"Jadi, hal pertama yang harus Abang lakuin adalah ngajak Hiori makan malam di restoran seafood langganan keluarga kita. Abis itu, ajak dia jalan-jalan ke taman yang udah kami dekor buat momen spesial-nya"
Isagi menjelaskan rencananya dengan semangat menggebu-gebu sambil menuliskan poin-poin penting di papan tulis mini.
"Nanti, Abang kasih Hiori bunga dan cokelat, terus ungkapin perasaan Abang. Tenang aja, kata-katanya udah Ica tulisin, jadi nanti Abang tinggal hafalin aja."
"Ini pasti bakal jadi rencana confess paling sempurna dalam sejarah," ucap Isagi sambil tertawa bangga.
Di sisi lain, Kurona dan Karasu hanya saling pandang, tampak skeptis.
"Yoichi, lo yakin ini semua nggak terlalu... berlebihan?" tanya Kurona sambil menunjuk daftar yang penuh coretan warna-warni.
"Makan malam, buket bunga, cokelat, puisi romantis, terus confess? Serius, jangan lebay deh," Karasu ikut menimpali.
Isagi melototi keduanya sambil melipat tangan ke dada, "Apa? Lebay? Gue sahabat dekatnya Mbak Hiori, jadi gue tau banget apa yang dia suka."
"Coba deh, kalo kita ikutin rencana awal Bang Bito yang super simpel itu. Ngasih sebatang cokelat di kelas dan bilang 'aku suka kamu, jadilah pacarku' di depan semua orang? Bisa-bisa Hiori kabur karena malu."
"Lagiam..." Isagi melanjutkan, "...confess kayak anak SMP udah nggak zamannya lagi."
Karasu mendengus, "Kapan Abang buat rencana kayak gitu? Lagian, waktu SMP juga Abang nggak pernah se-alay itu kali. "
Isagi menyeringai, "Makanya, semua harus direncanain dengan matang dan... anggunly."
Kurona menghela napas, "Jadi ini sebenarnya rencana nembak atau lamaran sih?"
Karasu akhirnya mengangguk pasrah, "Oke, Abang ngikut aja. Tapi kalo nanti ada yang nggak sesuai rencana, jangan salahin Abang."
"Tenang," kata Isagi sambil mengangkat alis, "Ica udah siapin Plan B, C, sampai D."
Keesokan Harinya, Pukul 4 Sore...
Karasu berdiri di depan cermin, memakai kemeja hitam yang menurutnya terlalu formal. Tapi Isagi bersikeras, katanya kemeja itu bikin Karasu 'naik level'.
"Hiori tuh suka cowok rapi dan wangi, bukan yang keringetan kayak abis tanding bola. Percaya deh, outfit ini bikin aura Abang naik +1000 poin," kata Isagi sambil menyemprot parfum ke kerah Karasu.
"Abang malah takut diliat aneh sama Hiori," keluh Karasu.
"Ssst! Ikutin aja. Ini demi cinta," jawab Isagi sambil menyusun buket bunga.
Kurona datang dan menyerahkan kotak kecil berisi cokelat berbentuk hati, "Cokelatnya udah siap, chi. Gue yang bikin sendiri, jadi bisa dipastikan coklatnya enak."
* * *
Kalian penasaran di mana tempat confess-nya? Di sebuah taman kecil di belakang restoran, taman yang telah dihias dengan lampu gantung, bangku kayu menghadap kolam, dan bunga-bunga segar di sudut-sudutnya. Suasananya mirip sangat mendukung sebuah adegan romantis.
Karasu tampak gelisah.
"Abang gugup... Gimana kalo nanti Abang ditolak? Abang belum siap sakit hati."
"Kalo nggak dicoba, kiya nggak bakal tahu hasilnya gimana," suara baru menyela.
"Bachira!?" seru mereka bersamaan.
Bachira yang muncul entah dari mana, sambil ngunyah permen karet, "Yaho~ Maaf ya gue telat datang. Soalnya gue cuma mau nonton sih, bukan ikut bantuin."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐈𝐒𝐀𝐆𝐈 𝐘𝐎𝐈𝐂𝐇𝐈 '𝐅𝐞𝐦. 𝐕𝐞𝐫𝐬𝐢𝐨𝐧' || 𝗕𝗹𝘂𝗲𝗟𝗼𝗰𝗸
FanfictionIsagi Yoichi atau biasa dipanggil 'Mbak Ica' adalah seorang kapten dari klub Sepak Bola Putri di SMA BlueLock. Setelah ia memenangkan pertandingan antarsekolah mewakili Sepak Bola Putri, Isagi tiba-tiba langsung populer dan banyak dikejar oleh para...
