Hai pembaca, author comeback......
Mau nerusin epilognya supaya kalian tidak penasaran....untuk lanjut seasonnya masih nunggu hilal ya....hehehehe.....
Setelah kejadian penculikan itu, Stevan kini kembali lagi ke rumah ayahnya yaitu ayah Ardi. Dan untuk kejadian Tony tentu Stevan tidak akan mudah menerima dan memaafkannya, ia masih marah dengan Tony.
Tony juga sering berkunjung ke rumah om Ardi hanya untuk menemui Stevan, ia tahu kesalahannya sangat besar, dan ingin berbaikan kembali dengan Stevan. Segala cara Tony lakukan untuk membuat bocah itu tidak ngambek lagi, seperti memberikan makanan kesukaannya, mengajak jalan-jalan, memberikan hadiah bahkan beli bunga juga. (Mau baikan atau ngejar pacar sih mas Tony ini).
Yah tapi Stevan juga masih ngambek sama abangnya ini. Nggak akan semudah itu ya meluluhkan hati seorang Stevan. Ya kali ia dengan mudah memaafkan kesalahan Tony. Dia saja berusaha menahan diri agar tidak terlalu bersalah karena menjauhi Tony. Yap, dia sebenarnya tidak terlalu marah dengan Abangnya ini, apalagi bang Tony udah menyelamatkan dirinya waktu diculik. Masa ia marah lama, emang dasarnya aja Stevan mau ngambek dan melihat seberapa menyesal bang Tony terhadapnya. Dan terbukti effortnya itu loh ngalah-ngalahin pas waktu ngejar pacar...hehehe.......
Tapi demi harga diri, Stevan masih ingin berpura-pura marah aja. Sedangkan untuk Bastian kini ia juga super lengket dengan Stevan...mungkin trauma karena Stevan diculik, selain dikit-dikit nanya Stevan kemana, ia juga kalau Stevan terluka akan terlalu over reaction alias lebay. Buktinya aja kemarin pas Stevan nggak sengaja kepentok meja Bastian langsung histeris sendiri.
"Aduh....." Stevan meng aduh karena tak sengaja kepentok meja.
Bastian yang mendengar suara Stevan langsung menghampirinya.
"Ya ampun......Stevan......kaki kamu luka..., ini bagaimana..aduh kaki mungil kecil ini...kita kerumah sakit ya" histeris Bastian.
"Ish....nggak usah lebay deh bang cuma kepentok meja ini" ucap Stevan malas, masa lebay sampai harus ke rumah sakit segala.
"Ngak bisa, kita harus kerumah sakit sekarang, gimana kalau infeksi, terus bengkak, terus hari diamputasi, Abang nggak mau kamu kenapa-napa lagi " ucap Bastian yang sudah bersiap-siap menggendong Stevan.
"Nggak mau bang, Stevan nggak papa" kekeh Stevan.
Mereka akhirnya berdabat panjang lebar. Untung perdebatan mereka tidak lama karena Nio datang dan melerai di ikuti oleh Tony.
Oh iya kalau bahas Nio, Stevan juga rada kaget sih pas tahu kalau dia itu anaknya mafia. Secara kan keluarga Stevan itu adalah pihak penegak hukum, apa nggak takut ya om Kris kalau anaknya harus berteman dengan dia.
Oke ini kita bahas keluarga Nio ya. Nah Nio ini sebenarnya anak bungsu dari keluarga Bagas, dia masih punya 2 orang kakak. Kakak pertama yaitu Selina Bagas, sudah menikah dengan suaminya yang seorang pengusaha perhiasan tapi belum dianugerahi keturunan. Dan kakak keduanya Dion Bagas saat ini masih kuliah di jurusan manajemen, jangan salah soal Dion, dia ini walaupun masih kuliah om Kris tetap melatihnya untuk jadi penerus dari organisasi mafianya yaitu Kaveleri. Nah, mafia Kaveleri ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu sekitar 1950 an, dan masih ada hingga sekarang. Mereka terkenal kuat dan kejam pada zaman dahulu, namun sekarang karena perkembangan zaman dan yang memegang jabatan di mafia adalah om Kris, struktur organisasi Kaveleri sedikit lebih baik, mereka tidak terlalu melanggar hukum, bahkan kadang bekerja sama dengan aparat kepolisian. Jadi jangan kaget kalau om Kris santai saja mengetahui latar belakang dari Stevan.
Nah untuk orang tua Nio sendiri cuma tinggal om Kris sih, karena ibu Nio susah meninggal waktu melahirkan Nio, katanya karena saat itu ibunya memang sudah dalam kondisi lemah dan tidak memungkinkan memiliki anak lagi. Namun ibu Nio tetap kekeuh ingin melahirkan Nio. Jadi ia kehilangan banyak darah dan meninggalkan saat persalinan. Untung om Kris juga tetap menyayangi Nio dan tidak menyalakan kematian istrinya terhadap bungsunya. Ia tahu perjuangan sang istri untuk melahirkan buah hati mereka, jadi ayah Nio juga sangat protektif terhadap Nio karena dia hadiah terakhir dari sang pujaan hati.
Nah udah selesai ya pengenalan dari keluarga Nio, kita lanjut ke keluarga Tony.
Tony itu anak kedua dari pasangan Paul Wanner dan Maria pengasuh Stevan. Ia mempunyai seorang kakak bernama Zaid Wanner yang berusia 18 tahun. Zaid sekarang sekolah di SMA Wishling One, SMA terbesar dan terkenal di kota itu. Dia juga termasuk siswa yang berprestasi, ia menjabat sebagai wakil OSIS disekolahnya. Dari kecil ia selalu mengalah dengan adiknya yang disayang oleh orang tuanya, hingga ia tahu bahwa ibunya sebenarnya melecehkan adiknya sendiri. Ia dan juga ayahnya mengetahui perbuatan ibunya lantas marah dan mengusir wanita kejam itu. Tapi ia tidak tahu kalau adiknya salah paham bahwa mereka jahat terhadap ibunya. Ia juga baru tahu bahwa adiknya melakukan kesalahan dengan memusuhi korban ibunya yaitu Stevan.
Mengetahui hal itu, Zaid akhirnya berbicara dengan Tony tentang kejadian masa kecil Tony ketika ia disiksa dan dilecehkan oleh ibunya sendiri. Ia tidak mau melihat adiknya terus bersedih. Bahkan ia tidak mau melihat adiknya salah jalan. Ia sayang sekali dengan adiknya namun gengsi aja kalau mau diungkapin. Dari situ hubungan keluarga Wanner kembali harmonis. Mereka tidak menyalakan perbuatan Tony yang sudah menyimpang tapi mereka juga menyalahkan diri mereka sendiri yang tidak tahu kondisi mental Tony saat itu.
Oke skip ya...beres latar belakang Tony, terus latar belakang Stevan gimana? Wah kalau mau nyeritaain silsilahnya Stevan panjang banget pokoknya. Karena dia sebenarnya punya banyak kerabat baik kerabat ibu maupun kerabat ayah, tapi kita akan bahas perlahan ya di cerita, karena semua nanti akan berhubungan kok.....
Oke back to story....
Nah nggak kerasa ya Stevan udah lulus SD dan menginjak jejak ke SMP. Sebenarnya tahun SMP Stevan biasa aja, ia juga mulai mendapatkan banyak teman waktu di SMP tak kecuali Bastian. Keluarga Stevan sendiri sering mengunjungi Stevan saat mereka tidak bertugas ataupun kuliah. Abang-abang Stevan juga sering bawain oleh-oleh terutama bang Sandra, dia mah kalau habis syuting selalu bawain oleh-oleh dari tempat syuting mereka, kadang kalau syuting diluar negeri abangnya selalu telepon Stevan ingin dibelikan apa saja. Tapi Stevan juga kadang nolak. Ya gimana nggak nolak, kamar Stevan udah terlalu banyak barang, semua mainan pakaian bahkan aksesoris yang ada dikamanya itu kebanyakan oleh-oleh dari abang-abangnya, ia takut jika ia tetap menerima saja, kamarnya akan jadi gudang penyimpanan. Kalau bang Satria dia mah still cool dengan pekerjaannya di pasukan khusus, yah misi-misinya sangat berbahaya. Sebenarnya Stevan takut kalau abangnya ini kenapa-napa tapi mau bagaimana lagi, abangnya adalah orang yang mampu dan cakap. Jangan karena hanya rasa kasih sayang menghalangi keinginan untuk menegakkan keadilan.
So, di SMP Stevan ini berteman dengan anak-anak yang lumayan cukup terpandang ya keluarganya. Dia berteman dengan banyak latar belakang namun dia punya teman dekat yang bisa dikatakan sahabat yaitu Lio Orlando (adik dari Austin Orlando dari cerita the longly) , Arkan Kenzo (adik dari Riki Kenzo cerita the longly), dan Damon Arthur ( adik dari Morf Arthur cerita the longly). Ini satu Univers ya sama cerita author The Longly. Jadi bisa baca juga cerita satunya supaya tahu kisah keluarga mereka nanti. Oke back...
Jadi mereka itu di sekolah sebenarnya terkenal dengan sebutan biang rusuh, Bastian nggak ada ya, karena dia beda kelas sama Stevan. Gimana nggak rusuh, mereka tipikal anak pintar tapi nakal plus jahil. Bahkan Bu kantin dan satpam sekolah tak luput dari kejahilan mereka. Guru saja sudah angkat tangan dengan kejahilan mereka. Tapi satu hal yang pasti mereka tidak pernah melanggar peraturan sekolah ya dan masih berprestasi pula. Jadi sekolah masih bisa menerima kejahilan mereka.
Jadi selama mereka sekolah disana, sudah banyak sekali kejahilan-kejahilan yang dialami warga sekolah. Mangkanya mereka disebut biang rusuh. Peresabatan mereka juga sangat erat loh...
Gimana enggak ketika salah satu dari mereka yang tidak sengaja terkena masalah dengan anak sekolah lain, mereka bela habis-habisan pokoknya karena mereka tahu, teman mereka nggak bakal melakukan kesalahan terlebih dahulu. Apalagi nggak cerita sama mereka. Jadi kalau ada fitnah dan tuduhan nggak jelas mereka bakal berjuang bersama-sama.
Sekian epilog season 1........ ditunggu cerita Season 2nya ya....
END.....
KAMU SEDANG MEMBACA
Stevan B. [END]
Teen FictionBagaimana rasanya jika seorang Devan Indra Herlambang anak sulung dari keluarga Herlambang dinyatakan koma dan ternyata meninggal saat usianya genap 17 tahun? Hal ini sontak membuat keluarga Devan yang selama ini telah menjaga dan merawat devan sela...
![Stevan B. [END]](https://img.wattpad.com/cover/352502937-64-k19031.jpg)