب الهواةIsagi Yoichi atau biasa dipanggil 'Mbak Ica' adalah seorang kapten dari klub Sepak Bola Putri di SMA BlueLock. Setelah ia memenangkan pertandingan antarsekolah mewakili Sepak Bola Putri, Isagi tiba-tiba langsung populer dan banyak dikejar oleh para...
